Kupang – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) akan menetapkan Kasus Luar Biasa (KLB) rabies di wilayah itu.
Asisten I Pemda TTS, Deny Nubatonis, menyampaikan ini saat dihubungi Selasa 30 Mei 2023.
Penetapan KLB rabies ini juga telah dibahas dalam rapat bersama pihak Kabupaten TTS dan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Bupati TTS, Egusem Pieter Tahun, malam ini akan menetapkan status tersebut.
Baca Juga : Korban Bertambah, 7 Kecamatan di TTS Terpapar Rabies
Selain penetapan KLB juga akan dilaksanakan eliminasi selektif atau dikandangkan. Apabila tidak dikandangkan maka dieliminasi.
Vaksinasi pada seluruh anjing di Kabupaten TTS juga akan dilakukan termasuk vaksinasi untuk tenaga kesehatan dan korban.
Penutupan wilayah bagi mobilisasi hewan juga akan dilakukan, disertai dengan pendataan populasi hewan, pembentukan satgas, dibuka nomor call center satuan tugas terkait kasus ini, juga mengeluarkan instruksi dan sosialisasi.
Baca juga : 10 Orang di TTS Jadi Korban Rabies, Desa Fenun Ditutup
Berdasarkan data Dinas Kesehatan TTS, ungkap Deny, tercatat sudah ada 22 kasus rabies yang terkonsentrasi di Desa Fenun dan Desa Fatulunu Kecamatan Amanatun selatan.
“Dari 22 kasus ini 1 orang meninggal dan yang lain rawat jalan,” sebutnya.
Untuk sementara Desa Fenun dan Desa Fatulunu dengan radius 10 kilometer diambil tindakan eliminasi selektif.
Baca juga : Pemda TTS Belum Tahu Asal Virus Rabies di Desa Fenun
“Yang mana dihimbau kepada masyarakat yang memelihara hewan yang bisa menularkan rabies seperti anjing dan kucing untuk diikat atau dikandangkan untuk divaksin. Apabila dibiarkan bebas berkeliaran dianggap liar dan akan dimusnahkan,” jelas dia.
Sedangkan vaksin rabies saat ini tersedia 100 ampul sumbangan dari Dinkes Provinsi NTT, lanjut Deny, sedangkan serum anti rabies belum tahu pasti ketersediaannya.
Baca juga : Pengadaan Vaksin Rabies di NTT Masih Bukan Prioritas
Pemda Kabupaten TTS sampai saat ini pun belum mengetahui asal virus rabies yang menjangkiti wilayah itu.
“Belum tahu asalnya dari mana tapi tim dari dinas kesehatan maupun dinas peternakan baik provinsi maupun kabupaten sementara di Kecamatan Amanatun Selatan untuk observasi asal virus tersebut,” sambungnya lagi. ****




