• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Selasa, April 21, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Sorotan

Cuaca Buruk, Kapal Pinisi di Labuan Bajo Patah Kemudi

Tim Redaksi by Tim Redaksi
3 tahun ago
in Sorotan
Reading Time: 1 min read
A A
0
Cuaca Buruk, Kapal Pinisi di Labuan Bajo Patah Kemudi

Proses evakuasi wisatawan dari kapal pinisi yang alami parah kemudi. (Humas Polres Manggarai Barat)

0
SHARES
94
VIEWS

Kupang – Satu kapal pinisi yang memuat 17 orang mengalami patah kemudi karena cuaca buruk sewaktu berlayar menuju Pulau Komodo, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kapal ini berlayar dari Pulau Padar Kabupaten Manggarai Barat dan mengalami kejadian tak terduga itu pada pukul 10.00 Wita, Selasa 11 Juli 2023.

BacaJuga

Erik Saka, anak Frans Xaver Saka dan istrinya Clotilde Min Mesak menuangkan angur kolesom saat sembahyang Imlek di rumah mereka di Weluli, Kabupaten Belu, NTT. (Yanti Mesak/KatongNTT)

Tradisi Sembahyang Imlek di Weluli

3 Maret 2026
Jalan rusak parah di Desa Natarmage, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT (Yohanes Fandi/KatongNTT)

Antara Jalan Rusak, Gagal Panen, Obat Kosong dan Semarak Kemerdekaan

18 Agustus 2025

Baca juga : Ironi di Labuan Bajo: Investor Luar Menikmati, Masyarakat NTT Nyaris Tak Punya Peran

17 orang di kapal nahas bernama Dragonet 01 ini adalah 2 orang wisatawan asal Malaysia, 10 wisatawan lokal dan 1 pemandu wisata, juga kapten dan anak buah kapal atau ABK sebanyak 5 orang.

Menurut Kapolres Manggarai Barat, AKBP Ari Satmoko melalui Kasat Polairud, AKP I Wayan Merta, para ABK saat kejadian itu langsung menambatkan jangkar agar kapal tidak terombang-ambing gelombang setinggi 2 meter.

Baca juga : PT. Flobamor Tolak Tarif Masuk TN Komodo Dipayungi Hukum

“Patah kemudi terjadi di laut akibat cuaca buruk sehingga para ABK memutuskan untuk perlahan-lahan mencoba lego jangkar di Loh Liang, Pulau Komodo,” ungkapnya dalam keterangan Rabu 12 Juli 2023.

Para penumpang dievakuasi mulai pukul 14.00 Wita Tim SAR Gabungan ke pelabuhan Marina Labuan Bajo dengan Kapal Polisi (KP) Mangkudu XXII 3008 dibantu RIB milik Basarnas. Sementara kru kapal memilih bertahan di kapal guna memperbaiki kapal.

“Semua selamat dan 13 penumpang kembali ke penginapan masing-masing,” tambah dia.

Baca juga : Wisatawan Asing Keluhkan Mahalnya Tarif Masuk TN Komodo

Menurutnya, evakuasi berlangsung lama karena angin kencang dan gelombang laut yang cukup tinggi.

I Wayan Merta juga mengimbau kepada seluruh penyedia jasa wisata dan pelaku pariwisata untuk tidak melakukan perjalanan di tengah cuaca buruk. ****

Tags: #cuacaburuk#Kapalpinisipatahkemudi#LabuanBajo#pulaukomodo#Tamannasionalkomodo#wisatawanasing
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Erik Saka, anak Frans Xaver Saka dan istrinya Clotilde Min Mesak menuangkan angur kolesom saat sembahyang Imlek di rumah mereka di Weluli, Kabupaten Belu, NTT. (Yanti Mesak/KatongNTT)

Tradisi Sembahyang Imlek di Weluli

by Yanti Mesak
3 Maret 2026
0

Untuk menyambut Tahun Baru Imlek 2577 yang dimulai pada 17 Februari 2026 dan berakhir pada 3 Maret 2026, keluarga Frans...

Jalan rusak parah di Desa Natarmage, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT (Yohanes Fandi/KatongNTT)

Antara Jalan Rusak, Gagal Panen, Obat Kosong dan Semarak Kemerdekaan

by Difan Fandi
18 Agustus 2025
0

Desa Natarmage - Pagi itu, saya berangkat dari Desa Pruda menuju Natarmage, Kecamatan Waiblama, untuk mengikuti perayaan HUT RI ke-80...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati