• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Selasa, April 28, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Bisnis Agribisnis

Virus ASF Positif Ditemukan di Kupang dan Flores Timur

Rita Hasugian by Rita Hasugian
3 tahun ago
in Agribisnis
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Tim Dinas Peternakan Provinsi NTT mengambil sampel darah babi milik peternak babi di Naibonat Kabupaten Kupang pada Januari 2023. (Dok Dinas Peternakan NTT)

Tim Dinas Peternakan Provinsi NTT mengambil sampel darah babi milik peternak babi di Naibonat Kabupaten Kupang pada Januari 2023. (Dok Dinas Peternakan NTT)

0
SHARES
123
VIEWS

Kupang- Dinas Peternakan Provinsi Nusa Tenggara Timur memastikan virus African Swine Fever atau virus ASF yang menyerang ternak babi telah ditemukan di Kabupaten Kupang dan di Flores Timur. Kepastian ini diperoleh setelah hasil laboratorium UPT Veteriner Dinas Peternakan Provinsi NTT menyebutkan virus ASF positif ditemukan di Naibonat, Kabupaten Kupang.

Kemudian hasil laboratorium Balai Besar Veteriner Denpasar, Bali menemukan virus ASF positif di Flores Timur.

BacaJuga

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

12 September 2024
Petani rumput laut di NTT meradang pasca terbitnya pergub yang melarang pengiriman ke luar daerah (Joe-KatongNTT)

NTT Belum Ekspor Rumput Laut Tahun Ini

30 Mei 2024

“Satu  dua hari ini tim dari Balai Besar Veteriner Denpasar, sebagai lab rujukan untuk Provinsi Bali, NTT dan NTB akan turun ke lapangan bersama kami, provinsi dan kabupaten. Ini untuk melakukan penyisiran dan pengambilan sampel untuk memastikan apakah ini virus ASF atau bukan. Tapi sementara sudah ada yang positif (virus ASF-redaksi) di lapangan,” kata Melky Ansar, Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Peternakan NTT kepada KatongNTT.com, Rabu, 18 Januari 2022.

Baca juga: Virus ASF Serang Ternak Babi di Timor dan Flores, Peternak Diimbau Waspada

Sejumlah media sudah memberitakan tentang merebaknya virus ASF, namun untuk memastikan akan dilakukan uji laboratorium.  Namun, kata Melky, sudah ada tiga kabupaten yang melaporkan tentang kematian ternak babi yakni Kabupaten Kupang, Flores Timur dan Sikka.

Melky menjelaskan, tim dari Dinas Peternakan NTT juga sudah turun ke Kabupaten Kupang untuk membagikan disinfektan kepada peternak babi untuk membersihkan kandang babi mereka. Ini upaya pencegahan munculnya virus ASF.

Dia mendukung langkah Dinas Peternakan Kabupaten Lembata yang antara lain melarang masuk dan keluar babi dan produk olahannya untuk mencegah munculnya virus ASF.

Dinas Kabupaten Kupang juga telah mengeluarkan radiogram bertanggal 12 Januari 2023 kepada masyarakat untuk melarang lalu lintas ternak babi. Masyarakat juga diimbau menjaga kebersihan kandang babi dengan disinfektan dan menguburkan babi yang mati.

Baca juga: Cegah ASF Kembali Meluas, Lembata Larang Masuk Babi dan Produk Olahannya

Guna mencegah penularan virus ASF, Melky telah menyurati Dinas Peternakan di 22 kabupaten kota di NTT untuk  mengajukan permintaan disinfektan.  Dia menegaskan, belum ada obat maupun vaksin untuk mengobati babi yang terjangkit virus ASF.

“Kami punya 39.200 ribu liter disinfektan. Jadi kalau diencerkan, bisa ratusan ribu liter. Saya sudah bersurat kepada kabupaten kota dan kita silakan mengajukan permohonan nanti kita dropping,” katanya.

Menurut Melky, belum diketahui pasti sumber dari masuknya virus ASF ke NTT yang menyerang ternak babi masyarakat.  Pasalnya dua tahun terakhir NTT dinyatakan aman dari serangan virus ASF. Gubernur NTT mengeluarkan instruksi nomor  03 tahun 2022 untuk mengizinkan kembali keluar masuk babi antar pulau dan wilayah. Gubernur mewajibkan uji PCR untuk hewan yang keluar dan masuk dan hasilnya negatif.

“Tapi kok ada kasus (virus ASF)? Apakah dibawa hewan dari daerah asal atau di sini? Kita saat ini menunggu (hasil pemeriksaan resmi pemerintah-redaksi),” ujar Melky.

Baca juga: Peneliti BRIN Temukan Lukisan Figuratif Tertua di Dunia

Ada dugaan virus ASF merebak kembali di NTT dipicu oleh meningkatnya kebutuhan daging babi pada saat Natal dan Tahun Baru. Sehingga ada pergerakan hewan ternak tersebut dari satu pulau ke pulau lain.

Berdasarkan laporan sistem informasi kesehatan nasional, virus ASF muncul kembali sudah ada sejak Desember 2022. Dan dalam kurun waktu satu bulan jumlah laporan kasus mulai meningkat.

Virus ASF yang menyerang babi di NTT belum dalam kategori wabah. Yang pasti, menurut Melky jumlah kasus meningkat .

“Wabah dinyatakan oleh menteri. NTT belum dinyatakan wabah,” ujar Melky. *****

Tags: #Babi#BalaiBesarVeterinerDenpasar#Dinaspeternakanntt#KabupatenFloresTimur#KabupatenKupang#Naibonat#NTT#virusASF
Rita Hasugian

Rita Hasugian

Baca Juga

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

by Rita Hasugian
12 September 2024
0

Boleh jadi kita tidak pernah terlintas cari tahu tentang jenis jagung yang kita konsumsi, apakah berasal dari bibit jagung lokal...

Petani rumput laut di NTT meradang pasca terbitnya pergub yang melarang pengiriman ke luar daerah (Joe-KatongNTT)

NTT Belum Ekspor Rumput Laut Tahun Ini

by Tim Redaksi
30 Mei 2024
0

Ekspor rumput laut NTT ini memang minim sejak ekspor perdana pada 2019 lalu sebesar 25 ton Alkali Treated Cottonii (ATC)...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati