• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Sabtu, Mei 16, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Sorotan

Pemkab Flotim Butuh Tenda Tambahan untuk Tampung Pengungsi

Tim Redaksi by Tim Redaksi
2 tahun ago
in Sorotan
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Gemuruh Gunung Lewotobi, Pengungsi Yang Trauma dan Mulai Sakit
0
SHARES
33
VIEWS

Kupang – Pemerintah Kabupaten Flores Timur (Pemkab Flotim) ingin para pengungsi erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki yang berada di penampungan rumah warga pindah ke satu titik penampungan saja.

Sekretaris Daerah (Sekda) Flores Timur, Petrus Pedo Maran, mengatakan pihaknya saat ini membutuhkan tambahan tenda skala besar agar para pengungsi bisa dipusatkan di satu tempat.

BacaJuga

Erik Saka, anak Frans Xaver Saka dan istrinya Clotilde Min Mesak menuangkan angur kolesom saat sembahyang Imlek di rumah mereka di Weluli, Kabupaten Belu, NTT. (Yanti Mesak/KatongNTT)

Tradisi Sembahyang Imlek di Weluli

3 Maret 2026
Jalan rusak parah di Desa Natarmage, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT (Yohanes Fandi/KatongNTT)

Antara Jalan Rusak, Gagal Panen, Obat Kosong dan Semarak Kemerdekaan

18 Agustus 2025

Baca juga : TPA Alak Milik Kota Terkotor di Indonesia Terbakar Lagi

“Kita ingin sekali untuk meminta seluruh yang ada di penampungan masyarakat terelokasi di satu penampungan sehingga kita sangat membutuhkan tenda skala besar di beberapa lokasi baru nanti dengan seluruh isinya yaitu alas tidur, juga dengan fasilitas dapur umum,” jelasnya Jumat 12 Januari 2024.

Kebutuhan lainnya juga terkait anak-anak pengungsi yaitu kebutuhan sekolah, gizi maupun kesehatan fisik dan mental anak-anak.

Baca juga : Gemuruh Gunung Lewotobi, Pengungsi Yang Trauma dan Mulai Sakit

BPBD NTT mencatat pengungsi di kediaman warga lebih banyak jumlahnya daripada yang mengungsi ke tenda-tenda atau posko maupun fasilitas umum.

Pengungsi di rumah warga per 10 Januari mencapai 2.759 jiwa yang tersebar di 24 titik desa. Jumlah ini lebih banyak ketimbang pengungsi di tenda yaitu 2.610 jiwa dan 94 pengungsi di fasilitas umum.

Data Pos Data dan Informasi Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki per 13 Januari juga menunjukkan hal serupa. Ada 4.087  pengungsi di rumah warga atau lebih banyak jumlahnya dari 2.436 pengungsi di tenda dan 27 pengungsi di fasilitas umum.

Baca juga : Fenomena Ekstrim El Nino di NTT, Mitigasi dan Adaptasi

Saat ini pun fase tanggap darurat bencana telah diperpanjang Pemkab Flotim dari tanggal 10 sampai 24 Januari 2024. Penetapan ini berdasarkan aktivitas gunung api tersebut yang sejak 9 Januari menyemburkan lava pijar.

Penanganannya nanti bersifat kolaboratif dari pusat sampai daerah dan juga dengan luar lembaga pemerintah.

Beberapa desa juga dikosongkan. Dalam masa tanggap darurat ini ditetapkan 3 desa di Kecamatan Ile Bura dan 4 desa di Kecamatan Wulanggitang masuk kawasan rawan bencana.

Baca juga : NTT Didorong Tingkatkan Produktivitas Singkong Guna Antisipasi Rawan Pangan

Saat ini pihaknya mengantisipasi agar pengungsi tidak sakit akibat musim hujan karena saat ini ada yang menderita Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) dampak dari debu vulkanik.

“Masih banyak kekurangan dan kita antisipasi penyakit karena adanya hujan juga. Untuk saat ini tidak ada peningkatan penyakit selain gangguan ISPA karena abu vulkanik,” lanjut dia. ***

Tags: #AwasGunungLewotobiLaki-laki#ErupsiGunungLewotobiLaki-laki#PemkabFlotim#PengungsiGunungLewotobiSakit#PengungsiLewotobi#RelokasipengungsiLewotobi
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Erik Saka, anak Frans Xaver Saka dan istrinya Clotilde Min Mesak menuangkan angur kolesom saat sembahyang Imlek di rumah mereka di Weluli, Kabupaten Belu, NTT. (Yanti Mesak/KatongNTT)

Tradisi Sembahyang Imlek di Weluli

by Yanti Mesak
3 Maret 2026
0

Untuk menyambut Tahun Baru Imlek 2577 yang dimulai pada 17 Februari 2026 dan berakhir pada 3 Maret 2026, keluarga Frans...

Jalan rusak parah di Desa Natarmage, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT (Yohanes Fandi/KatongNTT)

Antara Jalan Rusak, Gagal Panen, Obat Kosong dan Semarak Kemerdekaan

by Difan Fandi
18 Agustus 2025
0

Desa Natarmage - Pagi itu, saya berangkat dari Desa Pruda menuju Natarmage, Kecamatan Waiblama, untuk mengikuti perayaan HUT RI ke-80...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati