Kupang – Suster Laurentina menjelaskan soal donasi yang dibuka untuk pemulangan jenazah Agnes Peni Muda, Pekerja Migran Indonesia (PMI) non prosedural dari Malaysia.
Suster Laurentina dikenal sebagai ‘Suster Kargo’ karena telah bertahun-tahun mengurus jenazah PMI non prosedural di kargo Bandara El Tari Kupang. Ia bersama dengan Tim Pelayanan Kargo yang merupakan relawan.
Baca juga : NTT Terima 410 Jenazah Pekerja Non Prosedural, Malaka Terbanyak
Sebelumnya diketahui tim ini membuka pos donasi teruntuk biaya pemulangan jenazah Agnes yang meninggal di Malaysia. Jenazahnya akan dibawa ke Solor, Kabupaten Flores Timur. Agnes meninggal pada 3 Juni 2023 lalu.
Suster Laurentina menjelaskan hal ini pada Sabtu, 10 Juni 2023 pasca jenazah Agnes tiba di Bandara El Tari Kupang.
Baca juga : Jauhnya Rute Jenazah PMI NTT Ini: Malaysia – Kupang – Pulau Solor
Ia mengaku kepala desa di kampung halaman almarhumah menghubunginya dan memberitahu soal tidak adanya respon dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) terkait pemulangan jenazah Agnes.
“Itu sudah tiga hari,” jelasnya.
Menurut Koordinator Tim Pelayanan Kargo Bandara El Tari ini pihaknya sudah seringkali membantu pemulangan jenazah yang tidak difasilitasi negara.
Baca juga : Penjual Orang di Malaka Punya Bos di Malaysia
“Kami bukan eksploitasi jenazah. Sekali lagi saya tegaskan kami tidak eksploitasi jenazah!” ucap Suster Laurentina lagi.
Ia menyampaikan pihaknya, juga relawan dan para donatur seringkali menggalang donasi dan telah diketahui pula oleh Kepala Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) NTT, Siwa.
“Kalau tidak percaya tanyakan pada Bapak Siwa,” ujarnya lagi.
Baca juga : Komnas HAM Beberkan Keburukan Pemda NTT Cegah Perdagangan Orang
Menurutnya, setelah donasi dibuka dan kemudian menjadi ramai dibicarakan atau viral barulah KBRI turun tangan memproses pemulangan jenazah Agnes.
“Dubes di KL (Kuala Lumpur) mengatakan kami ini mengeksploitasi. Ya, itu terserah mereka. Yang jelas kami tulus membantu. Kami dari gereja, bukan dari LSM,” kata dia.
Selanjutnya, untuk donasi yang sudah dikumpulkan untuk membantu pemulangan jenazah Agnes akan diberikan kepada pihak keluarga.
Baca juga : Kapolda NTT Perintahkan Kapolres Petakan Kasus Perdagangan Orang di Daerah
Siwa secara terpisah juga membenarkan tim kargo ini sudah seringkali membantu untuk mengurus pemulangan jenazah.
“Cukup banyak,” tanggap dia.
Sebelumnya, Dubes RI untuk Malaysia Hermono menyampaikan proses pemulangan jenazah Agnes lama karena menunggu kelengkapan administrasi atau dokumen pengiriman jenazah.
Baca juga : Paham ‘Tuan dan Budak’ Negara ASEAN Soal Pekerja Migran
Pemulangan jenazah warga NTT yang meninggal di Malaysia ini, kata Hermono, ditanggung sepenuhnya KBRI di Malaysia, bukannya oleh keluarga.
“Pemulangan jenazah ditanggung KBRI Malaysia, jadi tidak ada biaya pemulangan yang harus ditanggung keluarga,” kata Hermono melansir Antara.
Hermono juga mengaku tak tahu soal adanya pos donasi yang dibuka perihal informasi biaya pemulangan harus ditanggung pihak keluarga.
“Yang mengumpulkan sumbangan ini tidak tahu untuk apa,” katanya. ****




