• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Sabtu, April 18, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Sorotan

DPRD NTT Pertanyakan Komitmen Pemprov Selesaikan Konflik Lahan Besipae

Tim Redaksi by Tim Redaksi
3 tahun ago
in Sorotan
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Salah satu rumah warga Besipae yang digusur. Sikap Pemprov NTT menggusur rumah warga dipertanyakan DPRD NTT (Joe-KatongNTT

Salah satu rumah warga Besipae yang digusur. Sikap Pemprov NTT menggusur rumah warga dipertanyakan DPRD NTT (Joe-KatongNTT

0
SHARES
231
VIEWS

Kupang – Wakil Ketua Komisi III DPRD NTT, Leonardus Lelo menilai penggusuran rumah warga Besipae oleh Pemprov NTT tidak pro terhadap masyarakat.

Usai dialog bersama Aliansi Solidaritas Besipae (ASAB), Selasa (1/11/2022) di ruang Komisi I, Leo menegaskan, pemerintah keliru dalam bertindak.

BacaJuga

Erik Saka, anak Frans Xaver Saka dan istrinya Clotilde Min Mesak menuangkan angur kolesom saat sembahyang Imlek di rumah mereka di Weluli, Kabupaten Belu, NTT. (Yanti Mesak/KatongNTT)

Tradisi Sembahyang Imlek di Weluli

3 Maret 2026
Jalan rusak parah di Desa Natarmage, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT (Yohanes Fandi/KatongNTT)

Antara Jalan Rusak, Gagal Panen, Obat Kosong dan Semarak Kemerdekaan

18 Agustus 2025

“Tidak seperti ini, membangun habis lantas menggusur lagi. Tidak bisa. Itu sikap yang menurut saya keliru, sikap yang tidak berpihak, tidak pro terhadap rakyat,” ujar Leo kepada KatongNTT.

Wakil Ketua Komisi I DPRD NTT, Ana Waha Kolin mengatakan, penggusuran tersebut pastinya ada sebab. Ia berpatokan pada informasi dari Pemprov bahwa warga tak menempati rumah-rumah tersebut.

“Itukan rumah yang dibangun oleh Pemprov, karena rasa kemanusiaan dari Pemprov terhadap warga Besipae yang korban,” ujar Ana.

Saat KatongNTT ke lokasi penggusuran, rumah-rumah itu ditempati. Pemprov kemudian menuding warga tinggal secara ilegal tanpa melihat rekomendasi Komnas HAM.

Baca juga: Pemprov NTT Dinilai Tidak Adil terhadap Masyarakat Besipae

Leo menilai, pemerintah membuat kebijakan yang ambigu. Pada satu sisi, Pemprov membantu masyarakat Besipae dengan membangun rumah, namun di sisi lain Pemprov menegaskan haknya terkait pemilikan aset.

“Sikap ambivalen itu yang sebenarnya disayangkan. Harusnya tegas sejak awal dan juga bisa mengakomodir rekomendasi Komnas HAM tahun 2020 itu,” kata Leo.

Ana mengusulkan perlu ada ruang dialog bersama antara masyarakat, DPRD dan Pemprov NTT.

“Ini harus duduk bersama dulu untuk melihat kenapa Pemerintah sampai menggusur. Kenapa tidak mengindahkan rekomendasi dari Komnas HAM. Ada apa ini?,” jelas Ana.

Baca juga: Komnas HAM: Pemprov NTT Buka Ruang Dialog Setara dengan Warga Pubabu-Besipae

Menurut Ana, ruang dialog harus mendorong pemerintah untuk berkomitmen pada kesepakatan yang sudah dibuat.

“Pemerintah harus menjaga wibawa itu. Tidak bisa menyalahgunakan keputusan yang sudah ada,” ujar Ana.

Dalam kesepakatan yang dibuat pada 21 Agustus 2020 oleh Pemprov NTT dan keluarga besar Nabuasa Besi dan Pa’e, disepakati 5 poin penting. Pada poin ke-3, Pemprov menyanggupi untuk mengidentifikasi kembali batas-batas kawasan. Apabila ada lahan warga yang masuk dalam kawasan, akan diukur lalu dikeluarkan dari sertifikat dan dikembalikan pada warga.

Terkait hal itu, Leo mengatakan, pemerintah harus konsisten.

“Pemerintah harus kembali meletakkan dasar yang bijak, komitmen untuk menyelesaikan persoalan dan muara terakhir adalah kepentingan bagi masyarakat,” jelas Leo.*****

Baca juga: Gubernur NTT Dinilai Utamakan Proyek Daripada Nasib Warga Besipae

Tags: #beritantt#besipae#DPRDNTT#PemprovNTT
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Erik Saka, anak Frans Xaver Saka dan istrinya Clotilde Min Mesak menuangkan angur kolesom saat sembahyang Imlek di rumah mereka di Weluli, Kabupaten Belu, NTT. (Yanti Mesak/KatongNTT)

Tradisi Sembahyang Imlek di Weluli

by Yanti Mesak
3 Maret 2026
0

Untuk menyambut Tahun Baru Imlek 2577 yang dimulai pada 17 Februari 2026 dan berakhir pada 3 Maret 2026, keluarga Frans...

Jalan rusak parah di Desa Natarmage, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT (Yohanes Fandi/KatongNTT)

Antara Jalan Rusak, Gagal Panen, Obat Kosong dan Semarak Kemerdekaan

by Difan Fandi
18 Agustus 2025
0

Desa Natarmage - Pagi itu, saya berangkat dari Desa Pruda menuju Natarmage, Kecamatan Waiblama, untuk mengikuti perayaan HUT RI ke-80...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati