Jakarta – Divisi Humas Polri mengajak wartawan untuk menonton bersama film inspiratif karya sineas Indonesia berjudul ‘Aku Rindu.’ Film berdurasi 90 menit ini mengisahkan kehidupan keluarga polisi di tengah masyarakat Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang dihadapkan pada beragam persoalan.
Baca : Kemen PPA Kampanye ‘Dare to Speak Up’, AMMTC Sepakat Cegah TPPO
Dalam film ini, anggota Polri menjadi pemecah berbagai permasalahan yang melibatkan akses pendidikan, ketersediaan obat-obatan, listrik, dan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di wilayah tersebut.
Kabag Mitra Divisi Humas Polri, Kombes Pol. Ahmad Mustofa Kamal, mengungkapkan, salah satu pesan dari film ini adalah bahwa personel Polri harus siap bertugas di mana pun, dan keluarganya harus mendukung tugas suaminya.
Baca : Aturan Justice Collaborator Digodok Agar Korban TPPO Mau Bersuara
“Mereka harus menjadi pemecah masalah yang dihadapi masyarakat,” kata Kamal yang dikutip dari dalam laman resmi humas.polri.go.id, Minggu (29/10/2023).
Film ‘Aku Rindu’ dibintangi oleh aktor ternama Samuel Rizal, yang berperan sebagai Banyu, seorang anggota Polri, dan Verlita Evelyn menjadi Lailani, istri Banyu.
Baca : Modus TPPO di NTT, Pakai Jerat Utang Hingga Rekrut Lewat Medsos
Sutradara Key Mangungsong mengisahkan perjuangan istri Lailani, seorang guru, yang ikut suaminya berdinas di wilayah Larantuka, Flores Timur, NTT. Di sana, Lailani asal Yogyakarta berjuang memberikan pendidikan gratis kepada anak-anak dan membantu mereka meraih ijazah kesetaraan, sehingga mereka dapat mewujudkan cita-cita mereka.
Baca : Kementerian P3A dan KatongNTT Gelar Diskusi Publik Soal TPPO
Film ini juga menggambarkan situasi di wilayah yang rentan terhadap perdagangan orang, kesulitan akses obat-obatan, dan listrik yang terbatas. Kemudian, perjuangan Lailani dalam mengajar anak-anak dan upaya Kompol Banyu memburu pelaku TPPO menjadi fokus cerita.
Film ini mengungkapkan harapan Lailani yang dituangkan dalam tulisan tangan tentang kerinduannya terhadap anak muridnya, Omi, yang dipaksa menjadi imigran gelap di Malaysia.
Baca : Polda NTT Klaim Tak Ada Anggota Terlibat TPPO 4 Tahun Terakhir
Selain menampilkan kisah inspiratif kehidupan anggota Polri, film ini juga memanjakan penonton dengan sinematografi yang memperlihatkan keindahan alam NTT.
“Film ini ditujukan untuk memberikan penguatan kepada seluruh anggota Polri dan keluarganya, sehingga mereka siap dan didukung saat ditugaskan ke tempat jauh dengan segala risikonya,” ujar Kamal. [Anto]




