• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Minggu, Agustus 16, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Sorotan

Museum NTT Digitalisasi 7 Ribu Lebih Peninggalan Bersejarah

Tim Redaksi by Tim Redaksi
3 tahun ago
in Sorotan
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Museum NTT Digitalisasi 7 Ribu Lebih Peninggalan Bersejarah
0
SHARES
135
VIEWS

Kupang – UPTD Museum Daerah Provinsi NTT memulai digitalisasi lebih dari 7 ribu koleksi bersejarah untuk lebih mudah dipelajari publik maupun peneliti.

Kepala UPTD Museum Daerah Provinsi NTT, Aplinuksi M.A Asamani, menjelaskan ini saat ditemui di kantornya, Jumat 10 November 2023.

BacaJuga

Hotel Sasando International (Dok.KatongNTT)

Setengah Hati Merawat Hotel Sasando

13 Agustus 2026
Lima perempuan anggota Forum Pelangi Kasih dii Kota Kupang yang melahirkan dan membesarkan anak-anak mereka sebagai LGBTQ+. Anak-anak mereka sering diejek, didisrkiminasi, dan dilecehkan. (Dok. KatongNTT)

Dipeluk Ibu Saat Dunia Menolak, Cerita dari Forum Pelangi Kasih Kupang

3 Juli 2026

Baca juga: Nyaris Punah, Tarian Togo Apur Ditampilkan di Museum Kebangkitan Nasional

Kini ada 7.400 lebih koleksi yang mana masih  yang terbanyak adalah tenun di antara benda peninggalan zaman megalitikum, perang dunia dan masa kolonialisme, juga berbagai peninggalan lainnya termasuk dari budaya maritim dan pertanian NTT.

“Sekarang masih belum banyak, kalau tidak salah sekitar 300-an koleksi (mulai digitalisasi) baru mulai di tahun ini, dengan kekurangan tenaga tadi itu,” ungkap dia.

Program digitalisasi ini memang memerlukan penambahan tenaga IT dan pelatihan sejenis. Sementara ini telah dibangun kolaborasi juga dengan Politeknik Negeri Kupang dalam pengembangannya.

Baca juga : BI Beber Syarat Tenun NTT Jadi Jaminan Kredit

“Sistem sudah ada tentu kita perlu tenaga IT,” jawab dia lagi.

Sistem dimaksud adalah untuk mendokumentasikan secara digital seluruh koleksi yang bersifat internal dan bersifat publikasi, termasuk perpustakaan museum yang bisa mendukung penelitian, maupun pendataan pengunjung.

“Juga memudahkan penambahan narasi ketika ada informasi lain atau penelitian terbaru soal koleksi yang ada,” sebutnya lagi.

Baca juga : El Nino, Pangan Lokal, Bapanas, dan Cium Nasi Putih

Untuk koleksi yang akan dipublikasi nantinya akan melalui berbagai platform media sosial dalam bentuk video, foto ataupun live streaming.

“Itu bisa menjadi edukasi bagi anak-anak atau generasi akan datang,” tukasnya.

Museum merupakan tempat untuk menyimpan benda-benda koleksi sejarah untuk dikenalkan kepada masyarakat. Demikian maka masyarakat pun bisa menghibahkan koleksinya untuk dirawat dan dipublikasikan oleh museum.

Baca juga : Kaum Muda Desa Hewa-Flores Timur Mendokumentasi 12 Padi Lokal

“Museum menjadi tempat untuk melestarikan benda budaya. Ada yang tersimpan di tokoh adat atau masyarakat, memang kalau terawat ya tidak apa tapi untuk lebih terpublikasi maka sebaiknya bisa dirawat di museum,” jelasnya lagi.

Untuk tahun 2022 sendiri, kata dia, ada lebih dari 11 ribu pengunjung yang lebih dominan adalah mahasiswa, pelajar, masyarakat, kemudian wisatawan asing. ***

Tags: #digitalisasikoleksimuseum#DigitalisasiMuseumNTT#KoleksiMuseumNTT#MuseumNTT
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Hotel Sasando International (Dok.KatongNTT)

Setengah Hati Merawat Hotel Sasando

by Rita Hasugian
13 Agustus 2026
0

KatongNTT – Suara Johanes Tenggas, 50 tahun datar menjawab pertanyaan tim transisi dari PT Flobamor, BUMD Provinsi NTT pada Senin,...

Lima perempuan anggota Forum Pelangi Kasih dii Kota Kupang yang melahirkan dan membesarkan anak-anak mereka sebagai LGBTQ+. Anak-anak mereka sering diejek, didisrkiminasi, dan dilecehkan. (Dok. KatongNTT)

Dipeluk Ibu Saat Dunia Menolak, Cerita dari Forum Pelangi Kasih Kupang

by KatongNTT
3 Juli 2026
0

Kupang –Suara tawa lepas lima perempuan lansia memenuhi ruang tamu rumah Pendeta emeritus Aplonia Mariana Mba’u-Lidda pekan terakhir April lalu....

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati