Kupang – Remitansi atau transfer uang dari Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal NTT mencapai Rp 10 miliar per semester pertama tahun 2024 ini.
Data ini disampaikan Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) NTT, Suratmi Hamidah, 30 Juli 2024 ini.
Remitansi atau kiriman uang oleh PMI dari luar negeri untuk keluarga mereka di NTT ini pun yang terdata di BNI Cabang Kupang dan Maumere.
Baca juga : Remitansi PMI NTT via Kantor Pos Capai Rp 107 Miliar Tahun 2022
“Hanya baru melalui 2 bank pemerintah yaitu Bank BNI 46 Cabang Kupang dan BNI 46 Cabang Maumere telah tercatat dalam Rupiah sebesar Rp 10.522.534.556. Pengirim remitansi ini 4.124 PMI khususnya berasal dari Provinsi NTT,” jelasnya.
Data BP3MI NTT yang diolah KatongNTT sebelumnya diketahui remitansi selama 12 tahun terakhir (2011-2022) ini mencapai Rp 1 triliun. Remitansi ini dikirimkan oleh 13.898 PMI NTT sepanjang periode itu.
Bank yang rutin mencatat remitansi selama 12 tahun ini pun hanya BNI Cabang Kupang dan Maumere. Sedangkan BRI terakhir kali mengirimkan akumulasi remitansi PMI tahun 2014 sebesar Rp 286, 196 miliar dari 4.792 PMI.
Baca juga: Fantastis, Jumlah Remitansi Pekerja Migran NTT Lebih dari Rp 1 Triliun!
Untuk remitansi dari PMI NTT yang melalui PT Kantor Pos Indonesia baru diungkap pada 2022 lalu pun yakni Rp. 107 miliar.
Pada semester I 2024 ini diketahui ada 458 PMI prosedural NTT yang ditempatkan di luar negeri. Lebih rinci, yang penempatannya di Malaysia yaitu 427 PMI, Singapura 17 PMI, Hongkong 5 PMI, Jepang 5 PMI, Brunei Darussalam 1 PMI, Suriname 1 PMI, Papua Nugini sebanyak 1 PMI, dan Jerman sebanyak 1 PMI.
Baca juga: NTT Yang Miskin Selama 8 Gubernur Berganti
Tiga jenis pekerjaan terbesar mereka di luar negeri yaitu asisten rumah tangga yang sebanyak 218 orang, pengasuh lansia sebanyak 116 orang dan baby sitter sebanyak 97 orang.
Pada semester I 2024 ini asal PMI NTT didominasi dari Kabupaten Sumba Barat Daya sebanyak 123 orang, Sumba Barat 60 orang, Kabupaten Kupang sebanyak 50 orang, Belu sebanyak 46 orang dan Sumba Timur 41 orang. ***



