Pelaku UMKM NTT Belum Optimalkan Pemasaran Digital

Pelaku UMKM di Kota dan Kabupaten Kupang yang mengikuti pelatihan pemasaran digital oleh Dekranasda NTT dan Krealogi (KatongNTT-Ruth)

Pelaku UMKM di Kota dan Kabupaten Kupang yang mengikuti pelatihan pemasaran digital oleh Dekranasda NTT dan Krealogi (KatongNTT-Ruth)

Kupang – Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam memasuki era digital, dituntut untuk bekerja dengan cara yang lebih efektif dan efisien. Terlebih pada tahap pemasaran.

Tak melulu hanya menggunakan cara-cara konvensional. Namun memanfaatkan perkembangan media digital yang pesat saat ini.

Untuk itu, Dekranasda NTT bekerja sama dengan Krealogi, media digital yang fokus pada UMKM, mengadakan Pelatihan Pemasaran Digital, untuk UMKM di NTT pada 23-24 November 2022.

Bertempat di gedung Dekranasda NTT, pelatihan tersebut diikuti oleh 20 UMKM yang ada di Kota dan Kabupaten Kupang.

“Tujuannya kita melakukan kegiatan ini agar teman-teman UMKM mereka bisa lebih familiar bagaimana cara memasarkan produk-produk UMKM melalui media digital,” ujar Steven Parera. Staf Bidang Pameran dan Kerja Sama Dekranasda NTT.

Baca Juga: Dekranasda NTT dan BPOM bantu Pelaku UMKM Urus Perizinan

Mira Seke, dari Krealogi menyebut, UMKM di NTT lebih banyak menyediakan produk dibanding ketersediaan pasar. Ia mengakui pasar UMKM NTT masih terbatas.

“Sebenarnya pasarnya luas, kalau para pelaku UMKM beradaptasi dengan menjual produknya ke Marketplace dan media sosial. Dengan begitu dapat menjangkau pasar yang lebih luas,” kata Mira, Koordinator Projek Krealogi.

Lebih lanjut ia menyebut, UMKM NTT masih dalam proses transisi dari yang biasa menjual manual, dan sekarang harus adaptasi jual digital.

Hal ini membuat para pelaku UMKM masih sekadar mengunggah produknya ke media sosial. Padahal Mira mengatakan, pemasaran di media sosial itu ada banyak hal-hal yang harus diperhatikan.

“Media sosial ini kan tidak hanya ya sudah, jualan saja. Sebenarnya hal-hal sepele seperti bikin konten dan lain-lain itu sebenarnya bisa menunjang pemasarannya,” ungkap Mira.

Sehingga Krealogi melakukan pelatihan ini untuk berbagi pengetahuan kepada UMKM untuk memaksimalkan pemasarannya lewat digital.

pemilik UMKM Glaomori, Nickson Tenistun saat ditemui di rumah produksi Kelornya di Babau, NTT (KatongNTT-Ruth)
Pemilik UMKM Glaomori, Nikson Tenistun saat ditemui di rumah produksi Kelornya di Babau, NTT (KatongNTT-Ruth)

Nikson Tenistuan, pemilik UMKM Glaomori dengan produk olahan Kelor juga menjadi peserta di pelatihan tersebut. Ia mengatakan, pemasaran lewat media digital menjadi satu tantangan sendiri.

“Sebagai pelaku usaha, kami mengerjakan semua. Mulai dari produksi sampai promosi, sosialisasi kami lakukan semua. Dan untuk terkait pemasaran digital belum maksimal dilakukan. Karena kurangnya pembagian waktu,” Ujar Nikson.

Baca Juga: Bisnis Teh dan Tepung Kelor, Nikson Tenistuan Minim Pasar, Siapa Peduli?

Sehingga harapnya, empat hektar kebun kelor yang ia punya, dan setiap hasil yang dihasilkan bisa menjangkau pasar yang lebih luas. Dengan mengikuti pelatihan semacam ini.

Pelatihan ini sebut Steven akan dilakukan setiap bulan, agar bisa menjangkau semua UMKM yang ada di NTT.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *