• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Kamis, April 16, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Sorotan

Kemiskinan NTT Diduga Langgeng Demi Jualan Politisi

Tim Redaksi by Tim Redaksi
3 tahun ago
in Sorotan
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Akses dan Geografis NTT Pengaruhi Penyaluran Beras Bantuan Pangan 

Warga kurang mampu mengantre untuk menerima bantuan pangan di Kantor Pos Indonesia. (Putra Bali Mula - KatongNTT)

0
SHARES
137
VIEWS

Kupang – Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) masih menjadi provinsi termiskin di Indonesia semenjak berdiri hingga 2023 ini.

Berkali-kali berganti kepemimpinan baik pusat dan daerah namun kondisi ini tidak berubah signifikan, malahan kerap dipakai sebagai modal pencitraan politik, kepentingan politik praktis sampai menjadi pintu bagi money politic.

BacaJuga

Erik Saka, anak Frans Xaver Saka dan istrinya Clotilde Min Mesak menuangkan angur kolesom saat sembahyang Imlek di rumah mereka di Weluli, Kabupaten Belu, NTT. (Yanti Mesak/KatongNTT)

Tradisi Sembahyang Imlek di Weluli

3 Maret 2026
Jalan rusak parah di Desa Natarmage, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT (Yohanes Fandi/KatongNTT)

Antara Jalan Rusak, Gagal Panen, Obat Kosong dan Semarak Kemerdekaan

18 Agustus 2025

Dosen Sosiologi Fisip Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Lazarus Jehamat, menilai kemiskinan di NTT ini sepertinya sengaja dilanggengkan di bawah relasi kekuasaan.

Baca juga : NTT Yang Miskin Selama 8 Gubernur Berganti

“Saya selama ini malah berpikir, kemiskinan di NTT memang sengaja didesain dan tetap ada agar relasi kekuasaan bisa bertahan di sini. Apakah kita bodoh? Kan tidak! Kebodohan, kemiskinan dan berbagai anasir negatif lain yang dipelihara di sini, sampai hari ini,” tukasnya, Selasa 10 Oktober 2023.

Keadaan yang telah demikian dimanfaatkan oleh penguasa ini mestinya diusut dan dibenahi oleh publik khususnya para kaum kritis.

“Bisa saja disebabkan karena adanya kekuatan dominatif agar kekuasaan tertentu bisa mengambil manfaat dari status seperti ini. Itu yang harus diperiksa oleh kaum kritis di daerah ini termasuk oleh media,” lanjutnya.

Baca juga : NTT Keluarkan Rp 2 Miliar Untuk Beras Warga Miskin 

Logikanya, kata Lazarus, ada relasi kekuasaan yang timpang dan menekan terlebih dahulu sampai dengan terpeliharanya kemiskinan di NTT.

“Keluarnya menjadi budaya kemiskinan, bisa juga pseudo miskin seolah-olah kaya padahal miskin,” tukasnya.

Pengamat politik Universitas Muhammadiyah Kupang, Ahmad Atang, pun menilai kemiskinan sebagai salah satu masalah sosial yang tentu memiliki nilai fungsional dalam ranah politik.

Baca juga: Pidato HUT RI, Viktor Hanya Sekali Sebut Kata Miskin 

“Karena politik tidak saja soal pembagian kekuasaan akan tetapi terkait dengan kebijakan sosial,” kata dia.

Dengan demikian, lanjut dia, para politisi selalu menggunakan isu-isu sosial sebagai isu politik termasuk masalah kemiskinan. Kemiskinan dijadikan alat menaikkan popularitas dan citra diri dari politisi.

“Sehingga politisi yang care terhadap masalah sosial selalu dilihat sebagai figur yang populis, solider dan dermawan. Oleh karena itu, masalah sosial selalu menjadi alat untuk menaikan popularitas dalam mendapatkan profit elektoral,” jelas Atang.

Baca juga : Penduduk Miskin NTT Bertambah Jadi 1,15 Juta Orang, Dipicu Harga BBM Naik

Sedangkan masalah politik uang, kata Atang, tidak selalu inheren dengan kemiskinan karena hampir di setiap level kekuasaan selalu ada potensi politik uang.

“Politik uang lebih berhubungan dengan sikap mental dan persepsi publik soal kekuasaan. Untuk mencegahnya diperlukan kesadaran publik dan keteladanan dari para politisi,” pungkasnya.

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) NTT jumlah penduduk miskin di NTT pada Maret 2023 sebesar 1,14 juta orang atau meningkat 9,5 ribu orang terhadap Maret 2022. ****

Tags: #jumlahpendudukmiskinNTTnaik#kemiskinanntt#miskinnyaNTTdijualpolitisi#NTTmiskin#pemilu2024#PolitisidiNTTjualkemiskinan
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Erik Saka, anak Frans Xaver Saka dan istrinya Clotilde Min Mesak menuangkan angur kolesom saat sembahyang Imlek di rumah mereka di Weluli, Kabupaten Belu, NTT. (Yanti Mesak/KatongNTT)

Tradisi Sembahyang Imlek di Weluli

by Yanti Mesak
3 Maret 2026
0

Untuk menyambut Tahun Baru Imlek 2577 yang dimulai pada 17 Februari 2026 dan berakhir pada 3 Maret 2026, keluarga Frans...

Jalan rusak parah di Desa Natarmage, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT (Yohanes Fandi/KatongNTT)

Antara Jalan Rusak, Gagal Panen, Obat Kosong dan Semarak Kemerdekaan

by Difan Fandi
18 Agustus 2025
0

Desa Natarmage - Pagi itu, saya berangkat dari Desa Pruda menuju Natarmage, Kecamatan Waiblama, untuk mengikuti perayaan HUT RI ke-80...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati