• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Sabtu, April 18, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Sorotan

Rabies di TTS Akan Ditetapkan Jadi Kasus Luar Biasa 

Tim Redaksi by Tim Redaksi
3 tahun ago
in Sorotan
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Rabies di TTS Akan Ditetapkan Jadi Kasus Luar Biasa 
0
SHARES
17
VIEWS

Kupang – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) akan menetapkan Kasus Luar Biasa (KLB) rabies di wilayah itu.

Asisten I Pemda TTS, Deny Nubatonis, menyampaikan ini saat dihubungi Selasa 30 Mei 2023.

BacaJuga

Erik Saka, anak Frans Xaver Saka dan istrinya Clotilde Min Mesak menuangkan angur kolesom saat sembahyang Imlek di rumah mereka di Weluli, Kabupaten Belu, NTT. (Yanti Mesak/KatongNTT)

Tradisi Sembahyang Imlek di Weluli

3 Maret 2026
Jalan rusak parah di Desa Natarmage, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT (Yohanes Fandi/KatongNTT)

Antara Jalan Rusak, Gagal Panen, Obat Kosong dan Semarak Kemerdekaan

18 Agustus 2025

Penetapan KLB rabies ini juga telah dibahas dalam rapat bersama pihak Kabupaten TTS dan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Bupati TTS, Egusem Pieter Tahun, malam ini akan menetapkan status tersebut.

Baca Juga : Korban Bertambah, 7 Kecamatan di TTS Terpapar Rabies

Selain penetapan KLB juga akan dilaksanakan eliminasi selektif atau dikandangkan. Apabila tidak dikandangkan maka dieliminasi.

Vaksinasi pada seluruh anjing di Kabupaten TTS juga akan dilakukan termasuk vaksinasi untuk tenaga kesehatan dan korban.

Penutupan wilayah bagi mobilisasi hewan juga akan dilakukan, disertai dengan pendataan populasi hewan, pembentukan satgas, dibuka nomor call center satuan tugas terkait kasus ini, juga mengeluarkan instruksi dan sosialisasi.

Baca juga : 10 Orang di TTS Jadi Korban Rabies, Desa Fenun Ditutup

Berdasarkan data Dinas Kesehatan TTS, ungkap Deny, tercatat sudah ada 22 kasus rabies yang terkonsentrasi di Desa Fenun dan Desa Fatulunu Kecamatan Amanatun selatan.

“Dari 22 kasus ini 1 orang meninggal dan yang lain rawat jalan,” sebutnya.

Untuk sementara Desa Fenun dan Desa Fatulunu dengan radius 10 kilometer diambil tindakan eliminasi selektif.

Baca juga : Pemda TTS Belum Tahu Asal Virus Rabies di Desa Fenun

“Yang mana dihimbau kepada masyarakat yang memelihara hewan yang bisa menularkan rabies seperti anjing dan kucing untuk diikat atau dikandangkan untuk divaksin. Apabila dibiarkan bebas berkeliaran dianggap liar dan akan dimusnahkan,” jelas dia.

Sedangkan vaksin rabies saat ini tersedia 100 ampul sumbangan dari Dinkes Provinsi NTT, lanjut Deny, sedangkan serum anti rabies belum tahu pasti ketersediaannya.

Baca juga : Pengadaan Vaksin Rabies di NTT Masih Bukan Prioritas

Pemda Kabupaten TTS sampai saat ini pun belum mengetahui asal virus rabies yang menjangkiti wilayah itu.

“Belum tahu asalnya dari mana tapi tim dari dinas kesehatan maupun dinas peternakan baik provinsi maupun kabupaten sementara di Kecamatan Amanatun Selatan untuk observasi asal virus tersebut,” sambungnya lagi. ****

Tags: #anjingrabies#AnjingrabiesTTS#korbangigitananjingrabiesmeninggal#korbanrabiesmeninggaldunia#Rabies#VaksinRabies
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Erik Saka, anak Frans Xaver Saka dan istrinya Clotilde Min Mesak menuangkan angur kolesom saat sembahyang Imlek di rumah mereka di Weluli, Kabupaten Belu, NTT. (Yanti Mesak/KatongNTT)

Tradisi Sembahyang Imlek di Weluli

by Yanti Mesak
3 Maret 2026
0

Untuk menyambut Tahun Baru Imlek 2577 yang dimulai pada 17 Februari 2026 dan berakhir pada 3 Maret 2026, keluarga Frans...

Jalan rusak parah di Desa Natarmage, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT (Yohanes Fandi/KatongNTT)

Antara Jalan Rusak, Gagal Panen, Obat Kosong dan Semarak Kemerdekaan

by Difan Fandi
18 Agustus 2025
0

Desa Natarmage - Pagi itu, saya berangkat dari Desa Pruda menuju Natarmage, Kecamatan Waiblama, untuk mengikuti perayaan HUT RI ke-80...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati