Kupang – Usulan mekarnya Pulau Sumba dan Kabupaten Sabu Raijua menjadi provinsi terpisah dari Nusa Tenggara Timur (NTT) akan dibawa ke Istana Negara.
Gagasan untuk melepaskan wilayah tersebut dari Provinsi NTT sudah berjalan kurang lebih 5 tahun belakangan.
Rencananya, tim yang ditunjuk oleh para penggagas dan pendukung Provinsi Sumba – Sabu akan bertemu DPR RI dan berupaya menjumpai Presiden Jokowi.
Baca juga : Rumput Laut Sumba Mulai Digitalisasi, Bupati Kupang Apresiasi Investor
Dominggus Osa, salah satu penggagas Provinsi Sumba – Sabu, menyatakan tim ini yang sudah bekerja di lapangan berawal dari kabupaten ke kabupaten di wilayah itu.
Para pemimpin wilayah dari kabupaten-kabupaten yang ada di pulau-pulau ini pun, kata dia, umumnya memberikan dukungan penuh terhadap usulan tersebut.
“Pada prinsipnya semua mendukung tinggal beberapa aspek dan sisi administrasi yang sementara berproses. Dalam waktu dekat ini ada yang ke pusat untuk membicarakan hal-hal yang menjadi fokus utama kita,” jelasnya.
Baca juga : Dibagi Tiga Zona, Udang Sumba Timur Perlu Segera Diwujudkan
Osa saat dihubungi Kamis 31 Agustus 2023 mengaku mekanisme dan tuntutan regulasi terkait pemekaran provinsi pun dipersiapkan ke pemerintah pusat.
“Saya yakin dengan DPR dan Presiden juga, artinya untuk menyampaikan aspirasi masyarakat dari bawah. Juga itu diharapkan dukungan pemerintah kabupaten kota dan provinsi terjadi,” lanjut dia.
Baca juga : Investasi Udang Sumba Timur Perlu Ditopang Amdal Berkualitas
Menurut dia, dengan pemekaran provinsi baru ini dari NTT maka masyarakat akan mengefektifkan pelayanan masyarakat.
Di sisi geografis, kata dia, Pulau Sumba dan Kabupaten Sabu Raijua lebih dekat dibandingkan dari Sabu ke Kota Kupang yang merupakan Ibu Kota Provinsi NTT.
Begitu pula dengan transportasi laut dan kebutuhan logistik bisa lebih berkembang. Ia ingin adanya provinsi baru ini berdampak efisiensi dan efektif dalam aksesibilitas.
Baca juga : Proyek PLTS Sumba Terbesar di Dunia Masih Kekurangan Konsorsium Besar
“Selain itu pun 40 persen orang Sumba juga memiliki darah Sabu,” ujar dia.
Ia berharap usulan ini dapat menjadi catatan bagi pemerintah daerah hingga dengan pemerintah pusat. Provinsi Sumba – Sabu, menurut Osa, menjadi gagasan yang akan terus diupayakan.
“Ini menjadi kebutuhan dari masyarakat,” tukasnya. ****




