Kupang – Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) El Tari Kupang mengembangkan lahan tidur seluas 48 hektare (ha). Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo sudah mencanangkan penanaman jagung, kelor, dan sorgum pada pertengahan Maret 2023 lalu. Satu dekade silam, pada lahan tersebut juga pernah ditanami singkong dalam skala besar.
“Ini baru satu bulan disiapkan, namun lahan kini sudah hijau semua karena sudah ditumbuhi tanaman jagung,” kata Komandan Lanud El Tari Kupang, Marsma TNI Aldrin Petrus Mongan di Kupang, Selasa (30/5/2023).
Hal itu disampaikan saat bersama personilnya menanam jagung pada lahan yang baru, melengkapi area yang sudah ditumbuhi jagung sekitar 1 bulan 15 hari.
Baca : NTT Perlu Kembangkan Singkong untuk Atasi Stunting
Dikatakan, lahan tersebut sebelumnya sudah dicanangkan Kasau saat berkunjung ke NTT.
Metode yang dilakukan untuk menjaga agar jagung-jagung tersebut bisa bertahan selama musim kemarau dan bisa dipanen adalah metode irigasi tetes.
“Jadi ketika kami mulai tanam, tidak pada saat hujan, tetapi sudah memasuki musim kemarau, hal ini karena kami menggunakan metode irigasi tetes,” kata dia, seperti ditulis Antara.
Lebih lanjut, kata dia, upaya Lanud El Tari mengembangkan lahan kosong menjadi area pertanian dalam rangka menjaga ketahanan pangan di NTT. “Kita berharap ini akan menjadi contoh, smart farming di Lanud El Tari. Semoga jadi contoh dari seluruh wilayah kabupaten di NTT,” tambah dia.
Baca : Target 40.000 Ha Jagung, NTT Bisa Optimalkan Pabrik Pakan Ternak
Sebelumnya, Kasau Marsekal TNI Fadjar Prasetyo meluncurkan penanaman jagung, kelor, dan sorgum di Lanud El Tari, Kupang (20/3/2023). Saat itu disebutkan bahwa penanaman itu dilakukan bersama dengan stakeholder lainnya. Pemanfaatan lahan tidur menjadi produktif juga menopang program Provinsi NTT yaitu Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS).
Baca : Oma Lin Menginspirasi Warga Mbay Bertanam Jagung
Pemanfaatan lahan tidur Lanud El Tari juga sudah dilakukan sejak satu dekade silam. Pihak Lanud El Tari bekerja sama dengan masyarakat dan kelompok tani Haumat menanam singkong pada semua areal tersebut. Program dimulai sejak akhir tahun 2012 dengan maksud untuk menopang program pangan di NTT.
Danlanud El Tari yang saat itu dijabat Kolonel Pnb Eko Dono Indarto melakukan panen perdana pada 11 Juni 2013. Hadir sejumlah pimpinan daerah di antaranya Wali Kota Kupang yang diwakili staf ahli bidang ekonomi dan pembangunan Hendri Saba.
Catatan KatongNTT.com menyebutkan pihak Lanud El Tari berusaha keras dan berupaya mengembangkan penanaman singkong tersebut. Salah satu prioritasnya untuk meningkatkan perekonomian keluarga dan masyarakat sekitar. Hasil panen mencapai 30 ton/ha yang dinilai sangat bagus. Sayangnya, program tersebut sepertinya tidak berkelanjutan dan lahan yang sudah ditanami singkong menjadi tidak produktif. Padahal, singkong juga merupakan salah satu komoditas andalan dan menjadi penopang ketahanan pangan di seluruh NTT. [Anto]




