• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Selasa, April 28, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Bisnis

TJPS Gagal Cegah Warga NTT Jadi PMI Ilegal

Tim Redaksi by Tim Redaksi
3 tahun ago
in Bisnis
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Pemprov NTT menyiapkan anggaran melalui skema kemitraan untuk program Tanam jagung panen sapi (Humas Pemprov NTT for KatongNTT)

Pemprov NTT menyiapkan anggaran melalui skema kemitraan untuk program Tanam jagung panen sapi (Humas Pemprov NTT for KatongNTT)

0
SHARES
107
VIEWS

Kupang – Program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) nyatanya belum dapat menarik minat warga Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk memanfaatkan sumberdaya di daerah sendiri.

Menurut Kepala Dinas Koperasi, Ketenagakerjaan, Transmigrasi Provinsi NTT, Sylvia Peku Djawang, jumlah PMI non prosedural tak kunjung berkurang. Program TJPS pun dinilai tak berdampak signifikan bagi kemandirian masyarakat NTT di tanah sendiri.

BacaJuga

Produk olahan hasil laut NTT oleh UMKM CV Elitism di Kupang Exotic Festival 2025 di halaman kantor Gubernur NTT, 26 Juni 2025. (Rita Hasugian/KatongNTT)

UMKM NTT Mulai Olah Hasil Laut Jadi Produk Unggulan

29 Juni 2025
Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

12 September 2024

“Bukan berarti tidak ada perubahan, ada tapi tidak bisa menurunkan minat orang untuk bekerja di luar dan tidak semua orang punya lahan yang luas dan punya sarana prasarana produksi. Ini yang jadi pemicu,” tukas dia.

Baca juga : Petani Jagung NTT Kesulitan Pemasaran

Menurut Sylvia dalam diskusi soal tindak pidana perdagangan orang (TPPO) beberapa waktu lalu, program ini pun tidak merubah signifikan bidang pertanian.

“TJPS itu sebenarnya sangat berguna bagi petani mengalihkan pendapatan pada urusan kewirausahaan ketimbang konsumtif saja. Tapi kita lihat bahwa program ini baru berjalan 3 tahunan dan hasilnya belum memenuhi akses bagi seluruh petani,” ujar sarjana pertanian ini.

Baca juga : Pabrik Pakan Ternak di NTT Belum Terwujud, Terkendala Produksi TJPS

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, dalam pidato HUT RI terakhirnya menyebut program TJPS memiliki peningkatan luas lahan.

Program ini memiliki dua pola. Pertama, Pola Reguler dari tahun 2019 – 2021 yang mana pemerintah menyiapkan sarana produksi bagi petani.

Kemudian Pola Kemitraan pada 2022 – 2023 TJPS dilaksanakan tanpa APBD atau petani secara mandiri membiayai usaha taninya didukung ekosistem keuangan.

Baca juga : Soal TJPS, Petani di Daratan Timor Disebut Belum Mandiri

Pada tahun 2019, luas panen yaitu 2.017,53 hektar dan total produksi mencapai 9.538,9 ton. Kemudian di 2022 luas panen 95.403 hektar yang kapasitas produksi 297.657 ton. Untuk 2023 ini, ditargetkan luas area tanam sebesar 300.000 hektar di seluruh NTT.

Ekspor jagung curah sempat dilakukan ke Surabaya yakni sebanyak 1.000 ton dari Kabupaten Sumba Barat Daya pada 2022 lalu. ****

Tags: #tjps
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Produk olahan hasil laut NTT oleh UMKM CV Elitism di Kupang Exotic Festival 2025 di halaman kantor Gubernur NTT, 26 Juni 2025. (Rita Hasugian/KatongNTT)

UMKM NTT Mulai Olah Hasil Laut Jadi Produk Unggulan

by Rita Hasugian
29 Juni 2025
0

Di tengah laut biru dan pantai berpanorama indah, potensi ekonomi dari hasil laut di Nusa Tenggara Timur masih tersembunyi di...

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

by Rita Hasugian
12 September 2024
0

Boleh jadi kita tidak pernah terlintas cari tahu tentang jenis jagung yang kita konsumsi, apakah berasal dari bibit jagung lokal...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati