• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Kamis, Juli 2, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Bisnis

Timpang Jauh Jumlah Warga Miskin Desa dan Kota di NTT

Tim Redaksi by Tim Redaksi
2 tahun ago
in Bisnis
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Akses dan Geografis NTT Pengaruhi Penyaluran Beras Bantuan Pangan 

Warga kurang mampu mengantre untuk menerima bantuan pangan di Kantor Pos Indonesia. (Putra Bali Mula - KatongNTT)

0
SHARES
57
VIEWS

Kupang – Jumlah penduduk miskin di Nusa Tenggara Timur (NTT) turun tahun ini namun disparitas antara penduduk miskin di desa dan perkotaan masih cukup besar.

Badan Pusat Statistik (BPS) NTT per Maret 2024 ini mencatat total penduduk miskin di NTT sudah 1.127.570 orang. Jumlahnya memang turun dari 1.141.110 orang per Maret 2023.

BacaJuga

Produk olahan hasil laut NTT oleh UMKM CV Elitism di Kupang Exotic Festival 2025 di halaman kantor Gubernur NTT, 26 Juni 2025. (Rita Hasugian/KatongNTT)

UMKM NTT Mulai Olah Hasil Laut Jadi Produk Unggulan

29 Juni 2025
Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

12 September 2024

Namun untuk gap atau disparitas antara penduduk miskin di kota dan desa masih terpaut hampir 15 persen.

Baca juga: Caleg Miskin Gagasan Andalkan Politik Uang

BPS NTT mengungkap penduduk miskin di pedesaan ada 995,96 ribu orang sedangkan penduduk miskin di perkotaan 131,61 ribu orang.

Kepala BPS NTT, Matamira B Kale, dalam rilisnya 1 Juli 2024 menyebut jumlah ini memang timpang atau cukup jauh kesenjangannya.

“Jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan dan pedesaan berbeda cukup signifikan. Tingkat kemiskinan di perkotaan 8,57 persen sedangkan di pedesaan masih 23,41 persen. Gapnya cukup besar,” tandas dia.

Baca juga :Indeks Ketimpangan Gender di NTT Turun

Garis kemiskinan per kapita di NTT pun sebesar Rp 527.275 atau naik 3,96 persen dari Maret 2023. Kebutuhan akan makanan mendorong 76,61 persen naiknya garis kemiskinan di NTT.

Namun begitu, papar Matamira, garis kemiskinan di perkotaan masih lebih tinggi dibandingkan garis kemiskinan di pedesaan.

Pada wilayah perkotaan garis kemiskinan meningkat 3,88 persen atau dari Rp 614.436 menjadi Rp 638.261. Sementara di pedesaan garis kemiskinannya Rp 472 ribu jadi Rp 489 ribu.

Komoditas makanan dalam kontribusinya terhadap garis kemiskinan perkotaan ini terdiri dari 30,78 persen kebutuhan beras; 6,79 persen rokok; 2,56 persen ikan kembung, tuna, tongkol, cakalang; juga 2,44 persen telur ayam ras.

Baca juga : NTT Yang Miskin Selama 8 Gubernur Berganti

Kemudian kontribusi terbesar dari komoditas non makanan yaitu 10,94 persen dari perumahan; 2,54 persen dari bensin; 2,34 persen dari pendidikan; maupun 1,38 persen dari listrik.

Sebelumnya ia mengatakan pengukuran ini berdasarkan konsep ekonomi atau bukan berdasarkan konsep kemiskinan multidimensi.

Konsep ekonomi ini mengukur bagaimana masyarakat memenuhi kebutuhan dasar baik untuk makanan dan non makanan.

Standar kebutuhan makanan sendiri dinilai cukup jika mengonsumsi 2.100 kilo kalori per kapita. Sementara satu keluarga di NTT rata-rata 5 sampai 6 orang anggota keluarga dengan pendapatan Rp 3 juta saja.

“Rata-rata satu rumah tangga miskin di NTT itu memiliki 5 sampai 6 anggota rumah tangga atau rata-ratanya 5,75. Kemudian kita kalikan dengan angka garis kemiskinan dan kita peroleh sekitar Rp 3 juta per keluarga miskin,” jelas Matamira. ***

Tags: #BPSNTT#PendudukmiskinNTT#WargaMiskinDesa#WargaMiskinKota
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Produk olahan hasil laut NTT oleh UMKM CV Elitism di Kupang Exotic Festival 2025 di halaman kantor Gubernur NTT, 26 Juni 2025. (Rita Hasugian/KatongNTT)

UMKM NTT Mulai Olah Hasil Laut Jadi Produk Unggulan

by Rita Hasugian
29 Juni 2025
0

Di tengah laut biru dan pantai berpanorama indah, potensi ekonomi dari hasil laut di Nusa Tenggara Timur masih tersembunyi di...

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

by Rita Hasugian
12 September 2024
0

Boleh jadi kita tidak pernah terlintas cari tahu tentang jenis jagung yang kita konsumsi, apakah berasal dari bibit jagung lokal...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati