• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Kamis, April 16, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Sorotan

Mahfud MD : Demokrasi Kita Dibajak, Demokrasi Jual Beli

Tim Redaksi by Tim Redaksi
3 tahun ago
in Sorotan
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Mahfud MD : Demokrasi Kita Dibajak, Demokrasi Jual Beli
0
SHARES
34
VIEWS

Kupang – Demokrasi di Indonesia setelah reformasi menjadi lebih buruk dan koruptif sehingga diibaratkan seperti demokrasi jual beli.

Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Republik Indonesia, Mahfud MD, menyatakan ini saat berkunjung ke Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif Ledalero Kabupaten Sikka, NTT, 30 Mei 2023.

BacaJuga

Erik Saka, anak Frans Xaver Saka dan istrinya Clotilde Min Mesak menuangkan angur kolesom saat sembahyang Imlek di rumah mereka di Weluli, Kabupaten Belu, NTT. (Yanti Mesak/KatongNTT)

Tradisi Sembahyang Imlek di Weluli

3 Maret 2026
Jalan rusak parah di Desa Natarmage, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT (Yohanes Fandi/KatongNTT)

Antara Jalan Rusak, Gagal Panen, Obat Kosong dan Semarak Kemerdekaan

18 Agustus 2025

Buruknya demokrasi saat ini, kata Mahfud, sebagai dampak dari pilihan masyarakat yang dulu melakukan reformasi agar pemerintah bisa dikontrol langsung oleh rakyat dan DPRD.

Baca juga : Stunting Ancam Indonesia Petik Bonus Demografi 2030 yang Berkualitas

“Tapi kemudian ternyata kita belum siap. Tidak punya modal demokrasi dan mental demokrasi sehingga demokrasinya menjadi demokrasi jual beli,” tukas Mahfud dalam seminar saat itu.

Namun solusi atas hal tersebut sedang dibahas supaya bisa dilakukan reformasi kembali atau reformulasi tentang sistem ketatanegaraan melalui MPR setelah melalui kajian konstitusi.

“Itu sudah dipikirkan dan kita lihat perkembangannya,” kata Mahfud.

Baca juga : Mahfud MD Sebut Keterbukaan Informasi Cegah Kisruh di Pemilu

Ia kembali membenarkan akar korupsi selalu datang dalam demokrasi Indonesia yang diperalat secara politik sehingga keluar dari tujuan awalnya untuk menyejahterakan masyarakat.

“Memang benar demokrasi kita itu dibajak. Demokrasi jual beli,” ujar Mahfud di depan peserta seminar saat itu.

Mahfud juga menempatkan pokok persoalan demokrasi yang memburuk ini ke dalam berbagai permintaan untuk menghapuskan presidential threshold, menghapus kewenangan partai yang memecat anggota yang kritis, atau meluruskan MK agar tidak menjadi alat politik.

Baca juga : KPU Wanti-wanti Para Caleg, Pakai Dokumen Palsu Bisa Pidana

“Usul seperti ini banyak tapi ketika ditanya bagaimana caranya mengubah, ‘kan harus melalui persetujuan DPR, DPR-nya nggak mau. Itu sudah diusulkan, partai-partainya nggak mau,” tandas Mahfud lagi.

Sebelumnya ia juga menjelaskan bagaimana awal sistem demokrasi dipilih sebagai dalam pemerintahan di Indonesia dengan idelogi Pancasila.

Keputusan untuk menggunakan demokrasi ini diambil berdasarkan hasil voting anggota Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), pada 10 Juli 1945.

Baca juga : Pejabat BIN Diduga Terlibat TPPO, Romo Paschal Tunggu Mahfud MD di Batam

Demokrasi dan hukum ini dipilih untuk menciptakan kesejahteraan bagi rakyat dan mengangkat harkat serta martabat Indonesia agar dihargai di dunia internasional.

“Maka demokrasi itu berbahaya bila tidak ditemani dengan nomokrasi atau hukum untuk mengawal agar kedaulatan rakyat ini berjalan dengan baik. Demokrasi tanpa hukum itu liar. Hukum tanpa demokrasi itu sewenang-wenang,” tambah Mahfud.

Pada orde lama, Soekarno menggunakan sistem Demokrasi Terpimpin yang sifatnya terpusat sehingga Soekarno berkuasa atas segala lembaga. Sedangkan Demokrasi Pancasila digagas Soeharto tapi dalam pelaksanaannya tetap saja berjalan otoriter. ****

Tags: #Demokrasi#DemokrasiJualBeli#Korupsi#MahfudMD#Maumere#Menkopolhukam#Pancasila
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Erik Saka, anak Frans Xaver Saka dan istrinya Clotilde Min Mesak menuangkan angur kolesom saat sembahyang Imlek di rumah mereka di Weluli, Kabupaten Belu, NTT. (Yanti Mesak/KatongNTT)

Tradisi Sembahyang Imlek di Weluli

by Yanti Mesak
3 Maret 2026
0

Untuk menyambut Tahun Baru Imlek 2577 yang dimulai pada 17 Februari 2026 dan berakhir pada 3 Maret 2026, keluarga Frans...

Jalan rusak parah di Desa Natarmage, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT (Yohanes Fandi/KatongNTT)

Antara Jalan Rusak, Gagal Panen, Obat Kosong dan Semarak Kemerdekaan

by Difan Fandi
18 Agustus 2025
0

Desa Natarmage - Pagi itu, saya berangkat dari Desa Pruda menuju Natarmage, Kecamatan Waiblama, untuk mengikuti perayaan HUT RI ke-80...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati