• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Jumat, April 17, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Sorotan

Strategi Bhutan Sterilisasi dan Vaksin Rabies Seluruh Anjing Jalanan, NTT Kapan?

Rita Hasugian by Rita Hasugian
2 tahun ago
in Sorotan
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Bhutan Sterli dan vaksin rabies seluruh anjing jalanan dan beri mikro chip untuk anjing peliharaan (Dok. Bhutanese)

Bhutan Sterli dan vaksin rabies seluruh anjing jalanan dan beri mikro chip untuk anjing peliharaan (Dok. Bhutanese)

0
SHARES
32
VIEWS

Kupang – Bhutan menjadi negara pertama di dunia yang mensteril dan memvaksin rabies seluruh anjing jalanan sebagai komitmen mensejahterakan hewan dan melindungi warganya.

The Bhutanese melaporkan, Kerajaan Bhutan mengambil inisiatif sterilisasi nasional yang diberi nama Program Nasional Percepatan Mengendalikan Populasi Anjing dan Rabies.

BacaJuga

Erik Saka, anak Frans Xaver Saka dan istrinya Clotilde Min Mesak menuangkan angur kolesom saat sembahyang Imlek di rumah mereka di Weluli, Kabupaten Belu, NTT. (Yanti Mesak/KatongNTT)

Tradisi Sembahyang Imlek di Weluli

3 Maret 2026
Jalan rusak parah di Desa Natarmage, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT (Yohanes Fandi/KatongNTT)

Antara Jalan Rusak, Gagal Panen, Obat Kosong dan Semarak Kemerdekaan

18 Agustus 2025

Baca juga: Bhutan, Negara Pertama di Dunia Steril dan Vaksin Seluruh Anjing Jalanan

Strategi ini dikembangkan untuk mencapai manajemen populasi anjing yang efektif dengan tujuan yang jelas,  terikat waktu, peningkatan dukungan anggaran. Selanjutnya keterlibatan pemangku kepentingan dan masyarakat yang kuat, dukungan kebijakan yang kuat, fokus pada pendekatan seluruh bangsa,  dan strategi yang jelas.

Program nasional itu bertujuan, sterilisasi anjing yang berkeliaran bebas 100 persen dan pada akhirnya bebas dari anjing yang berkeliaran.

Program negara seluas 38, 394 kilometer persegi ini untuk memastikan kepemilikan hewan peliharaan yang bertanggung jawab melalui identifikasi dan registrasi digital untuk semua anjing peliharaan.

Baca juga: Rabies Kembali Guncang TTS, Sudah 9 Orang Meninggal

Selanjutnya, untuk mengelola populasi anjing jalanan.

Program juga untuk mengendalikan rabies melalui kampanye vaksinasi yang intensif dan mencapai tujuan global “0 by 30”. Ini artinya, tidak ada kematian manusia yang disebabkan oleh rabies yang ditularkan oleh anjing pada tahun 2030.

Bhutan melalui program nasional tersebut bermaksud untuk melestarikan anjing ras asli negara itu yakni Chang-khyi. Negara kerajaan ini mendirikan Pusat Konservasi Chang-khyi.

Program dilaksanakan dengan melibatkan 12.812 personil yang telah mendapatkan pelatihan untuk peningkatan kapasitas mereka. Anggaran untuk program ini mencapai triliunan rupiah.

Baca juga: Kerugian Akibat Rabies dan Virus ASF Mendekati Realisasi PAD NTT 2022

Dalam waktu dua tahun pelaksanaan program, pencapaian luar biasa dicapai. Sterilisasi 100 persen secara nasional untuk anjing  dan vaksinasi lebih dari 90 persen.

World Animal News melaporkan program pemerintah Bhutan telah mensterilkan dan memvaksinasi lebih dari 150 ribu  anjing jalanan dan 32 ribu anjing peliharaan telah diberi mikro chip. (Ayunda)

 

Tags: #Bhutan#Bhutansterilisasianjingjalanan#sterilisasianjing#VaksinRabies
Rita Hasugian

Rita Hasugian

Baca Juga

Erik Saka, anak Frans Xaver Saka dan istrinya Clotilde Min Mesak menuangkan angur kolesom saat sembahyang Imlek di rumah mereka di Weluli, Kabupaten Belu, NTT. (Yanti Mesak/KatongNTT)

Tradisi Sembahyang Imlek di Weluli

by Yanti Mesak
3 Maret 2026
0

Untuk menyambut Tahun Baru Imlek 2577 yang dimulai pada 17 Februari 2026 dan berakhir pada 3 Maret 2026, keluarga Frans...

Jalan rusak parah di Desa Natarmage, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT (Yohanes Fandi/KatongNTT)

Antara Jalan Rusak, Gagal Panen, Obat Kosong dan Semarak Kemerdekaan

by Difan Fandi
18 Agustus 2025
0

Desa Natarmage - Pagi itu, saya berangkat dari Desa Pruda menuju Natarmage, Kecamatan Waiblama, untuk mengikuti perayaan HUT RI ke-80...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati