• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Kamis, April 16, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Bisnis Agribisnis

Hasil Uji Terbaru, NTT Tetap Bebas Penyakit Mulut dan Kuku

Rita Hasugian by Rita Hasugian
3 tahun ago
in Agribisnis
Reading Time: 2 mins read
A A
0
0
SHARES
147
VIEWS

Kupang – Balai Besar Veteriner (BBVET) Denpasar, Bali telah menguji 7.000 sampel ternak potong di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Hasilnya menyimpulkan provinsi ternak ini tetap bebas dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang mematikan itu.

Kepala Balai Karantina Pertanian Kupang, Yulius Umbu Hunggar, menyatakan ini dalam keterangannya, Selasa 21 Februari 2023.

BacaJuga

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

12 September 2024
Petani rumput laut di NTT meradang pasca terbitnya pergub yang melarang pengiriman ke luar daerah (Joe-KatongNTT)

NTT Belum Ekspor Rumput Laut Tahun Ini

30 Mei 2024

Sampel hewan berkuku belah ini, kata dia, diambil dari ragam jenis ternak yaitu sapi, kerbau, kambing dan babi asal berbagai kabupaten di NTT.

Pengujiannya telah dilakukan oleh BBVET Denpasar dan terbukti NTT aman dari penyebaran PMK. Sebelumnya PMK telah menjangkiti puluhan ternak di NTT.

“Hasil uji laboratorium tersebut menyimpulkan seluruh wilayah NTT dinyatakan aman dan benar-benar masih bebas PMK,” kata Yulius.

Baca juga: Pemprov NTT Siapkan Rp. 1 Triliun Untuk Program Tanam Jagung Panen Sapi

Berdasarkan data yang diterima menunjukkan 6.747 sampel serum dari sapi-sapi telah diuji melalui metode Elisa NSP. Metode ini menunjukan yang diambil sampelnya tidak terinfeksi virus PMK.

Selanjutnya, sampel swab atau probang yang telah diuji real time PCR yaitu 495 sampel. Dan, tidak mengandung materi genetik virus PMK.

Hasil uji Elisa NSP terhadap 451 sampel serum dalam rangka pelalulintasan ternak rentan PMK antar pulau dari NTT. Juga untuk menunjukan hasil seluruh sampel negatif antibodi NSP.

Mengenal penyakit PMK pada hewan ternak seperti sapi. (Dokumen KatongNTT)
Mengenal penyakit PMK pada hewan ternak seperti sapi. (Dokumen KatongNTT.com)

Selain itu, hasil pengamatan di lapangan atau surveilans sindromik tidak ditemukan gejala klinis yang mengarah PMK.

“Sehingga dapat disimpulkan bahwa Provinsi NTT masih bebas PMK,” jelasnya.

Data Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan atau Ditjen PKH per Senin 20 Februari 2023 menyatakan NTT tetap bebas PMK.

Baca juga: Australia Siap Bantu Indonesia Cegah Penyebaran PMK

Ia menyebut ini sebagai hasil dari upaya gugus tugas selama ini dengan berkolaborasi secara pentahelix.

“Jangan lupa kebijakan pemerintah pun berupa aturan-aturan tambahan harus tepat dengan mengacu pada epidemiologi virus, karakteristik virus dan pola penularannya,” ujar Yulius.

Dia terus mengingatkan semua pihak untuk mencegah penyebaran virus PMK, Lumpy Skin Disease (LSD), maupun African Swine Fever (ASF) di NTT.

Untuk proses pemeriksaan tidak saja dilakukan sebatas periksa surat, hitung per ekor atau kilo lagi.  Tetapi pada perhitungan konektifitas administrasi, identifikasi muatan alat angkut, pengawasan semua alat angkut secara masif, hingga observasi penyakit wajib uji lab. Dan penerapan biosekuriti maksimal dan lainnya. (Putra Bali Mula)

Tags: #BalaiKarantinaPertanian#NTT#PMK#ternaksapi
Rita Hasugian

Rita Hasugian

Baca Juga

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

by Rita Hasugian
12 September 2024
0

Boleh jadi kita tidak pernah terlintas cari tahu tentang jenis jagung yang kita konsumsi, apakah berasal dari bibit jagung lokal...

Petani rumput laut di NTT meradang pasca terbitnya pergub yang melarang pengiriman ke luar daerah (Joe-KatongNTT)

NTT Belum Ekspor Rumput Laut Tahun Ini

by Tim Redaksi
30 Mei 2024
0

Ekspor rumput laut NTT ini memang minim sejak ekspor perdana pada 2019 lalu sebesar 25 ton Alkali Treated Cottonii (ATC)...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati