• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Selasa, April 28, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Bisnis Agribisnis

Beras Mahal Sepanjang Sejarah Berdampak Lanjutan di NTT

Tim Redaksi by Tim Redaksi
2 tahun ago
in Agribisnis
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Bulog Pasok 5000 Ton, Beras di NTT Tetap Mahal

Pedagang Pasar Naikoten I Kota Kupang memikul 1 karung beras Bulog. (Putra Bali Mula - KatongNTT).

0
SHARES
109
VIEWS

Kupang – Mahalnya beras berdampak pada inflasi Indonesia yang meningkat secara bulanan serta lebih tinggi bila dibandingkan antara Februari 2024 dan Februari 2023.

Harga beras yang tertinggi sepanjang sejarah republik ini telah menyumbang andil inflasi terbesar di 37 provinsi termasuk Nusa Tenggara Timur (NTT). Dampak lanjutan salah satunya adalah inflasi pada kelompok penyedia layanan makanan atau rumah makan dan restoran.

BacaJuga

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

12 September 2024
Petani rumput laut di NTT meradang pasca terbitnya pergub yang melarang pengiriman ke luar daerah (Joe-KatongNTT)

NTT Belum Ekspor Rumput Laut Tahun Ini

30 Mei 2024

Deputi Bidang Statistik Produksi BPS RI, M Habibullah, menyebut harga beras di level eceran per Februari 2024 naik 5,32 persen secara bulanan (mtm) dan lebih mahal 19,28 persen secara tahunan (yoy). Rata-rata harga beras tingkat grosir pun naik 20,08 persen secara tahunan dan 5,96 persen secara bulanan.

Baca juga : Mahalnya Beras Picu Inflasi Terbesar di NTT dari 2023

“Harga beras secara nasional yang dicatat adalah rata-rata dari berbagai jenis kualitas dari seluruh kabupaten dan kota yang masuk dalam Indeks Harga Konsumen (IHK). Bulan Februari 2024 ini merupakan harga tertinggi dibandingkan dengan periode-periode sebelumnya,” kata Habibullah.

Harga beras dan pangan lainnya dipastikan akan meningkat lagi jika mengacu pada data historis selama momentum Ramadhan.

NTT sendiri mengalami inflasi tahunan 3,01 persen per Februari 2024 ini akibat kenaikan harga kelompok makanan, minuman dan tembakau ini.

Baca juga : Kisah Perempuan NTT Bertahan Dari Mahalnya Harga Beras

Menurut Kepala BPS NTT, Matamira B Kale, kenaikan harga ini pun punya dampak lanjutan terhadap kelompok penyedia makanan dan minuman atau restoran.

“Bahan makanan meningkat (inflasi) tentu kelompok penyediaan makanan akan terdampak. Untuk kelompok penyedia makanan dan minuman atau restoran itu inflasi 4,04 persen dan kelompok transportasi 3,79 persen,” tukasnya dalam rilis, Jumat 1 Maret 2024.

Beras juga menjadi komoditas yang mendorong inflasi tahunan tertinggi di NTT yakni 0,88 persen dan yang tertinggi di Ngada, 1,38 persen.

“Terbesar di NTT adalah beras dan terjadi di kabupaten dan kota cakupan IHK. Selain itu ada angkutan udara yang memberi inflasi di Waingapu, Maumere dan Kota Kupang,” sebutnya.

Baca juga : Keluh Buruh Kasar Berburu Beras Murah Keliling Kota

Secara bulanan, per Februari 2024 ini, NTT memang mengalami deflasi 0,16 persen, akan tetapi beras menjadi komoditas yang paling mahal sepanjang Februari dan sangat rentan terhadap permintaan, produksi dan cuaca. Kenaikan harga beras, lanjut Matamira, sudah terjadi secara merata di seluruh kota kabupaten dalam IHK.

“Memang trennya seperti ini, di Januari kita inflasi lalu di Februari alami deflasi,” kata dia.

Andil beras terhadap inflasi bulanan, rinci Matamira, yaitu 0,1629 persen, diikuti tomat sebesar 0,1212 persen, kangkung 0,0504 persen, ikan kembung 0,0361 persen dan ikan bakar 0,0338 persen.

“Beras jadi penyumbang inflasi terbesar dan kenaikan harga beras ini terjadi hampir di seluruh Indonesia,” tukasnya.

Baca juga: Keluh Buruh Kasar Berburu Beras Murah Keliling Kota

Sampai 1 Maret 2024 ini harga beras premium di NTT per kilogramnya sudah menyentuh Rp 16.930 atau dijual Rp 17 ribu, sedangkan beras medium Rp 15.130 per kilogram atau dijual Rp 15.500.

Kenaikan harga beras ini jauh melampaui harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. NTT ada dalam HET Zona 2 bersama Sumatera (selain Lampung dan Sumsel) dan juga Kalimantan. HET beras di Zona 2 ini seharusnya Rp 11.500/kg untuk beras medium sebesar dan Rp.14.400/kg beras premium.

Bila mengutip Kompaspedia dikatakan harga beras secara nasional yang mencapai Rp 18 ribu ini sudah menjadi yang paling tinggi sepanjang sejarah. Fakta singkat yang ditampilkan adalah :

• Harga beras di masa pemerintahan Hindia Belanda 3-4 gulden per kg.

• Harga beras di awal kemerdekaan Rp1 per kg, namun di akhir Orde Lama harga mencapai Rp610 per kg.

• Harga beras di masa orde baru relatif terkendali karena diatur ketat pemerintah melalui bulog.

• Harga beras Rp340 per kilo saat Indonesia swasembada pangan pada dekade 1980-an.

• Di masa awal reformasi harga beras di atas Rp3000 per kg, bahkan tembus di atas Rp10.000 di awal masa pemerintahan Jokowi pada tahun 2014

• Tahun 2024, harga beras mencatatkan rekor tertinggi dengan Rp18.000 per kg atau melonjak 17 persen di bandingkan harga rata-rata tahun sebelumnya. ***

 

Tags: #berasmahal#BerasmahaldiNTT#Beraspicuinflasi#BPS#BPSNTT#hargaberasmahal
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

by Rita Hasugian
12 September 2024
0

Boleh jadi kita tidak pernah terlintas cari tahu tentang jenis jagung yang kita konsumsi, apakah berasal dari bibit jagung lokal...

Petani rumput laut di NTT meradang pasca terbitnya pergub yang melarang pengiriman ke luar daerah (Joe-KatongNTT)

NTT Belum Ekspor Rumput Laut Tahun Ini

by Tim Redaksi
30 Mei 2024
0

Ekspor rumput laut NTT ini memang minim sejak ekspor perdana pada 2019 lalu sebesar 25 ton Alkali Treated Cottonii (ATC)...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati