Kupang – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memaparkan daerah dengan status waspada hari tanpa hujan selama kemarau ini.
Kabupaten Kupang dan Kota Kupang memiliki wilayah yang tak mengalami hujan lebih dari 21 hari berturut-turut ke depannya.
Untuk Kabupaten Kupang yakni di Kecamatan Fatuleu Barat, Kupang Barat, Kupang Tengah, Semau, Semau Selatan dan Sulamu. Sedangkan di Kota Kupang terjadi di wilayah Kecamatan Maulafa.
Baca juga : Puncak Musim Kemarau di NTT, Waspadai Kebakaran Hutan dan Lahan
BMKG merilis data wilayah tanpa hujan berturut-turut sejak Juli ini dalam peringatan dini kekeringan meteorologis di wilayah NTT yang diterima Senin 10 Juli 2023.
Kepala Stasiun Klimatologi Kelas II NTT, Rahmatullah Adji menyebut peringatan ini berdasarkan pembaharuan monitoring pada 30 Juni 2023.
Baca juga : NTT Memasuki Musim Kemarau Mulai April Ini
“Saat ini 100 persen dari total Zona Musim (ZOM) di NTT telah berada dalam periode musim kemarau maka diperlukan kewaspadaan terkait ancaman bencana kekeringan,” ungkapnya.
Prakiraan peluang curah hujan menunjukkan sebagian besar wilayah di NTT diperkirakan akan mengalami curah hujan sangat rendah.
“Atau kurang dari 20 mm per dasarian dengan peluang lebih dari 70 persen,” jelas dia.
Baca juga : BMKG Imbau Warga NTT Mulai Hemat Air Bersih
Kondisi ini berdampak pada sektor pertanian dengan sistem tadah hujan maupun pada pengurangan ketersediaan air tanah sehingga menyebabkan kelangkaan air bersih.
“Kondisi ini juga dapat meningkatkan potensi kemudahan terjadinya kebakaran,” tambah dia.
Sebelumnya hari tanpa hujan panjang atau 21 hingga 30 hari terjadi di kecamatan-kecamatan yang ada di Sikka, Lembata, Rote Ndao, Kota Kupang, Kabupaten Kupang dan Flores Timur.
Untuk kategori ekstrem panjang atau lebih dari 60 hari terjadi di kecamatan-kecamatan yang ada di Ende, Sumba Timur, Sabu Raijua dan Rote Ndao.****




