• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Kamis, April 16, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Sorotan

Pemprov NTT Dinilai Tidak Adil terhadap Masyarakat Besipae

Tim Redaksi by Tim Redaksi
3 tahun ago
in Sorotan
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Pemprov NTT menggusur rumah warga Besipae. Tindak ini dinilai tidak adil (Joe-KatongNTT)

Pemprov NTT menggusur rumah warga Besipae. Tindak ini dinilai tidak adil (Joe-KatongNTT)

0
SHARES
271
VIEWS

Soe – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (Pemprov NTT) dinilai berlaku tidak adil terhadap masyarakat Besipae. Setelah membangun 12 unit rumah bagi warga Besipae, Pemprov NTT kembali menggusurnya pada 20-21 Oktober 2022.

Pemprov NTT menjelaskan, penggusuran rumah tersebut adalah buntut dari penolakan warga terhadap proyek pemerintah. Warga disebut menghadang pelaksanaan paket pekerjaan jalan, paddock dan pembangunan pagar.

BacaJuga

Erik Saka, anak Frans Xaver Saka dan istrinya Clotilde Min Mesak menuangkan angur kolesom saat sembahyang Imlek di rumah mereka di Weluli, Kabupaten Belu, NTT. (Yanti Mesak/KatongNTT)

Tradisi Sembahyang Imlek di Weluli

3 Maret 2026
Jalan rusak parah di Desa Natarmage, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT (Yohanes Fandi/KatongNTT)

Antara Jalan Rusak, Gagal Panen, Obat Kosong dan Semarak Kemerdekaan

18 Agustus 2025

Pemprov NTT menyebut pembongkaran rumah itu sebagai bentuk penertiban terhadap aset pemerintah. Sebanyak 19 unit rumah dibongkar. Dari jumlah itu, 5 unit rumah dibangun sendiri oleh warga, 2 unit direlokasi pada 2020 dan sisanya dibangun oleh Pemprov NTT.

Warga sendiri mengatakan, aksi penolakan tersebut dilakukan lantaran pemerintah belum menepati janjinya. Pemprov NTT belum mengidentifikasi ulang batas-batas kawasan yang masuk dalam sertifikat hak pakai nomor 01 tahun 2013.

Baca juga: Pemprov NTT Tuding Warga Besipae Ilegal, Rekomendasi Komnas HAM Diabaikan?

Karena itu, warga menganggap masalah di Besipae belum selesai. Sesuai rekomendasi Komnas HAM, pemerintah dan masyarakat menahan diri untuk tidak beraktivitas dalam kawasan tersebut hingga ada penyelesaian masalah.

Mendengar penuturan Niko Manao, warga Besipae terkait pemicu penggusuran, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Egy Usfunan menyayangkan sikap Pemprov NTT.

Menurutnya, Pemprov NTT tidak adil terhadap masyarakat Besipae. Pasalnya, kesepakatan yang dibuat Pemprov NTT bersama usif Nabuasa pada 2020 lalu belum dilaksanakan.

“Nah kalau pemicunya hanya mau bangun paddock terus ada selisih paham dengan masyarakat sekitar baru gusur (rumah), ini juga tidak adil,” ujar Egy, Jumat (21/10/2022) di lokasi penggusuran.

Terkait pembangunan di Besipae, Thomas Lopo, anggota DPRD Kabupaten TTS dari Fraksi PKB tidak mempersoalkan itu. Namun baginya, Pemprov NTT harus memberi kepastian kapan menepati perjanjian yang sudah dibuat.

“Kapan Pemerintah Provinsi datang dan kita tindak lanjuti kesepakatan yang sudah menggantung 2 tahun ini,” ujar Lopo.

Kehadiran DPRD TTS di Besipae, kata Egy, untuk mendengar dan melihat kondisi masyarakat di sana. Ia mengatakan, pihaknya tidak bisa berbicara banyak di lokasi. Namun informasi yang diperoleh dan hasil pengamatan akan menjadi dasar bagi DPRD untuk berbicara dengan Bupati TTS.

Baca juga: Warga Besipae Kehujanan dan Tidur di Bawah Pohon

Selain dengan pemerintah Kabupaten, Egy menyampaikan akan berkoordinasi dengan DPRD Provinsi NTT. Pihaknya membangun komunikasi untuk mencari solusi bagi warga di Besipae.

“Apapun yang terjadi, ini adalah masyarakat Kabupaten Timor Tengah Selatan sehingga kami punya kewajiban untuk mencari solusi terhadap permasalahan yang Bapak Mama hadapi,” ujar Egy.

Ketua DPRD Provinsi NTT, Emy Nomleni yang dihubungi belum memberikan jawaban. Begitupula anggota DPRD Provinsi NTT dari dapil TTS, Reni Marlin Un. Keduanya berjanji memberikan jawaban setelah mendapatkan informasi yang jelas terkait persoalan di Besipae.*****

Baca juga: Besipae Kembali Memanas, Pemprov NTT Gusur Rumah Warga

Tags: #beritantt#besipae#DPRDNTT#dprdtts#egyusfunan#PemprovNTT#penggusuranrumah
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Erik Saka, anak Frans Xaver Saka dan istrinya Clotilde Min Mesak menuangkan angur kolesom saat sembahyang Imlek di rumah mereka di Weluli, Kabupaten Belu, NTT. (Yanti Mesak/KatongNTT)

Tradisi Sembahyang Imlek di Weluli

by Yanti Mesak
3 Maret 2026
0

Untuk menyambut Tahun Baru Imlek 2577 yang dimulai pada 17 Februari 2026 dan berakhir pada 3 Maret 2026, keluarga Frans...

Jalan rusak parah di Desa Natarmage, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT (Yohanes Fandi/KatongNTT)

Antara Jalan Rusak, Gagal Panen, Obat Kosong dan Semarak Kemerdekaan

by Difan Fandi
18 Agustus 2025
0

Desa Natarmage - Pagi itu, saya berangkat dari Desa Pruda menuju Natarmage, Kecamatan Waiblama, untuk mengikuti perayaan HUT RI ke-80...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati