• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Minggu, Agustus 16, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Pilihan Editor

Transpuan Meninggal, Polisi Tahan Siswa SMA dan Anak DPRD

Tim Redaksi by Tim Redaksi
3 tahun ago
in Pilihan Editor, Sorotan
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Desy Sasmita, transpuan asal Ayotupas, NTT yang ditemukan warga sudah babak belur di emperan toko di Maulafa, Kupang, NTT pada subuh 23 Desember 2024 (ist)

Desy Sasmita, transpuan asal Ayotupas yang ditemukan warga sudah babak belur di emperan toko di Maulafa, Kupang, NTT pada 23 Desember 2024 (ist)

0
SHARES
3k
VIEWS

Kupang – Desy Sasmita atau Oktovianus Tafuli, seorang transpuan ditemukan babak belur dan bersimbah darah Sabtu pagi, 23 Desember 2023. Ia kemudian dinyatakan meninggal dunia di Rumah Sakit Leona.

Polresta Kupang Kota saat ini menahan beberapa orang diduga pelaku yang mengakibatkan Desy ditemukan terkapar di Jalan Amabi, Maulafa, Kota Kupang .

BacaJuga

Hotel Sasando International (Dok.KatongNTT)

Setengah Hati Merawat Hotel Sasando

13 Agustus 2026
Lima perempuan anggota Forum Pelangi Kasih dii Kota Kupang yang melahirkan dan membesarkan anak-anak mereka sebagai LGBTQ+. Anak-anak mereka sering diejek, didisrkiminasi, dan dilecehkan. (Dok. KatongNTT)

Dipeluk Ibu Saat Dunia Menolak, Cerita dari Forum Pelangi Kasih Kupang

3 Juli 2026

Autopsi terhadap jasad warga Desa Ayotupas ini juga sudah dilakukan pada Minggu 24 Desember 2023 di Rumah Sakit Bhayangkara. Autopsi berlangsung selama 2 jam.

Baca juga : Mahasiswa Coba Bunuh Diri, Rektor Undana Soroti Dosen dan Layanan Psikolog

Menurut Kasubbiddokpol Biddokes RSB Titus Uly Kupang AKBP dr Edi Syahputra Hasibuan, ada beberapa temuan yang mencurigakan dan pihaknya sudah mengambil beberapa sampel.

Kapolresta Kupang Kota Kombes Pol Risihan Krisna Budhiaswanto sendiri menyampaikan sudah 3 tersangka yang ditahan dan 1 tersangka masih dalam pengejaran.

Kematian Desy diduga dipicu keributan dengan para pelaku di lokasi kejadian.

“Ada 4 yang diduga sebagai pelaku, 3 sudah diamankan dan 1 orang masih dalam pengejaran,” kata Krisna dalam keterangannya Rabu 27 Desember 2023.

Baca juga : Perekrut Pekerja Ilegal di NTT Bongkar Keterlibatan Perusahaan Sawit Kalteng

Terdapat 2 siswa SMAN 7 Kupang kelas XI yang terlibat dalam kasus ini sekaligus seorang anak anggota DPRD Kota Kupang dari Partai Demokrat Djuneidi Kana atau Edi Kana.

Caleg Dapil Kecamatan Maulafa ini juga sempat mendatangi Mapolresta Kupang Kota pada Rabu 27 Desember 2023.

“Masih kita telusuri itu,” jelas Krisna menanggapi keterlibatan anak anggota dewan tersebut.

Dalam waktu dekat, kata dia, pelaku lainnya yang buron juga akan segera diamankan dan perkembangan kasus ini akan diinformasikan ke publik.

Baca juga : Lembaga Publik Yang Tak Beri Informasi Pada Masyarakat Bisa Dipidana

Desy sebelumnya ditemukan oleh polisi dalam kondisi mengenaskan pagi itu kemudian dibawa ke RS Leona. Wajahnya lebam, memar, dan penuh darah.

Komunitas Independent Men of Flobamora atau IMoF pun pada hari kejadian mewakili keluarga agar perawatan terhadap Desy dapat dilakukan. Namun nyawa transpuan ini tidak lagi dapat diselamatkan. Oleh keluarganya jenazah akan disemayamkan di kampung halamannya di Kabupaten Kupang.

Desy berusia 33 tahun dan telah lama merantau di Kota Kupang. Profesinya adalah perias yang melayani ke berbagai tempat dan tinggal di bilangan Oesapa. Sehari menjelang kematiannya, transpuan ini sempat melayani seorang pelanggan tetapnya di wilayah Sikumana. ***

Tags: #dprdkotakupang#IMoF#Kotakupang#SMAKupang#transpuan
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Hotel Sasando International (Dok.KatongNTT)

Setengah Hati Merawat Hotel Sasando

by Rita Hasugian
13 Agustus 2026
0

KatongNTT – Suara Johanes Tenggas, 50 tahun datar menjawab pertanyaan tim transisi dari PT Flobamor, BUMD Provinsi NTT pada Senin,...

Lima perempuan anggota Forum Pelangi Kasih dii Kota Kupang yang melahirkan dan membesarkan anak-anak mereka sebagai LGBTQ+. Anak-anak mereka sering diejek, didisrkiminasi, dan dilecehkan. (Dok. KatongNTT)

Dipeluk Ibu Saat Dunia Menolak, Cerita dari Forum Pelangi Kasih Kupang

by KatongNTT
3 Juli 2026
0

Kupang –Suara tawa lepas lima perempuan lansia memenuhi ruang tamu rumah Pendeta emeritus Aplonia Mariana Mba’u-Lidda pekan terakhir April lalu....

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati