• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Rabu, April 29, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Sorotan

2 Balita Tewas, Rabies Merajalela di TTS

Tim Redaksi by Tim Redaksi
3 tahun ago
in Sorotan
Reading Time: 2 mins read
A A
0
2 Balita Tewas, Rabies Merajalela di TTS

Ilustrasi gigitan anjing merajalela di TTS. (Pixabay)

0
SHARES
29
VIEWS

Kupang – 2 balita di Timor Tengah Selatan (TTS) dilaporkan tewas dengan gejala rabies. Keduanya meregang nyawa pasca digigit anjing.

Korban GAK berusia 5 tahun dinyatakan meninggal Minggu, 11 Juni 2023 dan DM, bayi berusia 3,5 tahun meninggal Selasa 13 Juni 2023.

BacaJuga

Erik Saka, anak Frans Xaver Saka dan istrinya Clotilde Min Mesak menuangkan angur kolesom saat sembahyang Imlek di rumah mereka di Weluli, Kabupaten Belu, NTT. (Yanti Mesak/KatongNTT)

Tradisi Sembahyang Imlek di Weluli

3 Maret 2026
Jalan rusak parah di Desa Natarmage, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT (Yohanes Fandi/KatongNTT)

Antara Jalan Rusak, Gagal Panen, Obat Kosong dan Semarak Kemerdekaan

18 Agustus 2025

GAK meninggal dunia setelah dirawat 2 hari di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soe, TTS. Bocah yang berasal dari Desa Kualin, Kecamatan Kualin ini yang terlebih dahulu dirawat di Puskesmas Kualin.

Baca juga : Anak-anak Jadi Korban Jiwa Terbanyak Serangan Rabies di Flores dan Lembata

DM juga meninggal usai digigit anjing pada 7 Mei 2023. Bocah asal Kecamatan Amanatun Selatan ini menghembuskan nafas terakhirnya di Puskesmas Oinlasi, 13 Juni ini pukul 12.36 Wita.

Ketua Satgas Anti Rabies TTS, Addy Tallo, menyebut para korban meninggal ini tidak diberikan Vaksin Anti Rabies (VAR) karena sudah ada gejala rabies.

Baca juga : Rabies di TTS Jadi KLB, 46 Orang Terinfeksi Termasuk Anak-anak

“Jadi totalnya sudah 3 korban jiwa yang mengarah ke suspect rabies,” ungkap dia.

Kematian pertama akibat rabies di Pulau Timor ini diketahui Mei kemarin. Korban jiwa pertama adalah seorang warga Desa Fenun. Pria 45 tahun itu diketahui tewas akibat gigitan anjing rabies April lalu.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan TTS hingga 12 Juni 2023 dugaan terpapar kasus rabies tersebar di 23 kecamatan dan 76 desa dengan 257 laporan gigitan anjing.

Baca juga : Nihil Anggaran, Vaksin Rabies di NTT Kosong Saat Kasus Meningkat

Sebelumnya, Kabid Kesehatan Hewan Dinas Peternakan TTS, Melky Angsar, mengatakan kasus gigitan anjing sejak April lalu ditangani pihak puskesmas tanpa menggunakan VAR atau Serum Anti Rabies (SAR).

“Puskesmas pun tidak memberikan SAR dan VAR karena belum diketahui adanya rabies,” ucap Melky, Senin 12 Juni 2023.

Baca juga : Bahaya Rabies, Ikuti Langkah Ini Untuk Mencegah Terinfeksi

Kasus GAK misalnya, sebut Melky, bocah ini diketahui digigit pada 15 April lalu dan tidak diberikan SAR untuk luka gigitan di area kepala oleh puskesmas.

“Tidak dikasih SAR akhirnya meninggal. Demikian yang meninggal di Desa Fenun itu pada 2 April digigit lalu meninggal Mei kemarin,” ucapnya.

Setelah ini diharapkan penanganan serangan anjing terhadap manusia perlu diberikan juga VAR dan SAR. ***

Tags: #anakkorbanjiwarabies#anjingrabies#AnjingrabiesTTS#korbangigitananjingrabiesmeninggal#korbanrabiesmeninggaldunia#Rabies
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Erik Saka, anak Frans Xaver Saka dan istrinya Clotilde Min Mesak menuangkan angur kolesom saat sembahyang Imlek di rumah mereka di Weluli, Kabupaten Belu, NTT. (Yanti Mesak/KatongNTT)

Tradisi Sembahyang Imlek di Weluli

by Yanti Mesak
3 Maret 2026
0

Untuk menyambut Tahun Baru Imlek 2577 yang dimulai pada 17 Februari 2026 dan berakhir pada 3 Maret 2026, keluarga Frans...

Jalan rusak parah di Desa Natarmage, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT (Yohanes Fandi/KatongNTT)

Antara Jalan Rusak, Gagal Panen, Obat Kosong dan Semarak Kemerdekaan

by Difan Fandi
18 Agustus 2025
0

Desa Natarmage - Pagi itu, saya berangkat dari Desa Pruda menuju Natarmage, Kecamatan Waiblama, untuk mengikuti perayaan HUT RI ke-80...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati