Kupang- Panitia penyelenggara pertandingan futsal The Marcking Cup II yang finalnya berujung rusuh telah mengajukan izin keramaian ke Polres Kota Kupang. Surat izin keramaian yang ditujukan kepada Kapolres Kota Kupang bertanggal 23 Maret 2023.
Menurut salah satu penanggung jawab pertandingan futsal, Jati Oktiawan Hutajulu, persyaratan untuk izin keramaian juga sudah dilengkapi. Namun izin dari Kapolres tidak kunjung diterima panitia penyelenggara pertandingan.
“Arsip permohonan izin keramainan ada semua. Surat izin belum diterbitkan padahal surat permohonan tertanggal 23 Maret 2023,” kata Jati kepada KatongNTT.com, Jumat, 21 April 2023.
Baca juga: Kronologi Rusuh di Kupang Hingga Kondusif Hari Ini
Pertandingan futsal antar instansi yang berlangsung di GOR Flobamora, Oepoi pada 10-19 April 2023 diikuti 62 tim, termasuk dari Polda NTT dan 6 tim dari TNI. Instansi peserta pertandingan berasal dari Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan, dan Sabu Raijua.
Sebelumnya, Kapolda Nusa Tenggara Timur Johni Asadoma menjelaskan, pertandingan futsal tidak ada surat izin penyelenggaraan pertandingan futsal. Sehingga pihaknya akan memanggil dan memeriksa panitia penyelenggara.
Jati yang dihubungi pada Senin, 24 April 2023 membenarkan pemanggilan seperti yang disampaikan Kapolda NTT.
“Hari Rabu kami dipanggil untuk klarifikasi,” ujarnya.
Dia mengatakan, panitia akan menyelaskan dan menyertakan bukti saat pemeriksaan di Polda NTT.

Baca juga: Begini Aksi Segerombolan Orang Picu Rusuh di dalam GOR dan di Pos Polisi LLBK Kota Kupang
Kapolres Kota Kupang, Kombes Pol Rishian Krisna Budhiaswanto membenarkan bahwa panitia telah mengajukan izin kegiatan pertandingan futsal. Surat itu, ujarnya, diantar melalui kurir yang tidak dikenal oleh petugas yang menerima surat.
Menurut Krisna, panitia tidak dapat dihubungi untuk melengkapi persyaratan sebagai dasar Polresta mengeluarkan surat izin.
“Pihak panitia justru telah melaksanakan kegiatan tanpa adanya surat izin dari kepolisian,” kata Krisna kepada KatongNTT.com, Senin 24 April 2023.
Polresta, ujar Krisna, juga tidak menerima surat permintaan bantuan pengamanan selama pertandingan hingga babak final.
Mengenai peserta pertandingan futsal, kata Krisna, panitia juga tidak memberikan laporan.
Baca juga: Siap Hukum Prajurit, Puspom TNI Kirim Tim Investigasi ke Kupang
Final pertandingan futsal di GOR Flobamora di Kota Kupang berlangsung tertib hingga saat seorang suporter dari tim Polda NTT terjatuh dari balkon penonton ke area pertandingan. Seorang petugas keamanan dari Polisi Militer menegur dan terjadi cekcok mulut. Seorang suporter lainnya marah dan menendang punggung personil PM.
Saat itu jam sudah mendekati jam 10 malam. Suasana di dalam GOR Flobamora jadi kacau setelah segerombolan orang memaksa masuk ke dalam ruang pertandingan. Hingga pecahlah keributan dan pertandingan final tidak berlanjut. Situasi baru dapat diatasi menjelang jam 1 malam WITA.
Namun di luar GOR Flobamora, segerombolan orang melampiaskan amarahnya merusak fasilitas kendaraan milik Polda NTT. Bahkan segerombolan orang dengan mengendarai sepeda motor mendatangi rumah jabatan Kapolda NTT. Namun petugas kepolisian menghalau mereka dengan mengeluarkan tembakan peringatan. *****




