Jakarta – Potensi dan sumber daya alam Laut Timor perlu dioptimalkan untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia, khususnya di Nusa Tenggara Timur (NTT). Hal ini didukung dengan posisi kawasan perairan selatan NTT, termasuk Laut Timor, yang sangat strategis.
Hal itu disampaikan pakar ekonomi dan guru besar (Emiritus) Universitas Indonesia (UI) Dorodjatun Kuntjoro-Jakti dalam pertemuan dengan jajaran pengurus Yayasan Peduli Timor Barat (YPTB) di kediamannya kawasan Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, akhir pekan lalu.
Baca : 12 Pengelola Media Lokal dan Segmentasi Bahas Peluang dan Strategi Bisnis
Dikatakan, potensi perairan tersebut bisa dioptimalkan untuk ketersediaan energi dan juga pengolahan sumber daya alamnya. Dari sisi geopolitik, letak perairan di NTT cukup strategis karena menjadi lalu lintas Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI).
“Bukan saja potensi perikanan tetapi juga sarana pendukung terkait logistik, transportasi, dan sumber energi. Dari Australia mau ke China kan pasti melalui perairan di wilayahmu (NTT, red),” ujar mantan Menteri Koordinator Perekonomian pada Kabinet Gotong Royong pimpinan Megawati Soekarnoputri.
Baca : Korban Montara Bingung, Ketua Pengadilan Federal Australia Harus Turun Tangan
Seperti diketahui, ALKI adalah alur terbuka yang ditetapkan pemerintah Indonesia untuk dilalui kapal-kapal asing yang melintasi wilayah laut Indonesia berdasarkan konvensi hukum laut internasional. ALKI ditetapkan untuk menghubungkan dua perairan bebas, yaitu Samudra Pasifik di utara, dan Samudra Hindia di selatan Indonesia.
Semua kapal dan pesawat udara asing yang hendak melintas ke utara atau ke selatan harus melalui alur laut yang telah ditetapkan. Indonesia membagi dalam beberapa ALKI dan ada yang melintasi perairan selatan NTT.
Terkait dengan Laut Timor, Dorodjatun memberikan apresiasi atas perjuangan YPTB atas berbagai upaya dan advokasi bagi masayarakat NTT, termasuk dalam Tragedi Montara.
“Saya ikuti berbagai langkah Pak Ferdi yang sangat konsisten. Ini perlu diketahui banyak pihak dan diwariskan kepada generasi muda. Kita perlu mendorong dituntaskannya persoalan Montara dan Laut Timor,” ujar Dorodjatun.
Dia secara khusus mendorong YPTB semakin banyak berkiprah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat NTT.
Ferdi menyebutkan kehadirannya di Jakarta dalam rangka mempercepat koordinasi dengan pemerintah, terutama dengan Luhut Binsar Pandjaitan selaku Menko Marves yang telah membentuk The Montara Task Force (Gugus Tugas Montara).
“Sesuai Pak Dorodjatun, maka kami segera berkoordinasi karena tidak lama lagi akan ada pergantian anggota kabinet,” ujar Ferdi. [Anto]




