Kupang – Mahalnya beras berdampak pada inflasi Indonesia yang meningkat secara bulanan serta lebih tinggi bila dibandingkan antara Februari 2024 dan Februari 2023.
Harga beras yang tertinggi sepanjang sejarah republik ini telah menyumbang andil inflasi terbesar di 37 provinsi termasuk Nusa Tenggara Timur (NTT). Dampak lanjutan salah satunya adalah inflasi pada kelompok penyedia layanan makanan atau rumah makan dan restoran.
Deputi Bidang Statistik Produksi BPS RI, M Habibullah, menyebut harga beras di level eceran per Februari 2024 naik 5,32 persen secara bulanan (mtm) dan lebih mahal 19,28 persen secara tahunan (yoy). Rata-rata harga beras tingkat grosir pun naik 20,08 persen secara tahunan dan 5,96 persen secara bulanan.
Baca juga : Mahalnya Beras Picu Inflasi Terbesar di NTT dari 2023
“Harga beras secara nasional yang dicatat adalah rata-rata dari berbagai jenis kualitas dari seluruh kabupaten dan kota yang masuk dalam Indeks Harga Konsumen (IHK). Bulan Februari 2024 ini merupakan harga tertinggi dibandingkan dengan periode-periode sebelumnya,” kata Habibullah.
Harga beras dan pangan lainnya dipastikan akan meningkat lagi jika mengacu pada data historis selama momentum Ramadhan.
NTT sendiri mengalami inflasi tahunan 3,01 persen per Februari 2024 ini akibat kenaikan harga kelompok makanan, minuman dan tembakau ini.
Baca juga : Kisah Perempuan NTT Bertahan Dari Mahalnya Harga Beras
Menurut Kepala BPS NTT, Matamira B Kale, kenaikan harga ini pun punya dampak lanjutan terhadap kelompok penyedia makanan dan minuman atau restoran.
“Bahan makanan meningkat (inflasi) tentu kelompok penyediaan makanan akan terdampak. Untuk kelompok penyedia makanan dan minuman atau restoran itu inflasi 4,04 persen dan kelompok transportasi 3,79 persen,” tukasnya dalam rilis, Jumat 1 Maret 2024.
Beras juga menjadi komoditas yang mendorong inflasi tahunan tertinggi di NTT yakni 0,88 persen dan yang tertinggi di Ngada, 1,38 persen.
“Terbesar di NTT adalah beras dan terjadi di kabupaten dan kota cakupan IHK. Selain itu ada angkutan udara yang memberi inflasi di Waingapu, Maumere dan Kota Kupang,” sebutnya.
Baca juga : Keluh Buruh Kasar Berburu Beras Murah Keliling Kota
Secara bulanan, per Februari 2024 ini, NTT memang mengalami deflasi 0,16 persen, akan tetapi beras menjadi komoditas yang paling mahal sepanjang Februari dan sangat rentan terhadap permintaan, produksi dan cuaca. Kenaikan harga beras, lanjut Matamira, sudah terjadi secara merata di seluruh kota kabupaten dalam IHK.
“Memang trennya seperti ini, di Januari kita inflasi lalu di Februari alami deflasi,” kata dia.
Andil beras terhadap inflasi bulanan, rinci Matamira, yaitu 0,1629 persen, diikuti tomat sebesar 0,1212 persen, kangkung 0,0504 persen, ikan kembung 0,0361 persen dan ikan bakar 0,0338 persen.
“Beras jadi penyumbang inflasi terbesar dan kenaikan harga beras ini terjadi hampir di seluruh Indonesia,” tukasnya.
Baca juga: Keluh Buruh Kasar Berburu Beras Murah Keliling Kota
Sampai 1 Maret 2024 ini harga beras premium di NTT per kilogramnya sudah menyentuh Rp 16.930 atau dijual Rp 17 ribu, sedangkan beras medium Rp 15.130 per kilogram atau dijual Rp 15.500.
Kenaikan harga beras ini jauh melampaui harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. NTT ada dalam HET Zona 2 bersama Sumatera (selain Lampung dan Sumsel) dan juga Kalimantan. HET beras di Zona 2 ini seharusnya Rp 11.500/kg untuk beras medium sebesar dan Rp.14.400/kg beras premium.
Bila mengutip Kompaspedia dikatakan harga beras secara nasional yang mencapai Rp 18 ribu ini sudah menjadi yang paling tinggi sepanjang sejarah. Fakta singkat yang ditampilkan adalah :
• Harga beras di masa pemerintahan Hindia Belanda 3-4 gulden per kg.
• Harga beras di awal kemerdekaan Rp1 per kg, namun di akhir Orde Lama harga mencapai Rp610 per kg.
• Harga beras di masa orde baru relatif terkendali karena diatur ketat pemerintah melalui bulog.
• Harga beras Rp340 per kilo saat Indonesia swasembada pangan pada dekade 1980-an.
• Di masa awal reformasi harga beras di atas Rp3000 per kg, bahkan tembus di atas Rp10.000 di awal masa pemerintahan Jokowi pada tahun 2014
• Tahun 2024, harga beras mencatatkan rekor tertinggi dengan Rp18.000 per kg atau melonjak 17 persen di bandingkan harga rata-rata tahun sebelumnya. ***




