Jakarta – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) melalui Agree sebagai platform agrobisnis dalam payung Leap Telkom Digital berupaya mendigitalisasikan pelaku budi daya rumput laut di NTT. Platform Agree bersama Organisasi Perburuhan Internasional (International Labour Organization/ILO) mengimplementasikan teknologi digital bagi ekosistem rantai nilai rumput laut di wilayah Sumba Timur.
Project Manager Promise II Impact ILO, Djauhari Sitorus, mengatakan, pihaknya sangat antusias bermitra dengan Agree untuk mendukung penguatan digitalisasi rumput laut di NTT. Hanya dalam waktu tiga bulan menggunakan Agree, ada peningkatan transaksi perdagangan rumput laut. Apalagi, Agree juga mengirimkan Field Assistant (FA) untuk melakukan sosialisasi dan pencatatan sebagai bentuk pembinaan berkelanjutan dari kegiatan ILO. Sedangkan ILO sebelumnya telah mendatangkan ahli dan tim dari luar negeri untuk memberikan pelatihan kepada para petani rumput laut di NTT.
Baca : KKP Evaluasi Hilirisasi Rumput Laut, Investor Sudah Jajaki NTT
“Berbagai upaya yang dilakukan Telkom melalui Agree dan kerja sama dengan ILO, merupakan langkah yang sangat penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pemerataan ekonomi di NTT,” ujarnya dalam keterangan, Minggu (27/8/2023).
Seperti diketahui, teknologi digital dari Agree memudahkan melacak asal dan perjalanan suatu produk dari sumber hingga tujuan akhir. Agree Traceability membantu dalam memantau dan mencatat setiap tahapan budi daya rumput laut dari hulu hingga ke hilir, seperti pemeliharaan, pengolahan, dan distribusi produk.
Baca : Harga Rumput Laut Anjlok, Ada yang Terpaksa Jual ke Luar NTT
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan usaha budidaya rumput laut menjadi mata pencaharian utama bagi mayoritas masyarakat pesisir NTT. Berdasarkan Survei Komoditas Perikanan Potensi Rumput Laut 2021 (SKPP-RL21), ada lebih dari 10.000 rumah tangga di NTT menjalani usaha budi daya rumput laut.
Baca : Elsye Lesik Olah Rumput Laut di NTT Jadi Cemilan Sehat
Secara terpisah, Bupati Kupang Korinus Masneno mengapresiasi investor yang telah merealisasikan pembangunan pabrik pengolahan rumput laut di Desa Oematnunu, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang.
“Pembangunan pabrik rumput laut ini bisa membantu pemerintah dalam mengoptimalkan potensi sumber daya alam kelautan di Kabupaten Kupang,” kata Korinus dalam keterangan Minggu (27/8/2023).
Korinus telah melakukan peletakan batu pertama pembangunan pabrik rumput laut di Dusun 01, RT 001/ RW 001 Desa Oematnunu. Meski Kabupaten Kupang ada keterbatasan, kekurangan pengetahuan dan teknologi namun para investor tetap datang berinvestasi.
Dikatakan, pendapatan per kapita Kabupaten Kupang masih rendah sehingga diharapkan melalui pengolahan rumput laut memberi nilai tambah bagi masyarakat.
“Kewajiban Pemerintah Kabupaten Kupang hanya satu silahkan datang berinvestasi bagi semua orang yang ingin membangun di daerah ini,” kata Korinus Masneno. [Anto]




