Jakarta – Jelajah Timur – Run for Equality yang sudah digelar sejak 2019 lalu kembali dilaksanakan dan kali ini bertempat di Nusa Tenggara Timur (NTT). Selain olahraga, lari berkonsep charity ultramarathon juga mengumpulkan donasi untuk penyediaan sarana air bersih dan mengatasi stunting.
Rangkaian kegiatan yang diselenggarakan organisasi Plan Indonesia itu digelar mulai Kamis (26/10/2023) hingga Minggu (29/10/2023). Mereka akan berlari dalam dua etape, yaitu 55 kilometer dan 108 kilometer, dari kota Soe di Kabupaten Timor Tengah Selatan menuju Kota Kupang.
Baca : Kekeringan, Stunting, dan Opor Singkong
Direktur Eksekutif Plan Indonesia Dini Widyastuti mengatakan kegiatan charity ultramarathon untuk menggalang donasi pembangunan sarana air bersih dan mencegah stunting di NTT. “Salah satu masalah yang kita lihat di NTT adalah stunting, jadi stunting prevention dan menurut data memang air bersih menjadi masalah.
Masih menjadi masalah di mungkin hampir 50 persen dari daerah di mana kami bekerja,” jelas Dini saat memberikan penjelasan di kantor Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf).
Keterangan dari laman Kemenparekraf/Baparekraf, Rabu (25/10/2023), menyebutkan Menparekraf Sandiaga Uno mengapresiasi penyelenggaraan Jelajah Timur – Run for Equality.
Baca : Limbah Ikan Tuna Dapat Cegah Stunting
“Mari kita tunjukkan bagaimana penyelenggaraan event dapat meningkatkan antusiasme masyarakat untuk #BerwisatadiIndonesiaAja,” kata Sandiaga.
Dikatakan, event ini tidak hanya mendukung pengembangan wisata olahraga (sport tourism), tapi juga ajang promosi pariwisata karena rute lari nantinya melewati sejumlah destinasi dengan alamnya yang indah.
“Saya mengucapkan selamat pada Plan Indonesia untuk penyelenggaraan Jelajah Timur 2023 dan mudah-mudahan tercapai semua target yang ingin diraih dan kita berharap kegiatan ini bisa membawa keberkahan,” kata Sandiaga Uno.
Baca : Ludi Gasong Sinergikan Riset dan Bisnis Jagung Bose Instan untuk Cegah Stunting di NTT
Sementara itu, Founder & Managing Director Virtuathlon Indonesia, Ramli Alrashid, mengatakan pihaknya mendukung dan mendorong berbagai kemitraan memastikan kegiatan tahun ini berjalan.
Sedangkan perwakilan pelari yang akan berpartisipasi, Adita Irawati dan Renato Joesaki mengaku antusias untuk dapat berpartisipasi dalam Jelajah Timur – Run for Equality.
“Dipastikan nanti pelari akan berlari dengan aman dan tetap nyaman. Akan ada water station yang mobile setiap 5 kilometer dan check point di tiap 20 kilometer,” kata Adita.
Adapun masyarakat yang ingin berkontribusi dalam kegiatan ini dapat ikut berdonasi melalui link bit.ly/jeltim dan melihat informasi lebih lanjut di akun instagram Jelajah Timur @jel.tim. [Anto]




