• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Senin, Maret 9, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Sorotan

Perekrut Pekerja Ilegal di NTT Bongkar Keterlibatan Perusahaan Sawit Kalteng

Tim Redaksi by Tim Redaksi
3 tahun ago
in Sorotan
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Perekrut Pekerja Ilegal di NTT Bongkar Keterlibatan Perusahaan Sawit Kalteng

Kapolres Kupang Kota, Rishian Krisna Budhiaswanto, menanyai korban TPPO yang hendak dikirim ke Kalimantan. (Putra Bali Mula - KatongNTT)

0
SHARES
74
VIEWS

Kupang – Nama PT KMJ, perusahaan kelapa sawit di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) muncul dalam perekrutan ilegal 19 warga Timor Tengah Selatan (TTS), NTT.

Mesak Hala selaku perekrut membongkar nama perusahaan tersebut usai diamankan Tim Polsek Alak yang dipimpin Kapolsek Alak, Kompol Edy.

BacaJuga

Erik Saka, anak Frans Xaver Saka dan istrinya Clotilde Min Mesak menuangkan angur kolesom saat sembahyang Imlek di rumah mereka di Weluli, Kabupaten Belu, NTT. (Yanti Mesak/KatongNTT)

Tradisi Sembahyang Imlek di Weluli

3 Maret 2026
Jalan rusak parah di Desa Natarmage, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT (Yohanes Fandi/KatongNTT)

Antara Jalan Rusak, Gagal Panen, Obat Kosong dan Semarak Kemerdekaan

18 Agustus 2025

Pria asal Kecamatan Amanatun Utara, Kabupaten TTS ini merekrut orang-orang dari kabupatennya sendiri atas pesanan PT KMJ. Imbalannya Rp 200 ribu per orang.

Baca juga : 19 Orang Calon Pekerja Ilegal Digagalkan ke Kalimantan Tengah

Mesak memang pernah bekerja di PT KMJ namun berhenti. Belum lama ini pria 29 tahun tersebut ditelepon kembali oleh PT KMJ melalui seorang staf perusahaan. Ia ditawarkan merekrut 33 pekerja secara ilegal dengan iming-iming gaji Rp 3.5 juta per bulan.

Mesak memang berhasil merekrut 19 orang yang kemudian ditampung di rumah seorang bernama Musa Napa. Rumahnya berada di RT 024/RW 007, Kelurahan Alak, Kota Kupang.

Musa juga dimintanya membelikan 33 tiket KM Bukit Siguntang rute Kupang – Nunukan. Mesak menyerahkan Rp. 15,8 juta untuk membeli 33 tiket, sedangkan harga per tiket Rp 439 ribu. Musa untung Rp 1,3 juta dari pembelian tiket itu.

Baca juga : Penjual Orang di Malaka Punya Bos di Malaysia

Musa sendiri dibantu seorang bernama Welem Ronal Rihi untuk membeli tiket. Pada Jumat 9 Juni 2023 mereka bertemu di ruang check in Pelabuhan Tenau Kupang untuk transaksi.

Namun Polsek Alak berhasil menggagalkan aksi perekrut dan penampung pekerja ilegal ini pada Sabtu 10 Juni 2023, beberapa jam sebelum jadwal keberangkatan.

19 orang pekerja ilegal bersama perekrut telah diserahkan ke Satreskrim Polresta Kupang Kota untuk dilakukan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.

Baca juga : Pemain Lama Jejaring TPPO di NTT Ditangkap Polisi

Kapolres Kupang Kota, Kombes. Pol. Rishian Krisna Budhiaswanto, menyampaikan para korban diyakinkan oleh Mesak melalui telepon untuk bekerja di PT KMJ.

“Dari interogasi sementara ini memang ada hal-hal yang perlu didalami lagi. Mereka kita amankan saat akan berangkat menggunakan kapal. Ini perlu kita lakukan mengingat NTT menjadi provinsi yang rawan perdagangan orang,” sebut Krisna. ****

Tags: #KalimantanTengah#kasuspenjualanorang#Mafiaperdaganganorang#pekerjailegal#penjualanorang#perusahaansawit#PTKMJ#RekrutmenIlegal#TPPONTT#TPPOTTS
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Erik Saka, anak Frans Xaver Saka dan istrinya Clotilde Min Mesak menuangkan angur kolesom saat sembahyang Imlek di rumah mereka di Weluli, Kabupaten Belu, NTT. (Yanti Mesak/KatongNTT)

Tradisi Sembahyang Imlek di Weluli

by Yanti Mesak
3 Maret 2026
0

Untuk menyambut Tahun Baru Imlek 2577 yang dimulai pada 17 Februari 2026 dan berakhir pada 3 Maret 2026, keluarga Frans...

Jalan rusak parah di Desa Natarmage, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT (Yohanes Fandi/KatongNTT)

Antara Jalan Rusak, Gagal Panen, Obat Kosong dan Semarak Kemerdekaan

by Difan Fandi
18 Agustus 2025
0

Desa Natarmage - Pagi itu, saya berangkat dari Desa Pruda menuju Natarmage, Kecamatan Waiblama, untuk mengikuti perayaan HUT RI ke-80...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati