• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Jumat, April 17, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Sorotan

Ribuan Ijazah Salah Ketik, Rektor Undana : Saya Salah

Tim Redaksi by Tim Redaksi
3 tahun ago
in Sorotan
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Ribuan Ijazah Salah Ketik, Rektor Undana : Saya Salah

Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana), Max Sanam, usai jumpa pers soal ijazah salah ketik. (Putra Bali Mula - KatongNTT)

0
SHARES
89
VIEWS

Kupang – Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana), Max Sanam, mengaku dirinya lalai karena menandatangani ribuan ijazah yang ternyata salah penulisan akreditasi perguruan tinggi (PT).

Max menyampaikan ini kepada para alumni yang datang memprotes dan berdialog di Ruang Teater, Gedung Rektorat Undana, Rabu 20 September 2023.

BacaJuga

Erik Saka, anak Frans Xaver Saka dan istrinya Clotilde Min Mesak menuangkan angur kolesom saat sembahyang Imlek di rumah mereka di Weluli, Kabupaten Belu, NTT. (Yanti Mesak/KatongNTT)

Tradisi Sembahyang Imlek di Weluli

3 Maret 2026
Jalan rusak parah di Desa Natarmage, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT (Yohanes Fandi/KatongNTT)

Antara Jalan Rusak, Gagal Panen, Obat Kosong dan Semarak Kemerdekaan

18 Agustus 2025

Terdapat 3.956 lulusan angkatan tahun 2023 yang ijazahnya salah ketik. Pada periode Juni lalu ada sekitar 1.900 ijazah dan periode September sebanyak 2.056 ijazah.

Baca juga : Undana Investigasi Cari Yang Salah Ketik 3 Ribu Ijazah

Undana mengakui penulisan nomor akreditasi perguruan tinggi pada ijazah yaitu 38/SK/BAN-PT/Akred/PT/III/2018 adalah salah. Seharusnya 121/SK/BAN-PT/Ak/PT/II/2023.

Alumni Undana angkatan 2023 memprotes rektorat karena penulisan ijazah. (Putra Bali Mula – KatongNTT).

Menurut Max seluruh dokumen yang diterimanya telah lebih dahulu diteken oleh para dekan fakultas yang kemudian dilanjutkan kepadanya.

Dokumen ijazah yang diserahkan kepadanya itu pun ditanda-tanganinya hingga sehari sebelum acara wisuda.

Baca juga : Undana Salah Ketik 3.956 Ijazah, Alasan Human Error

“Itu ribuan di meja saya. Saya pulang malam. Saya ikut bertanggungjawab, harusnya saya periksa sebelum tanda tangan,” ujar dia saat berdiskusi dengan para alumni.

Ia mengaku dengan adanya tanda tangan dari para dekan sudah meyakinkan dirinya sehingga dengan terburu-buru ia menandatangani ribuan ijazah itu.

“Tapi kelemahan saya karena buru-buru saya tanda tangan saja karena semua sudah ditandatangani dekan, sudah ‘ok’. Saya ikut salah dalam hal itu. Saya tidak mungkin menghindari itu,” ungkap dia.

Baca juga : Aturan Cegah dan Tangani Kekerasan Seksual di Undana Berlaku Maret Ini

Adanya kesalahan itu maka ia pun juga telah mengeluarkan surat keterangan kesalahan penulisan nomor akreditasi PT.

Surat keterangan ini menjadi klarifikasi terhadap penulisan pada ijazah yang salah. Sementara ribuan ijazah dengan salah penulisan akreditasi PT itu pun dipastikannya tetap sah atau masih berlaku.

Apabila ada data selain akreditasi PT yang salah maka disebutnya bersumber dari alumni secara pribadi saat memberikan data dulu sebagai mahasiswa.

Baca juga : 4 Fakta Ini Picu Civitas Akademika Fisip Kompak Protes Rektor Undana

“Bisa saja indentitas yang salah ada, mereka secara pribadi lagi, berarti kita akan mengeluarkan surat keterangan (pembetulan) lagi. Ijazah salah itu bukan kesalahan dari kita loh, memang kesalahan dari mereka, contohnya identitas yang diberikan tidak lengkap,” jelas dia lagi. ***

Tags: #IjazahUndanasalahketik#RekorUndanaakuisalah#RektorUndana#UndanaInvestigasiIjazahSalahKetik#UndanaKupang#Undanasalahketikijazah
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Erik Saka, anak Frans Xaver Saka dan istrinya Clotilde Min Mesak menuangkan angur kolesom saat sembahyang Imlek di rumah mereka di Weluli, Kabupaten Belu, NTT. (Yanti Mesak/KatongNTT)

Tradisi Sembahyang Imlek di Weluli

by Yanti Mesak
3 Maret 2026
0

Untuk menyambut Tahun Baru Imlek 2577 yang dimulai pada 17 Februari 2026 dan berakhir pada 3 Maret 2026, keluarga Frans...

Jalan rusak parah di Desa Natarmage, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT (Yohanes Fandi/KatongNTT)

Antara Jalan Rusak, Gagal Panen, Obat Kosong dan Semarak Kemerdekaan

by Difan Fandi
18 Agustus 2025
0

Desa Natarmage - Pagi itu, saya berangkat dari Desa Pruda menuju Natarmage, Kecamatan Waiblama, untuk mengikuti perayaan HUT RI ke-80...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati