• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Jumat, Desember 5, 2025
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Sorotan

Ricuh Tarif Baru TN Komodo, PT Flobamor : Siapa Tipu Siapa?

Tim Redaksi by Tim Redaksi
3 tahun ago
in Sorotan
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Ricuh Tarif Baru TN Komodo, PT Flobamor : Siapa Tipu Siapa?
0
SHARES
121
VIEWS

Kupang – PT Flobamor mencurigai gelombang penolakan yang muncul terhadap penetapan tarif baru kegiatan wisata di Taman Nasional (TN) Komodo yang berlaku 15 April 2023.

Direktur Operasional PT Flobamor, Abner Runpah Ataupah, menyampaikan alasan mengapa kecurigaan ini dilontarkan direksi.

BacaJuga

Jalan rusak parah di Desa Natarmage, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT (Yohanes Fandi/KatongNTT)

Antara Jalan Rusak, Gagal Panen, Obat Kosong dan Semarak Kemerdekaan

18 Agustus 2025
Kampung adat Ratenggaro di Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT (Dok.Antara)

Bukan Hanya Soal Dipalak: Belajar dari Ribut-ribut Jajago di Sumba

23 Mei 2025

PT Flobamor disebutnya menentukan tarif baru ini dengan mempertimbangkan aspek-aspek pelestarian wilayah konservasi akibat bisnis pariwisata.

Untuk itu aplikasi khusus dikembangkan guna memantau jumlah pengunjung ke TN Komodo agar rekapannya lebih akurat berbasis penelitian ilmiah.

Baca juga : PT Flobamor Pertahankan Tarif Baru TN Komodo

Dengan demikian, lanjut Abner, tidak ada lagi penyedia jasa pariwisata yang asal-asalan membawa masuk banyak wisatawan di luar kuota yang ditetapkan.

“Gelombang penolakan ini menjadi pertanyaan atau keberatan ini ada apa? Jangan sampai ada aneh-aneh di lapangan?” sebut Abner saat ditemui di kantornya, Senin 17 April 2023.

Aksi protes pemandu wisata di Komodo, Manggarai Barat (Ist)

Abner mengatakan aplikasi tersebut bernama INISA. Aplikasi pendataan dan manajemen pengunjung ini sedang didiskusikan dengan Balai Taman Nasional Komodo (BTNK). Persetujuan lanjutan akan dikeluarkan BTNK.

Ia mengklaim data jumlah pengunjung ke kawasan konservasi ini selalu selisih antara pemerintah pusat dan daerah.

Baca juga : Mulai Diterapkan, Tarif Baru TN Komodo Picu Keributan

Sementara di lapangan terdapat temuan jumlah pengunjung yang seringkali lebih besar daripada jumlah yang dilaporkan.

“Data Pemkab Manggarai Barat, PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak), KLHK tidak pernah cocok. Ini siapa yang makan siapa? Tulis saja tidak masalah. Siapa yang tipu siapa kalau orang Kupang bilang,” tukas Abner.

Masuknya PT Flobamor yang sesuai arahan Pemprov NTT ini, kata dia, bermaksud memberi transparansi dan menghindari bisnis yang koruptif di wilayah tersebut.

“Bisa diatur ‘kan dengan aplikasi, besoknya berapa, lusa berapa, tulat berapa, kalau tidak ada aplikasi bagaimana?” kata dia.

Baca juga : Pergub Dicabut, PT Flobamor Tetap Jadi Pengelola Wisata TN Komodo

Kapasitas pengunjung TN Komodo per tahunnya maksimal 292 ribu orang. Penentuan ini, jelas dia, berdasarkan penelitian mengenai daya dukung, daya tampung dan ekosistem. Penelitian ini dilakukan oleh Iman Firmansyah dari IPB yang dibiayai PT Flobamor.

“Supaya sampah tidak menumpuk, tidak ada efek buruknya, maka butuh aplikasi ini. Mau atur manual caranya bagaimana?” lanjut Abner.

Sebelumnya gelombang penolakan terhadap tarif baru ini muncul dari para penyedia jasa pariwisata usai implementasi aturannya di lapangan.

Turis memprotes tarif yang mahal ke TN Komodo (Tangkapan layar video)

Ia juga menanggapi apabila protes ini terus berlangsung terutama di momentum jelang KTT ASEAN Summit. Pihaknya siap melakukan pendekatan terhadap pemrotes tarif baru ini.

Baca juga : Tarif Baru Komodo Diprotes Turis, Pelaku Usaha Wisata Juga Mulai Khawatir

Namun pendekatan sebenarnya dilakukan oleh Pemprov NTT dan PT Flobamor sebagai perpanjangan tangan dari pemerintah daerah ini.

“Pemprov sebagai tuan rumah KTT ASEAN Summit dan kita siap bila diminta untuk presentasi, melakukan penjelasan mengenai konservasi. Ini bukan pariwisata ya,” sebut Abner.

PT Flobamor sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) berjanji mengutamakan pelestarian kawasan konservasi ini dan mengumpulkan keuntungan bagi pendapatan daerah.

Abner mengatakan BUMD ini adalah obyek pemeriksaan oleh BPK, Inspektorat, oleh BPKP sehingga pengelolaan bisnis akan diawasi dan diperiksa. (Putra Bali Mula)

Tags: #protestariftamannasionalkomodo#PTFlobamor#pulaukomodo#pulaupadar#TarifTamannasionalKomodo
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Jalan rusak parah di Desa Natarmage, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT (Yohanes Fandi/KatongNTT)

Antara Jalan Rusak, Gagal Panen, Obat Kosong dan Semarak Kemerdekaan

by Difan Fandi
18 Agustus 2025
0

Desa Natarmage - Pagi itu, saya berangkat dari Desa Pruda menuju Natarmage, Kecamatan Waiblama, untuk mengikuti perayaan HUT RI ke-80...

Kampung adat Ratenggaro di Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT (Dok.Antara)

Bukan Hanya Soal Dipalak: Belajar dari Ribut-ribut Jajago di Sumba

by PriyaHusada
23 Mei 2025
0

Ketika video viral tentang wisatawan merasa dipalak di Ratenggaro bikin geger, NTT dihadapkan lagi pada pertanyaan lama: Apakah kita sudah...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati