Kupang – Republik Demokratik Timor Leste (RDTL) memperingati 22 tahun kemerdekaannya dengan berbagai capaian termasuk indeks demokrasi terbaik di ASEAN.
Hari Restorasi Kemerdekaan ke-22 pada 20 Mei 2024 ini pun dirayakan dengan upacara bendera termasuk di Konsulat Timor Leste di Kupang.
Konsul RDTL untuk Indonesia di Kota Kupang, Joaquim Jacob Da Silva Fernandes, bersama mahasiswa dan rohaniawan asal Timor Leste di Kupang turut memperingati peristiwa penting ini.
Baca juga : Buka Konjen, Bali Usul Kerja Sama Pendidikan & Kesehatan ke Timor Leste
Kendati Timor Leste telah melewati berbagai rintangan, kata dia, namun upaya memaksimalkan sumber daya manusia terus jadi pendongkrak utama selama 2 dekade ini.
Seiring dengan itu ada perubahan konkrit yang terjadi, misalnya tenaga dokter, termasuk dokter spesialis dan lainnya, yang bisa mencapai 2000 orang. Jumlah ini lebih banyak dibandingkan saat mereka masih dikuasai Indonesia.
Rasio dokter di Timor Leste pun menduduki peringkat di atas Indonesia melansir Index Mundi di tahun 2023. Timor Leste mendapat peringkat 127 sedangkan Indonesia di posisi 139 di dunia.
Baca juga : Alasan Melayat, Puskesmas Oebobo Tutup Total
Index Mundi sendiri menghimpun data dari Global Health Workforce Statistics milik Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Selain itu, kata Joaquim, demokrasi Timor Leste juga mendapat pengakuan dunia sebagai yang terbaik di kawasan Asia Pasifik.

Demokrasi Timor Leste memang masih lebih baik dari Indonesia yaitu di peringkat ke-60 di dunia dan peringkat teratas di ASEAN. Sementara melansir laporan yang sama, Democracy Report 2023, Indonesia ada pada peringkat ke-79 dunia dan peringkat ke-2 di ASEAN.
“Ini momen bagi saya dan masyarakat Timor Leste tentunya sangat spesial karena sudah 22 tahun dan harapan kita ke depannya dapat lebih baik untuk kemakmuran masyarakat,” tukasnya.
Baca juga : Ai Uhik Kuhus, Ubi Kukus Khas Perbatasan Indonesia-Timor Leste
Ia mengatakan peningkatan infrastruktur dan ekonomi di Timor Leste terus didorong. Bumi Loro Sae juga makin memperkuat instansi pemerintahan dalam tahun ini guna mencapai tujuan jangka panjang dalam bernegara.
“Ada tantangan dan rintangan, walaupun ada perbedaan tetapi semua punya tujuan yang sama untuk pembangunan dan kemakmuran negara,” lanjut Joaquim.
Hubungan dengan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berbatasan langsung dengan RDTL pun sangat erat terutama dalam sektor ekonomi. Ia menyampaikan investasi dan ekspor ke Dili, Ibu Kota Timor Leste, terus berlanjut.

Baca juga: Tidak Ada Beras Ilegal ke Timor Leste, Stok Lebaran Dalam Perjalanan
Sebelumnya, Joaquim dalam upacara kemerdekaan Timor Leste juga mengenang para pahlawan di negaranya yang telah menyerahkan diri untuk hari bersejarah dan emosional tersebut.
Joaquim pun berpesan kepada generasi muda untuk mengasah diri agar dapat berkontribusi dan mengisi kemerdekaan mereka.
Joaquim saat diwawancarai pun mengenang peristiwa tragis di 12 November 1991. Ia terkena 3 tembakan kala itu. Peristiwa ini lalu dikenal dengan Tragedi Santa Cruz. Saat itu tentara Indonesia menembaki para demonstran hingga lebih dari 200 orang tewas. Kini masih banyak yang dilaporkan hilang. Ia turut menyaksikan kejadian perih ini. ***




