• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Selasa, April 21, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Sorotan

Seorang Warga di TTS Meninggal Usai Konsumsi Daging Babi

Tim Redaksi by Tim Redaksi
3 tahun ago
in Sorotan
Reading Time: 1 min read
A A
0
Seorang Warga di TTS Meninggal Usai Konsumsi Daging Babi

Seorang warga mendapat perawatan usai mengkonsumsi daging babi yang diduga berpenyakit. (Istimewa)

0
SHARES
76
VIEWS

Kupang – Fransina Nesimnasi, warga asal Desa Lakat, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), tewas usai mengonsumsi daging babi yang diduga berpenyakit.

Kapolsek Amanuban Barat, Polres TTS, Ipda Junedi, dalam keterangannya Kamis 20 Juli 2023 membenarkan kejadian tersebut.

BacaJuga

Erik Saka, anak Frans Xaver Saka dan istrinya Clotilde Min Mesak menuangkan angur kolesom saat sembahyang Imlek di rumah mereka di Weluli, Kabupaten Belu, NTT. (Yanti Mesak/KatongNTT)

Tradisi Sembahyang Imlek di Weluli

3 Maret 2026
Jalan rusak parah di Desa Natarmage, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT (Yohanes Fandi/KatongNTT)

Antara Jalan Rusak, Gagal Panen, Obat Kosong dan Semarak Kemerdekaan

18 Agustus 2025

“Warga yang meninggal dunia ini diduga karena mengkonsumsi daging babi yang tidak sehat,” ujar Ipda Junedi.

Baca juga : Begini Cara Menghitung Kerugian Akibat Virus AFS Tewaskan Ratusan Babi di NTT

Wanita 38 tahun itu diketahui memotong seekor babi miliknya dibantu oleh Thobias Lenamah dan Yusuf Nesimnasi. Babi tersebut dipotong karena dilihat kurang sehat. Sebelumnya juga banyak babi di wilayah tersebut yang mati tak wajar.

“Mereka beralasan daripada babi mati lebih baik segera dipotong,” ujar Kapolsek.

Babi tersebut lalu dibakar dan dimasak lalu dijual ke tetangga dan sisanya dimakan oleh ia dan kerabatnya. Hingga pukul 19.00 WITA Thobias dan Yusuf berpisah dengan Fransina.

Baca juga : BKP Kupang Musnahkan 500 Kg Daging Babi Hutan Asal Provinsi Zona Merah PMK

Keesokan siangnya Fransina ditemukan dalam rumah dengan keadaan tak sadarkan diri dan dinyatakan meninggal dunia saat dibawa ke RSUD SoE.

Petugas medis dari Puskesmas Tetaf dan pegawai Dinas Peternakan Kabupaten TTS juga telah turun ke desa tersebut. Petugas juga mencari tahu riwayat penyakit Fransina sebelum meninggal.

Baca juga : Virus ASF Serang Ternak Babi, NTT Rugi Rp 2,3 Triliun

Petugas juga mendapati 51 orang masyarakat Desa Lakat yang turut mengkonsumsi daging babi itu. Ada yang mengeluh pusing hingga tekanan darah tinggi. Sementara yang sehat akan terus dipantau kondisinya selama seminggu ke depan.

Pihak UPT Puskesmas Tetaf sendiri belum bisa memastikan penyebab kematian dan masih mencari tahu riwayat penyakit Fransina. ****

Tags: #babipenyakit#Dagingbabi#DinasPeternakanTTS#WargaTTStewas
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Erik Saka, anak Frans Xaver Saka dan istrinya Clotilde Min Mesak menuangkan angur kolesom saat sembahyang Imlek di rumah mereka di Weluli, Kabupaten Belu, NTT. (Yanti Mesak/KatongNTT)

Tradisi Sembahyang Imlek di Weluli

by Yanti Mesak
3 Maret 2026
0

Untuk menyambut Tahun Baru Imlek 2577 yang dimulai pada 17 Februari 2026 dan berakhir pada 3 Maret 2026, keluarga Frans...

Jalan rusak parah di Desa Natarmage, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT (Yohanes Fandi/KatongNTT)

Antara Jalan Rusak, Gagal Panen, Obat Kosong dan Semarak Kemerdekaan

by Difan Fandi
18 Agustus 2025
0

Desa Natarmage - Pagi itu, saya berangkat dari Desa Pruda menuju Natarmage, Kecamatan Waiblama, untuk mengikuti perayaan HUT RI ke-80...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati