• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Kamis, April 23, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Sorotan

Dirut Jamkrida NTT Minta Diajari TII Soal Komitmen Anti Korupsi

Tim Redaksi by Tim Redaksi
3 tahun ago
in Sorotan
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Dirut Jamkrida NTT Minta Diajari TII Soal Komitmen Anti Korupsi
0
SHARES
105
VIEWS

Kupang – Direktur Utama PT Jamkrida NTT, Ibrahim Imang, menanggapi hasil riset Transparancy International (TI) Indonesia atau TII yang mengkategorikan PT Jamkrida NTT cukup buruk dalam hal anti korupsi.

Ibrahim yang pernah menjabat sebagai Direktur Pemasaran Bank NTT ini meminta TI Indonesia datang langsung menyampaikan kepadanya data yang telah dikeluarkan ke publik itu.

BacaJuga

Erik Saka, anak Frans Xaver Saka dan istrinya Clotilde Min Mesak menuangkan angur kolesom saat sembahyang Imlek di rumah mereka di Weluli, Kabupaten Belu, NTT. (Yanti Mesak/KatongNTT)

Tradisi Sembahyang Imlek di Weluli

3 Maret 2026
Jalan rusak parah di Desa Natarmage, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT (Yohanes Fandi/KatongNTT)

Antara Jalan Rusak, Gagal Panen, Obat Kosong dan Semarak Kemerdekaan

18 Agustus 2025

“Berarti bahwa saya pasti paling tidak benar dan tidak mengerti untuk urusan itu. Jadi yang menilai kami itu pasti paling mengerti jadi tolong datang ajar kami supaya kami bisa menjadi lembaga yang taat,” komentarnya ketus.

Baca juga : Riset Anti Korupsi BUMD NTT Dapati Fakta Buruk

Ibrahim juga mengaku tidak mengetahui standar penilaian seperti apa yang dipakai dalam riset yang menggunakan metode Transparency in Corporate Reporting (TRAC).

Riset TRAC ini dilakukan oleh TI Indonesia terhadap 47 BUMD di 5 provinsi termasuk di NTT. PT Jamkrida NTT mendapatkan poin di bawah 5 atau kategori merah yang berarti buruk.

“Karena saya tidak tahu nilainya dasarnya apa, apa hasil penilaiannya, tapi dapat pemberitahuan saja kami paling jelek dalam komitmen pemberantasan korupsi,” ujarnya saat peresmian Bank NTT sebagai bank devisa di Kantor Pusat Bank NTT, Selasa 5 September 2023.

Saat ditanyai mengenai sistem dan komitmen soal anti korupsi dalam PT Jamkrida NTT ia justru ingin TI Indonesia yang mengungkapkan itu.

Baca juga:KPK Ingatkan Banyak Indikasi Korupsi di NTT

“Saya tidak tahu, tanyalah mereka yang menilai saya paling jelek. Saya tidak mengerti tentang bagaimana mengurus itu. Mereka yang menilai saya jelek itu pasti sangat paham,” tukas dia.

Mantan direksi Bank NTT semasa Gubernur NTT Frans Lebu Raya ini juga mengeluarkan pernyataan bahwa ia keluar dari Bank NTT karena menolak korupsi.

“Padahal Ibrahim Imang ini berhenti dari Bank NTT hanya karena menolak korupsi. Iya, berhenti jadi direksi Bank NTT karena menolak korupsi tapi saya dinilai jadi orang paling buruk,” ungkap dia.

Baca juga : Mahfud MD : Demokrasi Kita Dibajak, Demokrasi Jual Beli

Ibrahim sendiri mengaku pada 2012 lalu menolak melayani seorang debitur dengan uang Rp 70 miliar. Ia diberhentikan dari jabatannya di Bank NTT terhitung sejak tanggal 12 Maret 2012.

Pemberhentian Ibrahim itu disampaikan Direktur Utama Bak NTT, Daniel Tagu Dedo, bersama jajarannya dalam pertemuan dengan Komisaris Utama Bak NTT, Frans Salem yang juga Sekretaris Daerah NTT di Kupang. Melansir kompas.com pemberitahuan itu disampaikan 20 Maret 2012. ****

Tags: #DirutJamkridaNTT#IbrahimImang#KorupsiBankNTT#PTJamkridaNTT#TransparencyInternationalIndonesia
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Erik Saka, anak Frans Xaver Saka dan istrinya Clotilde Min Mesak menuangkan angur kolesom saat sembahyang Imlek di rumah mereka di Weluli, Kabupaten Belu, NTT. (Yanti Mesak/KatongNTT)

Tradisi Sembahyang Imlek di Weluli

by Yanti Mesak
3 Maret 2026
0

Untuk menyambut Tahun Baru Imlek 2577 yang dimulai pada 17 Februari 2026 dan berakhir pada 3 Maret 2026, keluarga Frans...

Jalan rusak parah di Desa Natarmage, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT (Yohanes Fandi/KatongNTT)

Antara Jalan Rusak, Gagal Panen, Obat Kosong dan Semarak Kemerdekaan

by Difan Fandi
18 Agustus 2025
0

Desa Natarmage - Pagi itu, saya berangkat dari Desa Pruda menuju Natarmage, Kecamatan Waiblama, untuk mengikuti perayaan HUT RI ke-80...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati