Jakarta – Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi kawasan untuk memperluas areal produksi udang nasional. Namun, legalitas lahan diduga menjadi kendala mengejar target produksi udang hingga 2 juta ton pada 2024. Investasi budidaya udang (shrimp estate) di Kabupaten Sumbawa, NTB diduga batal karena terkait lahan dan dana pinjaman luar negeri.
Informasi yang ditelusuri KatongNTT.com menyebutkan rencana udang terintegrasi di NTB sudah dijajaki sejak tahun 2022 lalu dengan investasi sekitar Rp 2,25 triliun. Namun, lahan yang ditargetkan ratusan hektare tidak semuanya clear and clean atau tidak bermasalah.
Kondisi ini menjadi kendala merealisasikan kawasan terintegrasi budidaya udang tersebut. Padahal, NTB dan dan NTT merupakan prioritas pengembangan areal tambak budidaya udang berbasis kawasan (BUBK) guna mengejar target nasional.
Baca : Sumba Timur Bakal Miliki Tambak Udang Modern Serap 5.000 Tenaga Kerja
Herman Jaya, salah satu pengamat maritim menyebutkan lahan dan persoalan lingkungan biasanya terkait dengan dana yang mau diinvestasikan. Sebagian besar investor umumnya tidak mau melanjutkannya jika masih ada masalah lahan. Untuk itu, rencana pengembangan di Sumba Timur, NTT, perlu dipersiapkan lebih matang.
“Apalagi jika dana tersebut terkait dengan pinjaman luar negeri. Apakah lahan di NTT sudah tidak jadi masalah, ini menjadi pertanyaan paling mendasar,” ujarnya.

Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB, Senin (10/4/2023), juga sudah menyebutkan bahwa program udang senilai Rp 2,25 triliun tersebut kemungkinan besar batal karena ada sejumlah persyaratan yang tidak terpenuhi terkait dengan dana pinjaman.
Baca : Investasi Tambak Udang Rp 2,25 Triliun di Sumbawa Tersendat, Waspada untuk Sumba Timur
Dalam pemberitaan KatongNTT.com pekan lalu, juga sudah mendorong kejelasan rencana integrated shrimp farming di Desa Palakahembi, Pandawai, Kabupaten Sumba Timur. Demikian juga mekanisme dan model pembiayaan yang ditawarkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tersebut juga belum diketahui secara pasti.
Baca : Perlu Diperjelas Dana Investasi Udang Rp 7,5 Triliun di Sumba Timur
Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono dalam pertemuan dengan Gubernur NTT Viktor Laiskodat menyebutkan anggaran pembangunan investasi udang tersebut mencapai sekitar Rp 7,5 triliun.
“Saya janji tender 2024 selesai tahap 1 dengan 500 hektare, sementara kontraknya akan terus kita bangun dengan total yang akan kita investasi di sana untuk infrastruktur kira-kira Rp 7,5 triliun,” kata Menteri Trenggono, seperti yang dikutip dari Siaran Pers Biro Administrasi Pimpinan Pemprov NTT, belum lama ini.
Seperti diketahui, KKP membutuhkan dana Rp 365 triliun untuk mengejar target produksi 2 juta ton udang pada 2024.
Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP TB Haeru Rahayu mengakui pihaknya terus mencari sumber pendanaan di luar APBN untuk bisa mewujudkan target tersebut. Adapun
dana APBN hanya prioritas dalam membuat regulasi, menyiapkan dukungan infrastruktur, dan penyiapan sumber daya manusia (SDM). Sedangkan investasi seharusnya diserahkan ke pihak swasta. [Anto]




