• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Rabu, April 29, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Perempuan dan Anak

Ibu dan Nenek di Kupang Rela Berjam-jam Menanti Beras Murah Bulog

Tim Redaksi by Tim Redaksi
2 tahun ago
in Perempuan dan Anak
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Ibu dan Nenek di Kupang Rela Berjam-jam Menanti Beras Murah Bulog

Seorang nenek tersenyum usai membeli beras murah Bulog. (Putra Bali Mula - KatongNTT)

0
SHARES
64
VIEWS

Kupang – Seorang ibu membawa 3 anak kecilnya di tengah hiruk pikuk menunggu beras murah tiba. Beberapa ibu mendekap anak mereka yang terkantuk-kantuk sambil menyusu. Beberapa nenek merenung di tempat yang teduh. Sekelompok bapak sedang sibuk membahas berbagai hal di tempat parkiran agar mengusir jenuh.

Mereka semua berkumpul sejak pagi di halaman Gereja Koinonia Kota Kupang menunggu kehadiran Bulog. Matahari makin lurus dengan ubun-ubun, terik kian menyengat halaman gereja, namun beras murah yang mereka butuh belum juga muncul.

BacaJuga

Para peserta Diskusi Komunitas Breaking Barries, Building Feature #KickOutGBV# berfoto bersama dilatari bola untuk olahraga sepak bola di Jakarta, 6 Maret 2026. (Foto: Magdalene)

Sepak Bola Jadi Wadah Promosi Ruang Aman untuk Perempuan

10 Maret 2026

Sewindu Komunitas Lakoat Kujawas, Jatuh Bangun Melestarikan Budaya Mollo

19 Februari 2026

Baca juga : Beras Mahal Sepanjang Sejarah Berdampak Lanjutan di NTT

Sebenarnya sudah dijanjikan pasar murah dari Bulog ini dimulai jam 10 pagi. Bulog membuat pasar ini di tiga titik pada Sabtu 2 Maret 2024. Salah satu titiknya di gereja itu kemudian di arena Car Free Day dan Gereja Bait-El Nunhila. Namun masyarakat sudah datang sejak jam 8 pagi.

Para ibu dan nenek membeli beras murah dari Bulog. (Putra Bali Mula – KatongNTT)

Rupanya Bulog pun lebih telat sejam dari yang dijanjikan. Hari sudah sangat panas dan semuanya berpeluh. Mereka mengerumuni dua mobil boks yang berhenti di tengah-tengah halaman gereja. Beras murah yang ditunggu-tunggu nampak di depan mata. Mereka berdesak-desakan. Ibu-ibu kerepotan dengan anak-anak mereka yang terselip dalam kerumunan. Beberapa bapak menyerobot nenek-nenek untuk berada di baris terdepan. Ibu-ibu yang tak sabaran juga mengambil jalur belakang tapi petugas kukuh tak mau melayani.

Baca juga : Salah Data, Bantuan Pangan Beras Bagi NTT Lambat Datang

Mereka beramai-ramai saling himpit untuk mendapat beras berlabel stabilisasi pasokan dan harga pasar (SPHP). Tiap orang dibolehkan membeli 2 karung yang berukuran 5 kilogram dengan membayar Rp 110 ribu.

Bila di pasar mereka hanya dibolehkan membeli sekarung saja seharga Rp 57.500. Di pasar murah ini harga.beras Bulog lebih murah Rp 5 ribu daripada harga di pasar.

Bulog juga menjual beras premium Rp 145 ribu seukuran 10 kilogram tapi hanya segelintir orang yang meminatinya. Ada pula dijual bawang dan minyak goreng. Namun hanya beras SPHP yang lebih cepat terjual.

Baca juga : Harga Naik, Bulog NTT Hanya Bisa Serap Beras di Ngada 

Nenek Fransina Funu juga mengincar beras SPHP yang lebih murah. Wanita 66 tahun ini sudah berjam-jam menanti. Fransina datang sebelum jam 8 pagi karena khawatir tak kebagian. Ia meninggalkan rumah setelah menghabiskan minuman penunda lapar tapi perut kosongnya kini minta diisi. Fransina lapar sekali.

“Su dari tadi sekali, su lapar,” katanya sambil memeluk beras yang ia dapat.

Nenek Fransina Funu menggendong beras SPHP yang ia beli dari Bulog. (Putra Bali Mula – KatongNTT)

Hanya beras itu saja yang ia boyong dari sekian sembako yang dijual Bulog di siang terik itu. Beras SPHP itu untuk santapan 9 orang di rumah nenek bertubuh kecil ini.

Warga Kelurahan Nunleu ini tinggal serumah dengan putri tunggalnya yang sudah berkeluarga. Ia, putrinya, menantu dan cucu-cucunya biasa menghabiskan 40 kilogram beras per bulan. Sebenarnya ia ingin membeli 3 karung beras SPHP tapi aturan Bulog tak membolehkan.

Baca juga : Oma Bulan 43 Tahun Jual Kue di Kupang Andalkan Modal Sendiri

“Tadi mau tiga karung tapi sonde bisa dong bilang,” keluhnya.

Lansia ini hidup dari dana pensiun sang suami yang telah berpulang ketika anaknya baru masuk sekolah dasar. Menantunya bekerja di koperasi. Harga beras yang terus meninggi sudah tentu mempengaruhi kebutuhan keluarganya sejak Desember 2023.

Pasar dadakan di Sabtu siang itu adalah kesempatan paling masuk akal baginya. Ia rela datang lebih awal walau ujung-ujungnya harus berimpitan dengan pembeli lainnya.

“Cucu dong makan apa nanti kalau sonde dapat beras?” ungkapnya.

Baca juga : El Nino, Inflasi, dan Makan Tanpa Beli

Warga kelurahan lain juga ikut berebut membeli beras murah di Gereja Koinonia. Misalnya seorang ibu bersama bayinya dari Kelurahan Naimata yang menenteng dua karung beras. Bayinya tertidur dalam kain jarik yang menyilang di tubuhnya.

Harga beras capai Rp 17 ribu di Pasar Oeba Kota Kupang. (Putra Bali Mula – KatongNTT)

Kenaikan harga beras sudah terjadi di Kota Kupang sekitar empat bulan terakhir atau sejak akhir 2023. Naiknya harga beras terjadi setelah Natal dan Tahun Baru. Saat itu stok beras masih tersedia.

Kini harga beras premium di NTT per 1 Maret 2024 ini mencapai Rp 16.930 atau atau kini dijual Rp 17 ribu per kilogram dari seharusnya harga eceran tertinggi (HET) Rp.14.400/kg.

Baca juga: NTT Yang Miskin Selama 8 Gubernur Berganti

Untuk harga beras medium seharusnya HET Rp 11.500/kg namun harga di pasaran naik hingga Rp 15.130/kg atau dijual Rp 15.500.

Bulog pada 26 Februari lalu menyebut penyaluran beras SPHP di NTT per Januari 2024 sebanyak 2.363 ton dan di Februari 2.640 ton sehingga totalnya sudah 5.000 ton.

Realisasi kegiatan beras SPHP di ritel modern seperti mal.hingga Alfamart dan Indomaret di NTT selama 2024 ini pun hanya 73 ton yaitu 38 ton di Januari dan 35 ton di Februari ini.

Beras murah Bulog ini untuk menekan lonjakan harga pasar namun faktanya harga beras tetap di atas HET. Mahalnya beras ini diperkirakan akan terus berlangsung saat momentum Ramadhan tahun ini. ***

Tags: #Antreberasmurah#BerasmahaldiNTT#Berasmurah#BerasSPHP
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Para peserta Diskusi Komunitas Breaking Barries, Building Feature #KickOutGBV# berfoto bersama dilatari bola untuk olahraga sepak bola di Jakarta, 6 Maret 2026. (Foto: Magdalene)

Sepak Bola Jadi Wadah Promosi Ruang Aman untuk Perempuan

by KatongNTT
10 Maret 2026
0

Siapa yang tidak kenal sepak bola, jenis olahraga paling populer seantero Indonesia bahkan dunia. Untuk merayakan Hari Perempuan Internasional pada...

Sewindu Komunitas Lakoat Kujawas, Jatuh Bangun Melestarikan Budaya Mollo

by Yanti Mesak
19 Februari 2026
0

Komunitas Lakoat Kujawas adalah salah satu komunitas yang berada di Desa Taiftop, Kecamatan Mollo Utara, Kabupaten Timor Tengah Selatan, NTT....

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati