• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Kamis, Juli 2, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Perempuan dan Anak

Angka Kekerasan Psikis Melonjak di NTT, Terjadi dalam Hubungan Pacaran

Rita Hasugian by Rita Hasugian
3 tahun ago
in Perempuan dan Anak
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Ilustrasi Kekerasan Pada Perempuan (Ruth Botha - KatongNTT)

Ilustrasi Kekerasan Pada Perempuan (Ruth Botha - KatongNTT)

0
SHARES
181
VIEWS

Kupang – Tindak kekerasan, baik fisik maupun nonfisik dalam hubungan pacaran dialami mahasiswa di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur.  Para korban memilih bungkam atas tindak kekerasan yang dialaminya karena dianggap aib atau takut pada kekasihnya.

Meski ada juga yang bersedia mengungkap kekerasan yang dialami dalam hubungan toksik dengan kekasihnya. Misalnya Ida, mahasiswa FISIP Universitas Nusa Cendana (Undana) mengaku pernah mendapat perlakukan kasar dari mantan kekasihnya.

BacaJuga

Para peserta Diskusi Komunitas Breaking Barries, Building Feature #KickOutGBV# berfoto bersama dilatari bola untuk olahraga sepak bola di Jakarta, 6 Maret 2026. (Foto: Magdalene)

Sepak Bola Jadi Wadah Promosi Ruang Aman untuk Perempuan

10 Maret 2026

Sewindu Komunitas Lakoat Kujawas, Jatuh Bangun Melestarikan Budaya Mollo

19 Februari 2026

Baca juga: Transformasi Irene Kanalasari dari Penyintas Kekerasan Seksual Menjadi Pengacara Anak

Kekerasan psikis dialaminya saat usia pacaran mereka menginjak dua tahun. Ketika muncul masalah, sang kekasih memuntahkan kata-kata makian kepada Ida. Pemicu amarahnya, ujar Ida, adalah faktor cemburu yang berlebihan.

Ida mengatakan kalimat makian yang keluar dari mulut pacarnya membuat dia cukup sakit hati . Dia kemudian memutuskan hubungan toksik itu.

“Waktu itu saya juga sempat kaget saat dia maki itu, dan pastinya saya sakit hati sekali. Saya langsung kasi putus dia waktu itu juga,” kata Ida kepada KatongNTT.com di Kampus FISIP Undana, Senin, 26 November 2023.

Hubungan toksik juga dialami Agnes Hati, mahasiswa Universitas Katolik Wira Mandira (Unwira).  Saat ditemui Katongntt.com di kampus, Agnes mengaku pernah dimaki-maki kekasihnya.

Perempuan asal  Pulau Rote ini mengatakan, selain dimaki, sang pacar bahkan pernah mengeluarkan ancaman untuk memukul dirinya. Amarah tak terkendali kekasihnya itu dipicu keputusan Agnes mengakhiri hubungan mereka karena kekasihnya selingkuh.

Baca juga: Anak Pekerja Migran Berisiko Besar Jadi Korban Kekerasan Seksual

“Katong (saya) bertengkar waktu itu karena saya dapat tau (ketahuan) dia selingkuh. Saya marah besar dan dia tidak terima jadi dia sempat maki saya, dan saya langsung minta putus. Dia sonde (tidak) terima dan ancam mau pukul saya. Jadi saya abis (selesai) putus itu langsung blokir dia dari semua sosmed” ujar Agnes mengenang peristiwa pahit itu pada Senin, 26 November 2023.

Arland, mahasiswa Agribisnis di Undana mengungkapkan dirinya belum pernah bersikap kasar pada kekasihnya. Sebagai lelaki, dia pun tidak setuju melakukan kekerasan pada kekasihnya sekalipun mereka beberapa kali bertengkar.

” Kalo bertengkar su (sudah) pasti pernah kak, apalai beda pendapat begitu.  Tapi kalo sampe ( sampai) maki apalai (bahkan) pukul itu Puji Tuhan sonde (tidak) pernah. Mudah-mudahan jangan karena menurut beta( saya) itu sudah keterlaluan,” ujar Arland.

Baca juga: Mengenal 4 Jenis Kekerasan Yang Dialami Perempuan

Jumlah kasus kekerasan psikis di NTT melonjak dalam tiga tahun terakhir. Pada 2020 ada 182 kasus dan 321 kasus setahun kemudian. Di 2022,  jumlah kekerasan psikis melonjak menjadi 446 kasus. Data ini dilaporkan ke Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Menurut Catatan Tahunan Komnas Perempuan Tahun 2023, terdapat 422 kasus kekerasan dalam pacaran.  Sebanyak 712 kasus kekerasan oleh mantan pacar yang terbanyak diadukan. (Ayunda)

 

Tags: #Hubunganpacaran#KekerasanPsikis#KementerianPemberdayanaperempuandan perlindungananak#NTT
Rita Hasugian

Rita Hasugian

Baca Juga

Para peserta Diskusi Komunitas Breaking Barries, Building Feature #KickOutGBV# berfoto bersama dilatari bola untuk olahraga sepak bola di Jakarta, 6 Maret 2026. (Foto: Magdalene)

Sepak Bola Jadi Wadah Promosi Ruang Aman untuk Perempuan

by KatongNTT
10 Maret 2026
0

Siapa yang tidak kenal sepak bola, jenis olahraga paling populer seantero Indonesia bahkan dunia. Untuk merayakan Hari Perempuan Internasional pada...

Sewindu Komunitas Lakoat Kujawas, Jatuh Bangun Melestarikan Budaya Mollo

by Yanti Mesak
19 Februari 2026
0

Komunitas Lakoat Kujawas adalah salah satu komunitas yang berada di Desa Taiftop, Kecamatan Mollo Utara, Kabupaten Timor Tengah Selatan, NTT....

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati