• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Sabtu, Mei 2, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Kolaborasi Dekranasda Provinsi NTT

Bermodal Rp 50 Ribu, Citra Mengawali Bisnis Susu Kelor Perdana di Tanah Air

Tim Redaksi by Tim Redaksi
3 tahun ago
in Dekranasda Provinsi NTT
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Bermodal Rp 50 Ribu, Citra Mengawali Bisnis Susu Kelor Perdana di Tanah Air
0
SHARES
213
VIEWS

Kupang – Bermodalkan Rp50 ribu, Nyi Raden Citra Masniary Bratawidjaja, perempuan dari Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) membuat susu bubuk dengan kandungan Kelor.

Sebelumnya, Citra adalah karyawan di beberapa bank berplat merah. Namun pada 2018, ia mulai masuk ranah UMKM.

BacaJuga

Produk 'Dosa', yang adalah cuka tradisional dari Rote, NTT (Ruth-KatongNTT)

Mengenal ‘Dosa’, Cuka Tradisional dari Rote, NTT

27 Mei 2023
Proses produksi garam di CV. Raja Baru milik Ferdinand Latuharu (Dok. CV. Raja Baru)

Pabrik Garam Ferdinand Latuheru Kesulitan Bahan Baku

21 Mei 2023

Awalnya ia membuat susu rempah. Susu sapi segar ini dimasak bersama beberapa rempah seperti Kapulaga, Serai, kayu manis, dan rempah-rempah lainnya.

“Tapi karena bentuknya cair, susu rempahnya hanya bisa tahan beberapa hari dan harus dihabiskan segera setelah dibuka,” kata Citra.

Barulah pada Oktober 2021, Citra berinovasi membuat susu Moringa, atau yang lebih dikenal dengan kelor maupun marungga.

Baca juga: Bisnis Teh dan Tepung Kelor, Nikson Tenistuan Minim Pasar, Siapa Peduli?

Mengetahui Gubernur NTT, Viktor Laiskodat dan istrinya Julie Laiskodat peduli dengan kelor, Citra jadi paham tanaman yang tumbuh subur di NTT ini punya khasiat yang besar.

Citra lalu menginovasikan produk baru yaitu susu kelor. Produknya ia namai Mimo, singkatan dari Milk Moringa (Susu Kelor).

“Puji Tuhan kami dibantu dinas Pariwisata untuk didaftarkan produknya ke Kemenkumham. Dan setelah dicari, kami pertama di Indonesia berbahan susu sapi dengan kombinasi daun kelor,” ujar Citra.

Dengan kelor sebagai Super Food, ketika digabungkan dengan susu sapi, menjadikan minuman ini semakin kompleks dan kaya akan gizi. Dengan komposisi, 62% susu, 36% gula, 1% Vanila, dan 1% Kelor. Vanila yang dipakai diambil dari Kabupaten Alor.

“Mimo juga sudah melewati uji laboratorium, dan Mimo terbukti mengandung Kalsium, Protein, Magnesium, Fosfor, dan banyak vitamin,” jelas Citra.

Baca juga: Pelaku UMKM NTT Belum Optimalkan Pemasaran Digital

Awalnya susu kelor ini dibuat dalam bentuk cair. Kemudian dibuatnya menjadi bentuk bubuk.

“Saya berpikir. Kalau untuk bisa menjangkau dan memberkati lebih banyak orang lagi. Berarti saya harus menjaga agar ini (susu) bisa bertahan lebih lama lagi dengan mengubahnya menjadi bentuk bubuk,” ujar perempuan satu anak itu.

Salah satu pekerja Citra sedang melakukan proses pencampuran bubuk Kelor dan Bubuk Susu (KatongNTT-Ruth)
Salah satu pekerja Citra sedang melakukan proses pencampuran bubuk Kelor dan Bubuk Susu (KatongNTT-Ruth)

Proses awalnya, susu sapi dimasak (proses pasterisasi). Bagian lemak susu yang mengapung dibuang. Masak hingga mengental. Lalu oles ke pan kering. Lalu di oven dan angkat. Selanjutnya diblender dan jadilah susu bubuk.

Susu sapi ia datangkan dari Fulan Fehan, Atambua, NTT. Namun pasokan susu sapi segar dari Atambua acap kali kurang memenuhi kebutuhan UMKMnya.

Baca juga: Tiga Tips Pasarkan Produk UMKM NTT Lewat Media Digital

Citra berkonsultasi dengan BPOM ketika sedang mengurus izin. Dari BPOM sendiri punya program ‘Orang Tua Angkat’ yang fokus pada pengembangan UMKM. BPOM pun bekerja sama dengan PT. Frisian Flag. Perusahaan Susu di Indonesia yang telah ada sejak 100 tahun lalu itu.

UMKM Warisan Enak NTT menjadi ‘anak angkat’ dari BPOM dan Frisian Flag.

Sejak saat itu, pasokan susu Mimo diambil dari salah satu perusahaan produksi susu terbesar di Indonesia tersebut.

“Puji Tuhan, kami menjadi yang pertama dan satu-satunya UMKM dari NTT yang diadopsi Frisian Flag,” ujar perempuan lulusan Bisnis Universitas Kristen Petra Surabaya ini.

“Yang pertama beli susu murni satu liter. (Bubuk) kelor kita buat sendiri. Dengan gula tidak sampai satu kilo. Lalu kita campurkan, dan jadi,” kata Citra.

Kini, penjualannya telah melalang buana ke Labuan Bajo, Jakarta, Dekranasda NTT, dan lainnya.

Baca juga : Kisah Sukses Agustina dan Jusuf Meracik Sabun A61, Dipicu Kritik Pedas

Pekerjaan rumah Citra saat ini memperkenalkan produknya ini di masyarakat NTT. Ia mengakui, masyarakat masih fanatik produk luar. Sehingga cukup susah produk dari NTT langsung diminati masyarakat.

Padahal, dengan kandungan kelor dalam susu bubuknya, dapat mengatasi stunting yang meningkat di NTT.

“Jika kita mendengar stunting NTT tinggi, ayo kita ubah gaya hidup kita. Sehingga badan kita sehat dan bisa menciptakan generasi yang gemilang.” pungkas Citra.*****

Baca juga: Jatuh Bangun Yustin Sadji, Eks Pengungsi Timtim Merawat UMKM Mindari

 

Silakan hubungi nomor +6281337608119 jika berminat untuk membeli produk UMKM ini. Ayo kita dukung kemajuan UMKM NTT!

Tags: #CitraMasniaryBratawidjaja#Kelor#marungga#mimo#moringa#susukelor#UMKM #UMKMNTT
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Produk 'Dosa', yang adalah cuka tradisional dari Rote, NTT (Ruth-KatongNTT)

Mengenal ‘Dosa’, Cuka Tradisional dari Rote, NTT

by Tim Redaksi
27 Mei 2023
0

Produknya ia beri nama Dosa, yang berasal dari bahasa Rote, yang artinya Cuka. “Tujuannya hanya untuk memperkenalkan saja kalau kami...

Proses produksi garam di CV. Raja Baru milik Ferdinand Latuharu (Dok. CV. Raja Baru)

Pabrik Garam Ferdinand Latuheru Kesulitan Bahan Baku

by Tim Redaksi
21 Mei 2023
0

“Sebelumnya itu bahan baku dari tahun lalu bisa bertahan sampai sekarang,” ujar laki-laki yang pernah mengikuti pendidikan di PT. Garam...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati