• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Jumat, April 17, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Sorotan

29 Pengungsi di Kota Kupang Pindah ke Negara Ketiga

Tim Redaksi by Tim Redaksi
3 tahun ago
in Sorotan
Reading Time: 2 mins read
A A
0
29 Pengungsi di Kota Kupang Pindah ke Negara Ketiga

Pengungsi asal Afghanistan dan Pakistan saat demonstrasi di Kanwil Kemenkumham NTT. (Putra Bali Mula - KatongNTT)

0
SHARES
82
VIEWS

Kupang – International Organization for Migration (IOM) Kupang menyebut 29 orang pengungsi sudah diberangkatkan ke negara ketiga tahun ini.

Menurut Program Assistant IOM Kupang, Herman Rabu, awalnya populasi pengungsi di Kota Kupang mencapai 205 orang pada Januari 2023. Hingga Juni ini berkurang menjadi 176 pengungsi.

BacaJuga

Erik Saka, anak Frans Xaver Saka dan istrinya Clotilde Min Mesak menuangkan angur kolesom saat sembahyang Imlek di rumah mereka di Weluli, Kabupaten Belu, NTT. (Yanti Mesak/KatongNTT)

Tradisi Sembahyang Imlek di Weluli

3 Maret 2026
Jalan rusak parah di Desa Natarmage, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT (Yohanes Fandi/KatongNTT)

Antara Jalan Rusak, Gagal Panen, Obat Kosong dan Semarak Kemerdekaan

18 Agustus 2025

“29 orang yang sudah dikirim ke negara ketiga mulai tahun lalu sampai dengan hari ini. Kemungkinan dalam tahun ini ada yang akan diproses keluar juga,” ungkap Herman.

Baca juga : Di Awal 2023, 181 Pengungsi dan 24 Deteni Berada di Kota Kupang

Ia menyampaikan ini pada workshop yang digelar IOM dan AJI terkait isu migran dan pengungsi di Kota Kupang, Jumat 16 Juni 2023.

Memang 98 persen pengungsi ini adalah warga Afghanistan dan 2 persennya warga Pakistan. Mereka ditempatkan IOM Kupang di Hotel Lavender, Kupang Inn dan Hotel Ina Boi.

Namun Herman tidak merinci berapa lagi pengungsi di Kota Kupang yang bakal dikirim ke negara ketiga dalam tahun ini.

Data tersebut ada pada United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR). UNHCR yang berwewenang, lanjut Herman, terkait penempatan dan klasifikasi pengungsi yang bisa diterima oleh negara ketiga.

Baca juga : Hari Pertama Invasi Militer Rusia, 100 Warga Ukraina Tewas

“Nantinya mereka interview di Jakarta dan itu yang disiapkan IOM sampai menunggu kapan mereka diberangkatkan,” kata dia.

Pihaknya selama ini mempersiapkan ketrampilan bagi para pengungsi untuk bisa bekerja di negara yang menerima para pengungsi ini nantinya.

IOM Kupang sendiri sudah berkoordinasi dengan IOM Canberra, Australia, terkait kompetensi dan jenis tenaga kerja yang dibutuhkan di Negeri Kangguru itu.

Baca juga : Pemain Lama Jejaring TPPO di NTT Ditangkap Polisi

“Hal ini yang menjadi dasar bagi kita untuk menyiapkan kemampuan mereka sesuai juga dengan bakat dan minat mereka juga. Tidak bisa juga kita ikuti maunya negara ketiga tanpa tahu kemampuan mereka sendiri,” jelas Herman lagi.

Negara ketiga memiliki kuota dan kriteria khusus, lanjut Herman, misalnya dari Australia butuh 100 orang pengungsi per tahunnya. Presentase pemindahan ini sangat kecil dibanding 14 ribu pengungsi yang ada di seluruh Indonesia.

Di sisi lain, tugas IOM juga untuk membantu memulangkan pengungsi yang ingin kembali ke negara asal mereka secara sukarela.

Baca juga : Cerita Teman Tuli Menggeluti Bisnis di Kafe Kopi Sa

IOM akan meninjau kondisi politik dan konflik di negara asal pengungsi sebelum setuju memulangkan mereka. Misalnya Afghanistan yang kini sedang dikuasai Taliban.

“Kita belum tahu ada berapa banyak negara di dunia yang mengakui pemerintahan Taliban sehingga itu yang menghambat proses pemulangan mereka secara sukarela,” ungkap dia.

Sedangkan sebelumnya ada pula pengungsi asal India, Etiopia dan Irak yang meminta pulang secara sukarela. Mereka sudah dipulangkan.

Jumlah pengungsi di Indonesia yang dipulangkan kembali ke negara asal sebanyak 7.805 orang dalam 23 tahun terakhir.****

Tags: #Afganistan#IOM#NegaraKetiga#Pakistan#PencariSuaka#Pengungsi#PengungsiAfganistan#PengungsidiKotaKupang#UNHCR
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Erik Saka, anak Frans Xaver Saka dan istrinya Clotilde Min Mesak menuangkan angur kolesom saat sembahyang Imlek di rumah mereka di Weluli, Kabupaten Belu, NTT. (Yanti Mesak/KatongNTT)

Tradisi Sembahyang Imlek di Weluli

by Yanti Mesak
3 Maret 2026
0

Untuk menyambut Tahun Baru Imlek 2577 yang dimulai pada 17 Februari 2026 dan berakhir pada 3 Maret 2026, keluarga Frans...

Jalan rusak parah di Desa Natarmage, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT (Yohanes Fandi/KatongNTT)

Antara Jalan Rusak, Gagal Panen, Obat Kosong dan Semarak Kemerdekaan

by Difan Fandi
18 Agustus 2025
0

Desa Natarmage - Pagi itu, saya berangkat dari Desa Pruda menuju Natarmage, Kecamatan Waiblama, untuk mengikuti perayaan HUT RI ke-80...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati