26 March 2023
Sektor Perikanan di Lembata Belum Dioptimalkan, Potensinya Rp 70 Triliun
Agribisnis

Sektor Perikanan di Lembata Belum Dioptimalkan, Potensinya Rp 70 Triliun

Feb 22, 2023

Lembata – Potensi perikanan yang besar di Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) belum dimanfaatkan secara maksimal. Langkah yang sedang diupayakan untuk memanfaatkan pontesi perikanan di Lembata adalah membangun pabrik es. Keberadaan pabrik es ini untuk mendukung aktivitas para nelayan.

Penjabat Bupati Lembata Marsianus Jawa menjelaskan hal itu seperti dikutip KatongNT  dari laman resmi lembatakab.go.id.

Marsianus berbicara di hadapan ratusan peserta Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rencana Kerja Perangkat Daerah 2024 di Kecamatan Lembatuka, Jumat, 17 Februari 2023.

Marsianus mengatakan potensi perikanan di Lembata diabaikan. Tidak ada satupun investor yang dapat membantu masyarakat meningkatkan pendapatan dari sektor kelautan.

Baca juga: Pendapatan Petani di NTT Terbesar dari Peternakan dan Perikanan

“Memang Lembata ini miliki potensi terbesar di perikanan, tetapi kita sedikit mengabaikan potensi ini”, kata Marsianus.

Untuk itu, Marsianus berupaya agar ada investor yang mau berusaha di Lembata. Salah satunya dengan mengupayakan pabrik es dan tempat penampungan ikan yang bagus untuk menampung dan memasarkan hasil tangkapan nelayan.

“Saya sudah mencari, mudah-mudahan bisa dibangun tahun ini pabrik es di Balauring di atas tanah yang direklamasi. Karena memang kita disini potensi ikannya luar biasa,” ujarnya.

Besarnya potensi perikanan di Kabupaten Lembata dan Kabupaten Flores Timur ini pernah disinggung Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat pada September 2022 . Dia mengatakan, kawasan itu memiliki potensi menghasilkan pemasukan hingga Rp 70 trilun dari sektor kelautan dan perikanan.

Baca juga: Sumba Timur Bakal Miliki Tambak Udang Modern Serap 5.000 Tenaga Kerja

“Lembata dan Flores Timur akan terbang tinggi. Wilayah dengan penangkapan perikanan terukur, Lembata dan Flores Timur masuk dalam desain itu. Rp 70 triliun ini uang besar ini,” kata Viktor saat membuka rapat kerja daerah tersebut.

Dia menjelaskan, kedua kabupaten ini bisa menjadi lumbung ikan nasional selain Laut Arafura dan Banda. Desain Kementerian Perikanan RI, salah satu titik lumbung perikanan Indonesia adalah dua wilayah ini.

Viktor pernah berjanji akan menindaklanjuti rencana pengembangan kawasan tersebut dan membutuhkan kerja sama berbagai pihak. [K-02]

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *