• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Minggu, April 19, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Perempuan dan Anak

Kasus Persetubuhan Anak di TTS Terus Meningkat

Tim Redaksi by Tim Redaksi
2 tahun ago
in Perempuan dan Anak
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Ilustrasi Anak

Ilustrasi Anak

0
SHARES
105
VIEWS

Soe – Persetubuhan anak menjadi kasus tertinggi di Timor Tengah Selatan (TTS) selama 2019 sampai 2023 atau 5 tahun berturut-turut. Data sementara di 2024 juga menunjukkan potensi peningkatan serupa.

Kasus persetubuhan anak jadi yang tertinggi di antara belasan jenis kasus yang tercatat di UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak TTS.

BacaJuga

Para peserta Diskusi Komunitas Breaking Barries, Building Feature #KickOutGBV# berfoto bersama dilatari bola untuk olahraga sepak bola di Jakarta, 6 Maret 2026. (Foto: Magdalene)

Sepak Bola Jadi Wadah Promosi Ruang Aman untuk Perempuan

10 Maret 2026

Sewindu Komunitas Lakoat Kujawas, Jatuh Bangun Melestarikan Budaya Mollo

19 Februari 2026

Pada 2019 ada 126 kasus kekerasan yang dialami perempuan dan anak. Persetubuhan anak dengan kejadian terbanyak yaitu 27 kasus diikuti 21 kasus Ingkar Janji Menikah (IJM).

Baca juga : Buron Pemerkosa Anak di Sabu Raijua Tertangkap di Kupang

Begitu pun di 2020. Ada 21 kasus persetubuhan anak dari keseluruhan 93 kasus kekerasan yang menimpa perempuan dan anak. IJM juga tinggi di TTS dengan 14 kasus.

Kasus persetubuhan anak terus naik di 2021 hingga 37 kejadian dari total 103 kasus kekerasan sepanjang tahun itu. Sementara IJM ada 12 kasus.

Kemudian total kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak naik 121 kasus di 2022. Masih dengan kasus tertinggi yaitu persetubuhan anak yang mencapai 33 kasus.

Baca juga : Ayah di Kupang Hamili Anak Tiri, Dipolisikan Sang Ibu

Kasus ini meningkat lagi di 2023. Ada 36 kasus persetubuhan anak dari total 119 kasus sepanjang tahun 2023.

Sementara pada 2024 ini pun sudah 7 kasus persetubuhan anak terjadi dan jadi yang tertinggi di caturwulan pertama ini.

Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) TTS menanggapi tingginya angka ini.

Eny Kollo Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak DP3A TTS saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis 16 Mei 2024, mengatakan korban paling banyak adalah siswa SD dan SMP. Mirisnya pelaku adalah orang dari lingkungan terdekatnya korban.

Baca juga : Anak Korban KDRT Seperti ‘Bom Waktu’

“Pelakunya bukan dari orang luar, mereka orang terdekat di lingkungan, keluarga, atau ayah kandung, kakek mereka sendiri, kebanyakan pelaku ini melihat korban mereka dari usia SD sampai SMP,” jelas dia.

Eny Kollo, Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak DP3A TTS. (Putra Bali Mula – KatongNTT).

Anak-anak rentan jadi korban karena sifatnya yang masih membutuhkan pengasuhan dari orang terdekat. Butuhnya perhatian anak dari keluarga ini terkadang membuka kesempatan terjadinya tindakan asusila.

Tidak jarang juga orang tua yang pergi merantau untuk bekerja menitipkan anak mereka ke keluarga dekat. Ada pula anak yang bersekolah dari desa yang dititipkan ke keluarganya juga. Berbagai kasus muncul dari kondisi seperti ini.

Baca juga : NTT Kekurangan Psikolog Dampingi Anak Korban Pelecehan

“Pengasuhan jarak jauh ini yang perlu dibimbing sehingga dari kecil anak-anak bisa jaga diri mereka, apa yang harus mereka lakukan, apa yang mereka kenakan,” kata dia.

Dinasnya seringkali mensosialisasikan kepada siswa-siswi agar bisa menjaga diri dan pembawaan diri mereka sendiri dalam pergaulan.

Ia mengatakan biasanya korban yang melapor kasus ini akan divisum yang biayanya menjadi tanggungan pemerintah. Begitu pula pendampingan secara hukum diatur oleh pemerintah hingga kasusnya selesai di pengadilan. ***

 

Tags: #DP3ATTS#KasusAsusiladiTTS#PersetubuhanAnakTTS
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Para peserta Diskusi Komunitas Breaking Barries, Building Feature #KickOutGBV# berfoto bersama dilatari bola untuk olahraga sepak bola di Jakarta, 6 Maret 2026. (Foto: Magdalene)

Sepak Bola Jadi Wadah Promosi Ruang Aman untuk Perempuan

by KatongNTT
10 Maret 2026
0

Siapa yang tidak kenal sepak bola, jenis olahraga paling populer seantero Indonesia bahkan dunia. Untuk merayakan Hari Perempuan Internasional pada...

Sewindu Komunitas Lakoat Kujawas, Jatuh Bangun Melestarikan Budaya Mollo

by Yanti Mesak
19 Februari 2026
0

Komunitas Lakoat Kujawas adalah salah satu komunitas yang berada di Desa Taiftop, Kecamatan Mollo Utara, Kabupaten Timor Tengah Selatan, NTT....

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati