• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Kamis, Juli 2, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Bisnis Agribisnis

Lahan Tidur Lanud El Tari Kembali Produktif, 10 Tahun Lalu Pernah Ditanami Singkong

Rita Hasugian by Rita Hasugian
3 tahun ago
in Agribisnis
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Lahan Tidur Lanud El Tari Kembali Produktif, 10 Tahun Lalu Pernah Ditanami Singkong

Ilustrasi tanaman singkong (Agrifood.id)

0
SHARES
27
VIEWS

Kupang – Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) El Tari Kupang mengembangkan lahan tidur seluas 48 hektare (ha). Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo sudah mencanangkan penanaman jagung, kelor, dan sorgum pada pertengahan Maret 2023 lalu. Satu dekade silam, pada lahan tersebut juga pernah ditanami singkong dalam skala besar.

“Ini baru satu bulan disiapkan, namun lahan kini sudah hijau semua karena sudah ditumbuhi tanaman jagung,” kata Komandan Lanud El Tari Kupang, Marsma TNI Aldrin Petrus Mongan di Kupang, Selasa (30/5/2023).

BacaJuga

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

12 September 2024
Petani rumput laut di NTT meradang pasca terbitnya pergub yang melarang pengiriman ke luar daerah (Joe-KatongNTT)

NTT Belum Ekspor Rumput Laut Tahun Ini

30 Mei 2024

Hal itu disampaikan saat bersama personilnya menanam jagung pada lahan yang baru, melengkapi area yang sudah ditumbuhi jagung sekitar 1 bulan 15 hari.

Baca : NTT Perlu Kembangkan Singkong untuk Atasi Stunting

Dikatakan, lahan tersebut sebelumnya sudah dicanangkan Kasau saat berkunjung ke NTT.

Metode yang dilakukan untuk menjaga agar jagung-jagung tersebut bisa bertahan selama musim kemarau dan bisa dipanen adalah metode irigasi tetes.

“Jadi ketika kami mulai tanam, tidak pada saat hujan, tetapi sudah memasuki musim kemarau, hal ini karena kami menggunakan metode irigasi tetes,” kata dia, seperti ditulis Antara.

Lebih lanjut, kata dia, upaya Lanud El Tari mengembangkan lahan kosong menjadi area pertanian dalam rangka menjaga ketahanan pangan di NTT. “Kita berharap ini akan menjadi contoh, smart farming  di Lanud El Tari. Semoga jadi contoh dari seluruh wilayah kabupaten di NTT,” tambah dia.

Baca : Target 40.000 Ha Jagung, NTT Bisa Optimalkan Pabrik Pakan Ternak

Sebelumnya, Kasau Marsekal TNI Fadjar Prasetyo meluncurkan penanaman jagung, kelor, dan sorgum di Lanud El Tari, Kupang (20/3/2023). Saat itu disebutkan bahwa penanaman itu dilakukan bersama dengan stakeholder lainnya. Pemanfaatan lahan tidur menjadi produktif juga menopang program Provinsi NTT yaitu Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS).

Baca : Oma Lin Menginspirasi Warga Mbay Bertanam Jagung

Pemanfaatan lahan tidur Lanud El Tari juga sudah dilakukan sejak satu dekade silam. Pihak Lanud El Tari bekerja sama dengan masyarakat dan kelompok tani Haumat menanam singkong pada semua areal tersebut. Program dimulai sejak akhir tahun 2012 dengan maksud untuk menopang program pangan di NTT.

Danlanud El Tari yang saat itu dijabat Kolonel Pnb Eko Dono Indarto melakukan panen perdana pada 11 Juni 2013. Hadir sejumlah pimpinan daerah di antaranya Wali Kota Kupang yang diwakili staf ahli bidang ekonomi dan pembangunan Hendri Saba.

Catatan KatongNTT.com menyebutkan pihak Lanud El Tari berusaha keras dan berupaya mengembangkan penanaman singkong tersebut. Salah satu prioritasnya untuk meningkatkan perekonomian keluarga dan masyarakat sekitar. Hasil panen mencapai 30 ton/ha yang dinilai sangat bagus. Sayangnya, program tersebut sepertinya tidak berkelanjutan dan lahan yang sudah ditanami singkong menjadi tidak produktif. Padahal, singkong juga merupakan salah satu komoditas andalan dan menjadi penopang ketahanan pangan di seluruh NTT. [Anto]

Tags: #Jagung#LanudElTari#Pertanian#singkong
Rita Hasugian

Rita Hasugian

Baca Juga

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

by Rita Hasugian
12 September 2024
0

Boleh jadi kita tidak pernah terlintas cari tahu tentang jenis jagung yang kita konsumsi, apakah berasal dari bibit jagung lokal...

Petani rumput laut di NTT meradang pasca terbitnya pergub yang melarang pengiriman ke luar daerah (Joe-KatongNTT)

NTT Belum Ekspor Rumput Laut Tahun Ini

by Tim Redaksi
30 Mei 2024
0

Ekspor rumput laut NTT ini memang minim sejak ekspor perdana pada 2019 lalu sebesar 25 ton Alkali Treated Cottonii (ATC)...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati