Kupang – Mahfud MD resmi ditunjuk oleh PDIP untuk mendampingi Ganjar Pranowo sebagai calon wakil presiden (cawapres) pada pemilu 2024.
Nama Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) ini santer didengar publik terutama saat kasus Ferdy Sambo.
Mahfud MD juga mencuri perhatian saat membuka transaksi mencurigakan Kementerian Keuangan. Ia membawa data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) ke hadapan DPR RI.
Baca juga : Tunjuk Mahfud MD Jadi Cawapres Ganjar, Megawati Punya 4 Alasan
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini pun sempat panas dalam sidang saat dirinya mendorong DPR RI untuk mengesahkan RUU Perampasan Aset.
Terbaru, Mahfud menyoroti soal sidang Mahkamah Konstitusi mengenai gugatan usia capres-cawapres dari 40 tahun menjadi 35 tahun.
Sebagai Menkopolhukam di kepemimpinan Jokowi pun Mahfud pernah beberapa kali mengungkit kasus-kasus yang terjadi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Baca juga : NTT Terima 55 Jenazah, Mahfud MD : Pemda Terlibat Perdagangan Orang
Mahfud MD tegas menyatakan NTT sebagai provinsi yang darurat kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dengan banyak korban meninggal, dikuasai para mafia, ditambah pemerintahan NTT itu korup.
Dalam siaran YouTube Sekretariat Presiden RI, 30 Mei 2023, Mahfud saat itu menyoroti pula Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal NTT yang kerap dijadikan budak dan meninggal di luar negeri.
Sebenarnya simpul kasus TPPO sudah diketahui Pemerintah Indonesia, kata Mahfud, tetapi terhambat birokrasi dan para mafia di NTT sangat dilindungi oleh pemerintah daerah NTT.
Baca juga : Mahfud MD : Demokrasi Kita Dibajak, Demokrasi Jual Beli
Orang yang pernah dipercayai Gus Dur sebagai Menteri Pertahanan ini pun kembali menekankan keterlibatan pemerintah daerah NTT dalam TPPO saat ia berkunjung ke Maumere, 30 Mei itu.
Jenazah PMI asal NTT yang meninggal pun kebanyakan berasal dari Singapura, Malaysia, Vietnam dan sebagainya.
Pada November 2021 lalu Mahfud juga sempat membeberkan ada kepala daerah di Provinsi NTT yang membagi-bagikan tanah negara.
Baca juga: Pejabat BIN Diduga Terlibat TPPO, Romo Paschal Tunggu Mahfud MD di Batam
“Tiba-tiba tanah yang ratusan atau ribuan hektar itu berpindah kepada orang ke orang, kepala daerahnya dapat, padahal itu sudah ada aktanya itu milik negara,” ujarnya mengutip Suara.com.
Mahfud membeberkan ini saat Serah Terima Aset Eks BLBI ke Pemerintah Kota Bogor dan menyinggung tanah negara di NTT yang malah dibagi-bagikan kepala daerahnya kepada orang lain.
“Untung pengadilan yang lebih tinggi lagi memutuskan untuk kembali ke negara dan itu bisa banyak terjadi seperti itu,” tandas Mahfud.
Baca juga : Mahfud MD Sebut Keterbukaan Informasi Cegah Kisruh di Pemilu
Mahfud MD juga pernah beberapa kali mengunjungi tempat wisata alam dan sejarah yang ada di NTT.
Ia menyambangi rumah masa kecil Frans Seda, Pantai Lasiana, Sekolah Tinggi Filsafat Katolik (STFK) Ledalero di Sikka dan mengunjungi Rumah Pengasingan Bung Karno di Ende.
Saat berada di rumah masa kecil Frans Seda di Lekebai, Maumere, Maret 2023 lalu, Mahfud menyebut usulan gelar pahlawan nasional Frans Seda sedang diproses.
Mahfud MD memang menjadi Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan. Ia mengatakan seluruh dokumen persyaratannya telah lengkap. Presiden yang akan menetapkan dan memutuskan Frans Seda menjadi pahlawan nasional RI.
Baca juga :Usulan Frans Seda Jadi Pahlawan Nasional Masih Dikaji
Mahfud MD juga sudah dikukuhkan menjadi tokoh kehormatan di Kabupaten Ende, pada 1 Juni 2023. Ia dikukuhkan dekat dengan Lapangan Pancasila dan Rumah Pengasingan Bung Karno.
Dalam kesempatan itu ia mengungkapkan rencana pemerintah yang akan membuat diorama dan museum Bung Karno di Ende.
Pada Rabu 18 Oktober 2023 ini Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri secara resmi menunjuk pria kelahiran Madura itu sebagai cawapres Ganjar.
Baca juga : 5 Anggota DPR RI Dapil NTT Dengan Masa Jabatan Terlama
Megawati mengumumkan nama Mahfud secara resmi di kantor DPP PDIP di Jalan Pangeran Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat.
Anak dari Presiden Soekarno ini mempunya 4 alasan memutuskan sosok seperti Mahfud MD yang pantas menjadi pendamping Ganjar sebagai capres. ****


