• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Jumat, Desember 5, 2025
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Sorotan

UI Kembangkan untuk Interior Pesawat, Tanaman Sisal Pernah Ditanam di Sumba Timur

Sisal penghasil serat dapat berkembang secara baik pada lingkungan yang tandus, panas dengan karakteristik tanah yang kering.

Tim Redaksi by Tim Redaksi
2 tahun ago
in Sorotan
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Pernah Dikembangkan di Sumba, Tanaman Sisal Hasilkan Serat Alami

Ilustrasi tanaman sisal (Ist)

0
SHARES
57
VIEWS

Jakarta – Sisal (Agave sisalana) dikenal sebagai penghasil serat alami di Indonesia. Mahasiswa dari Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia (UI), mengembangkan serat sisal menjadi bahan alternatif interior pesawat. Tanaman ini pernah dikembangkan di Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) beberapa tahun lalu dalam skala yang terbatas.

Laman resmi Universitas Indonesia (UI) menyebutkan lima mahasiswa yang tergabung dalam tim Kutech Engineering itu berhasil menciptakan inovasi material pesawat terbang yang berkelanjutan. Pilihan pada material alami serat sisal atau sisal fiber itu karena lebih ramah lingkungan untuk menggantikan penggunaan karbon dan kaca pada bagian interior pesawat.

BacaJuga

Jalan rusak parah di Desa Natarmage, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT (Yohanes Fandi/KatongNTT)

Antara Jalan Rusak, Gagal Panen, Obat Kosong dan Semarak Kemerdekaan

18 Agustus 2025
Kampung adat Ratenggaro di Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT (Dok.Antara)

Bukan Hanya Soal Dipalak: Belajar dari Ribut-ribut Jajago di Sumba

23 Mei 2025

Baca : Korban Pertama Rabies di Timor Leste, NTT Alami Kesulitan Pengendalian

Josiah Enrico Syefatiawan, salah seorang anggota tim, mengatakan ide tersebut didorong untuk mengembangkan teknologi yang mendukung keberlanjutan dalam industri penerbangan. Selain dimanfaatkan secara tradisional, sisal fiber memiliki potensi sebagai material dalam industri pesawat terbang dan otomotif.

“Kami mencari solusi alternatif dalam material pesawat dengan memanfaatkan bahan alam seperti sisal fiber yang memiliki potensi sebagai penguat untuk komposit polimer,” ujarnya belum lama ini.

Seperti diketahui, sisal merupakan tanaman penghasil serat alam yang sangat potensial dengan keunggulan serat yang kuat, tahan terhadap kadar garam tinggi, dapat diperbaharui, dan ramah lingkungan. Awalnya, serat sisal banyak digunakan untuk membuat tali-temali, seperti tali pengikat daun tembakau di Madura dan karung goni untuk kemasan produk pertanian. Namun, saat ini, serat alam sisal dapat diaplikasikan secara lebih luas, termasuk untuk keperluan industri rumah tangga hingga komponen interior mobil.

Baca : Demak Promosi Varietas Baru, Sorgum di Sumba Timur Masih Rencana

Informasi yang dihimpun KatongNTT.com menyebutkan tanaman endemik asal Meksiko ini pertama kali dibawa ke Indonesia pada abad ke-17. Jika ditinjau dari habitatnya, tanaman ini dapat berkembang secara baik pada lingkungan yang tandus, panas dengan karakteristik tanah yang kering.

Sekilas, tanaman sisal memang tampak seperti lidah buaya atau Aloe vera, hanya saja dengan ukuran daun yang lebih besar, tebal dan juga lebih panjang.

Pada tahun 2014 lalu, pernah dilakukan uji coba pengembangan sisal di Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Saat itu, tanaman penghasil serat sudah mulai diujicobakan di kawasan Melolo. Adapun pihak yang melakukan fasilitasi adalah Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigasi (Kemendes PDTT) yang disambut baik oleh Pemerintah Kabupaten Sumba Timur.  Uji coba tersebut dinilai berhasil, tidak saja di NTT tapi juga di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Saat itu, Direktur Jenderal Pengembangan Kawasan Transmigrasi, Kemendes PDTT, HM Nurdin pernah mengatakan pengembangan Melolo merupakan upaya mempercepat pembangunan kawasan transmigrasi melalui  konsep Kota Mandiri Terpadu (KMT). Hal itu ditempuh melalui kerja sama dengan pihak ketiga dengan pola investasi. Tujuannya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mengurangi kemiskinan dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat. [Anto]

Tags: #Agave sisalana#Serat#Sisal#Sumba TimurUniversitas Indonesia
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Jalan rusak parah di Desa Natarmage, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT (Yohanes Fandi/KatongNTT)

Antara Jalan Rusak, Gagal Panen, Obat Kosong dan Semarak Kemerdekaan

by Difan Fandi
18 Agustus 2025
0

Desa Natarmage - Pagi itu, saya berangkat dari Desa Pruda menuju Natarmage, Kecamatan Waiblama, untuk mengikuti perayaan HUT RI ke-80...

Kampung adat Ratenggaro di Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT (Dok.Antara)

Bukan Hanya Soal Dipalak: Belajar dari Ribut-ribut Jajago di Sumba

by PriyaHusada
23 Mei 2025
0

Ketika video viral tentang wisatawan merasa dipalak di Ratenggaro bikin geger, NTT dihadapkan lagi pada pertanyaan lama: Apakah kita sudah...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati