• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Senin, Mei 18, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Bisnis Agribisnis

Kuota Pengiriman Sapi Keluar NTT Masih Ditinjau Gubernur

Rita Hasugian by Rita Hasugian
3 tahun ago
in Agribisnis
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Ternak sapi di instalasi karantina BKP Kelas I Kupang. (Putra Bali Mula - KatongNTT.com)

Ternak sapi di instalasi karantina BKP Kelas I Kupang. (Putra Bali Mula - KatongNTT.com)

0
SHARES
113
VIEWS

Kupang – Kuota pengiriman ternak keluar wilayah NTT periode 2023 ini masih dalam peninjauan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, untuk kemudian menetapkan jumlahnya.

Draft kuota pengeluaran ternak ini telah dikirimkan Dinas Peternakan Provinsi NTT beberapa waktu lalu. Diperkirakan dalam beberapa hari ke depan kuota 2023 tersebut sudah ditetapkan.

BacaJuga

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

12 September 2024
Petani rumput laut di NTT meradang pasca terbitnya pergub yang melarang pengiriman ke luar daerah (Joe-KatongNTT)

NTT Belum Ekspor Rumput Laut Tahun Ini

30 Mei 2024

Kepala Bidang Agribisnis Dinas Peternakan Provinsi NTT, Edi Juma, menyampaikan usulan ini berbasiskan permintaan pasar dengan perhitungan menjaga populasi ternak di dalam NTT.

Baca juga: Pemprov NTT Siapkan Rp. 1 Triliun Untuk Program Tanam Jagung Panen Sapi

“Kita usul untuk kuota pengeluaran di 2023 ini berdasarkan analisis supply-demand. Saat ini masih berproses dan mungkin satu atau dua hari lagi keputusannya keluar,” kata Edi di ruang kerjanya, Jumat 27 Januari 2023.

Sebelumnya Kepala Dinas Peternakan Provinsi NTT Yohanna Lisapally melalui sambungan telepon menyebut jumlah penetapan kuota tahun ini tetap tidak sepenuhnya mengikuti supply-demand.

Meskipun demikian, survei supply-demand tetap menjadi dasar untuk melihat tren permintaan pasar dalam setahun berjalan.

“Kita mau mempertahankan populasi tapi juga memberikan ruang kepada masyarakat untuk bisa mendapatkan dampak ekonomi,” ungkap dia.

NTT menjadi salah satu provinsi yang masih hijau atau aman dari penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang hewan berkuku belah di antaranya sapi, kuda dan kerbau.

Baca juga: Pengiriman Sapi dari NTT Menurun Drastis

Sapi NTT menjadi ternak paling banyak diminta diikuti kuda dan kerbau. Namun begitu pemerintah NTT memprioritaskan menjaga populasi hewan-hewan ini lalu memenuhi kebutuhan di luar daerah.

Pada 2022 lalu kuota pengeluaran ternak sapi NTT sebanyak 82.054 ekor dengan realisasi pengeluaran 74.880 ekor atau 91,26 persen. Sisa kuotanya 7.174 ekor sapi.

Sedangkan kuota pengeluaran kerbau sebanyak  4.965 ekor yang realisasinya 81,17 persen atau 4.030 ekor. Sisa kuota sebanyak 935 ekor sapi.

Sementara untuk kuota pengeluaran ternak kuda sejumlah 6.414 ekor dengan realisasi 81,35 persen atau 5.218 ekor kuda yang dikirimkan keluar NTT. Sisa kuotanya 1.196 ekor.

Baca juga: Australia Siap Bantu Indonesia Cegah Penyebaran PMK

Bank Indonesia Provinsi NTT juga telah mengeluarkan proyeksi pertumbuhan ekonomi 2023 . BI menyarankan NTT melakukan hilirisasi secara integratif produk-produk dari pertanian, perikanan dan peternakan.

BI menilai NTT perlu menggunakan pola kemitraan dan akses pembiayaan yang dapat memberikan nilai tambah yang besar bagi perekonomian NTT.

BI NTT melansir data BPS NTT menyebut populasi ternak NTT seperti sapi yang mencapai 1.248.930 telah menduduki peringkat 5 nasional. Sedangkan peringkat 1 nasional adalah populasi babi yang mencapai 2.598.370 ekor. (Putra Bali Mula)

Tags: #GubernurNTT#NTT#sapintt#TernaksapiNTT#ViktorBungtilluLaiskodat
Rita Hasugian

Rita Hasugian

Baca Juga

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

by Rita Hasugian
12 September 2024
0

Boleh jadi kita tidak pernah terlintas cari tahu tentang jenis jagung yang kita konsumsi, apakah berasal dari bibit jagung lokal...

Petani rumput laut di NTT meradang pasca terbitnya pergub yang melarang pengiriman ke luar daerah (Joe-KatongNTT)

NTT Belum Ekspor Rumput Laut Tahun Ini

by Tim Redaksi
30 Mei 2024
0

Ekspor rumput laut NTT ini memang minim sejak ekspor perdana pada 2019 lalu sebesar 25 ton Alkali Treated Cottonii (ATC)...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati