Kupang – Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana), Max Sanam, mengaku dirinya lalai karena menandatangani ribuan ijazah yang ternyata salah penulisan akreditasi perguruan tinggi (PT).
Max menyampaikan ini kepada para alumni yang datang memprotes dan berdialog di Ruang Teater, Gedung Rektorat Undana, Rabu 20 September 2023.
Terdapat 3.956 lulusan angkatan tahun 2023 yang ijazahnya salah ketik. Pada periode Juni lalu ada sekitar 1.900 ijazah dan periode September sebanyak 2.056 ijazah.
Baca juga : Undana Investigasi Cari Yang Salah Ketik 3 Ribu Ijazah
Undana mengakui penulisan nomor akreditasi perguruan tinggi pada ijazah yaitu 38/SK/BAN-PT/Akred/PT/III/2018 adalah salah. Seharusnya 121/SK/BAN-PT/Ak/PT/II/2023.

Menurut Max seluruh dokumen yang diterimanya telah lebih dahulu diteken oleh para dekan fakultas yang kemudian dilanjutkan kepadanya.
Dokumen ijazah yang diserahkan kepadanya itu pun ditanda-tanganinya hingga sehari sebelum acara wisuda.
Baca juga : Undana Salah Ketik 3.956 Ijazah, Alasan Human Error
“Itu ribuan di meja saya. Saya pulang malam. Saya ikut bertanggungjawab, harusnya saya periksa sebelum tanda tangan,” ujar dia saat berdiskusi dengan para alumni.
Ia mengaku dengan adanya tanda tangan dari para dekan sudah meyakinkan dirinya sehingga dengan terburu-buru ia menandatangani ribuan ijazah itu.
“Tapi kelemahan saya karena buru-buru saya tanda tangan saja karena semua sudah ditandatangani dekan, sudah ‘ok’. Saya ikut salah dalam hal itu. Saya tidak mungkin menghindari itu,” ungkap dia.
Baca juga : Aturan Cegah dan Tangani Kekerasan Seksual di Undana Berlaku Maret Ini
Adanya kesalahan itu maka ia pun juga telah mengeluarkan surat keterangan kesalahan penulisan nomor akreditasi PT.
Surat keterangan ini menjadi klarifikasi terhadap penulisan pada ijazah yang salah. Sementara ribuan ijazah dengan salah penulisan akreditasi PT itu pun dipastikannya tetap sah atau masih berlaku.
Apabila ada data selain akreditasi PT yang salah maka disebutnya bersumber dari alumni secara pribadi saat memberikan data dulu sebagai mahasiswa.
Baca juga : 4 Fakta Ini Picu Civitas Akademika Fisip Kompak Protes Rektor Undana
“Bisa saja indentitas yang salah ada, mereka secara pribadi lagi, berarti kita akan mengeluarkan surat keterangan (pembetulan) lagi. Ijazah salah itu bukan kesalahan dari kita loh, memang kesalahan dari mereka, contohnya identitas yang diberikan tidak lengkap,” jelas dia lagi. ***




