• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Kamis, April 30, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Sorotan

Kepala SMKN 5 Kupang Belum Bayar Gaji dan Insentif Guru

Tim Redaksi by Tim Redaksi
2 tahun ago
in Sorotan
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Kepala SMKN 5 Kupang Belum Bayar Gaji dan Insentif Guru

Kepala Sekolah SMKN 5 Kupang, Safirah Abineno (kanan). (Dok. SMKN 5 Kupang)

0
SHARES
155
VIEWS

Kupang – Guru dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) melaporkan Kepala Sekolah SMKN 5 Kupang, Safirah Abineno, kepada Ombudsman NTT karena belum mendapat gaji dan insentif tambahan beberapa bulan terakhir.

Tidak sebatas itu, para guru juga mengungkap masalah Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), dana pungutan saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP), juga iuran sekolah yang digunakan tanpa sepengetahuan wali murid.

BacaJuga

Erik Saka, anak Frans Xaver Saka dan istrinya Clotilde Min Mesak menuangkan angur kolesom saat sembahyang Imlek di rumah mereka di Weluli, Kabupaten Belu, NTT. (Yanti Mesak/KatongNTT)

Tradisi Sembahyang Imlek di Weluli

3 Maret 2026
Jalan rusak parah di Desa Natarmage, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT (Yohanes Fandi/KatongNTT)

Antara Jalan Rusak, Gagal Panen, Obat Kosong dan Semarak Kemerdekaan

18 Agustus 2025

Aduan yang masuk ke Ombudsman NTT ini terkait 7 hal dimulai dari tunggakan gaji pendidik atau PTT selama 2-4 bulan yang sumber dananya dari BOS.

Baca juga: Nono Menang dari Buramnya Kualitas Pendidikan di NTT

Begitu pun insentif tugas tambahan bagi guru yang sumbernya dari SPP mengalami tunggakan bahkan ada yang sudah diputihkan. Saat para pendidik tak mendapat insentif malah insentif tugas tambahan bagi kepala sekolah sebesar Rp 5 juta per bulan tetap terbayar.

Ada pula biaya asuransi peserta didik yang dipungut saat PPDB akan tetapi hingga saat ini polis asuransi belum diperoleh siswa.

Sama halnya dengan pengadaan pakaian praktik, pakaian olahraga, juga pakaian jurusan dipungut saat PPDB yang sampai saat ini belum diperoleh sebagian siswa.

Baca juga : Ketua Pemuda Gereja di TTS Perkosa Anak SMK

Setiap siswa juga dipungut lagi biaya PKL sebesar Rp 350 ribu per kepala saat PPDB. Nyatanya uang itu pelaksanaannya tak sesuai perencanaan bahkan terjadi pelayanan yang buruk kepada peserta PKL.

Kepala SMKN 5 Kupang juga tidak membahas penggunaan dana dari iuran untuk Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (Arkas). Ia disebut tak mempertanggungjawabkannya kepada wali murid.

Para guru juga melaporkan ketidakdisiplinan si kepala sekolah yang sering masuk di atas pukul 09.00 WITA. Teladan ini berbeda dengan pendidik dan tenaga kependidikan lainnya yang sudah hadir di sekolah sejak pukul 06.30 WITA

“Kondisi ini jika terus dibiarkan lama akan sangat mengganggu proses belajar mengajar dan komunikasi yang baik antara pendidik, tenaga kependidikan, peserta didik dan kepala sekolah,” ujar Darius dalam keterangannya Senin 10 Juni 2024.

Baca juga: Awal Mula Bocah SD di Kupang Bawa Pistol Rakitan ke Sekolah

Darius sendiri sudah menemui Kepala Sekolah SMKN 5 Kota Kupang Safirah Abineno pada 5 Juni 2024.

“Para guru yang dalam beberapa tahun terakhir selalu menyampaikan laporan ke dinas pendidikan provinsi, kepolisian, kejaksaan dan Ombudsman RI terkait tata kelola sekolah,” ungkapnya.

SMKN 5 Kupang sendiri pernah dikunjungi oleh Presiden Jokowi pada 6 Desember 2023. Presiden Jokowi saat itu memberi bantuan satu mobil operasional untuk jurusan otomotif dan mesin pertukangan. ***

Tags: #Gajigurubelumterbayar#Ombudsmanntt#Punglidisekolah#SMKN5Kupang
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Erik Saka, anak Frans Xaver Saka dan istrinya Clotilde Min Mesak menuangkan angur kolesom saat sembahyang Imlek di rumah mereka di Weluli, Kabupaten Belu, NTT. (Yanti Mesak/KatongNTT)

Tradisi Sembahyang Imlek di Weluli

by Yanti Mesak
3 Maret 2026
0

Untuk menyambut Tahun Baru Imlek 2577 yang dimulai pada 17 Februari 2026 dan berakhir pada 3 Maret 2026, keluarga Frans...

Jalan rusak parah di Desa Natarmage, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT (Yohanes Fandi/KatongNTT)

Antara Jalan Rusak, Gagal Panen, Obat Kosong dan Semarak Kemerdekaan

by Difan Fandi
18 Agustus 2025
0

Desa Natarmage - Pagi itu, saya berangkat dari Desa Pruda menuju Natarmage, Kecamatan Waiblama, untuk mengikuti perayaan HUT RI ke-80...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati